Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Serba-serbi Dunia Penulisan

Mendefinisikan Peran Editorial

Oleh: Matt Kinsman

Tampaknya, tidak ada pekerjaan yang lebih kompleks dalam dunia majalah daripada pekerjaan sebagai editor. Editor bertanggung jawab dalam banyak hal: dari pengembangan situs, perencanaan konferensi, sampai menjadi wakil dari majalah pada pidato-pidato -- semua itu dilakukan untuk menerbitkan majalah mereka dengan tepat waktu. Saat ini, editor menyisihkan lebih sedikit waktu untuk memeriksa isi majalah yang akan dicetak -- dalam beberapa kasus malah lebih sedikit daripada separuh waktu mereka.

selengkapnya... about Mendefinisikan Peran Editorial

Menulislah dengan Detail dan Cermat

Detail membuat tulisan Anda hidup! Perhatikanlah nasihat Tolstoy:

"Saya tidak memberitahu. Saya tidak menjelaskan. Saya menunjukkan."

Kata-kata Anda harus menghidupkan gambaran di benak Anda. Gambaran yang penuh warna, atau kalau mungkin, gambaran yang Anda telusuri seperti detektif yang hebat. Menurut Jack Cappon, seorang penyunting di Associated Press (AP), "warna" adalah perkara yang menyangkut detail -- terkadang detail yang kecil-kecil. Jules Loh dari AP, dalam sebuah profil Herbert Hoover, mengamati bahwa di meja kerja Hoover ada sebuah kotak yang berisi selusin pensil yang diserut tajam; sebuah detail yang biasanya tak luput dari pengamatan para penulis yang baik. Namun, Loh juga melihat bahwa penghapus di semua pensil itu hampir habis dipakai. Detail ini bercerita lebih banyak tentang Hoover daripada hal-hal yang tampak jelas: warna dasinya, kilap sepatunya, dll.. selengkapnya... about Menulislah dengan Detail dan Cermat

Koneksi Blog dan Koran

Oleh: Sue Fagalde Lick

Apakah Anda Sudah Memiliki Blog? selengkapnya... about Koneksi Blog dan Koran

Kebenaran Terletak Pada Detail

Detail, jika disampaikan dengan kebenaran, membuat tulisan Anda hidup dan dapat membantu pembaca memahami tulisan.

Detail yang berasal dari pancaindera kita (menulis melalui indera kita), detail yang informatif, detail yang "agung"; dari situlah letak kebenarannya. Bukannya dari fakta.

Fakta: Kami makan malam pada pukul 6 malam.

Detail: Ayam panggang, kentang rebus merah, tongkol jagung, dan tomat dihidangkan saat makan malam. Jagungnya sedikit belum matang; jagung, yang dibelinya di pasar petani pagi tadi, tampaknya dipaksakan masak dari sebuah rumah kaca yang berada di tengah kota. Tentu saja, ini bukanlah sungguh-sungguh hasil dari ladang petani. selengkapnya... about Kebenaran Terletak Pada Detail

Peluang Menulis di Media Massa

Lahirnya ribuan media massa merupakan lampu hijau bagi para penulis yang rindu menyuarakan pikiran dan gagasannya kepada khalayak luas. Media massa mengundang para penulis, baik penulis lama maupun pemula untuk mengirimkan karya mereka, termasuk kolom. Tulisan kolom merupakan tulisan yang berupa pendapat pribadi yang dikemas dengan gaya khas penulis. Sahabat Penulis tentu saja bisa mengasah kemampuan menulis kolom dengan banyak membaca dan berlatih menulis kolom. selengkapnya... about Peluang Menulis di Media Massa

Menemukan Kesempatan Menulis

Ditulis oleh: Puji Arya Yanti

Ada sebuah ungkapan, "kesempatan tidak datang dua kali". Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan itu sangat berharga dan ketika hal itu datang, kita harus meresponsnya dengan baik. Jika tidak, kesempatan itu dapat hilang begitu saja. Demikian halnya dalam dunia tulis-menulis. Selalu ada kesempatan menulis bagi setiap orang, akan tetapi masih ada beberapa orang yang mungkin sulit melihat atau menemukan kesempatan itu.

selengkapnya... about Menemukan Kesempatan Menulis

Jiwa Sebuah Tulisan

Shalom,

Pernahkah Anda membaca sebuah tulisan dan merasa bahwa tulisan tersebut tidak "berinteraksi" dengan Anda? Ada banyak penjelasan dalam tulisan tersebut, namun tidak dapat Anda bayangkan dengan jelas, bahkan tidak terbayang sama sekali mengenai suasana, keadaan, waktu, emosi, ekspresi, dan sebagainya yang dapat membawa jiwa Anda menyatu dengan bacaan tersebut. Boleh dikatakan, tulisan tersebut tidak memiliki jiwa. Salah satu alasan mengapa tulisan menjadi tidak "berjiwa" adalah masalah detail tulisan. Banyak tulisan yang berisi pemaparan yang panjang lebar, namun tidak menuliskan dengan detail "rasa, bentuk, suasana, atau ekspresi" yang merupakan jiwa tulisan tersebut. Akibatnya, tujuan penulis pun bisa tidak tercapai, bahkan pembaca akan dengan cepat melupakan apa yang baru saja mereka baca. Tentu kita tidak ingin kita menulis dengan sia-sia, bukan? selengkapnya... about Jiwa Sebuah Tulisan

Kode Etik dan Tanggung Jawab Penulis untuk Hasil Tulisan yang Baik

Penulis atau pengarang yang ingin berekspresi melalui tulisannya, tentu tidak begitu saja menulis dengan sekehendak hatinya. Ia memunyai gagasan atau pemikiran yang ingin disampaikan kepada orang lain. Tentu ia juga harus lebih dahulu berpikir apakah orang lain dapat begitu saja memahami apa yang disampaikannya dalam tulisan itu? Sebab apabila cara penyampaiannya salah atau keliru, pembaca tidak akan memahaminya. Bisa jadi salah tafsir. Mungkin saja akan ada pembaca yang protes, bahkan membantah pendapatnya. selengkapnya... about Kode Etik dan Tanggung Jawab Penulis untuk Hasil Tulisan yang Baik

Penulis Dituntut Untuk Disiplin

Pada mulanya, Anda perlu banyak mendisiplinkan diri -- sampai Anda menyadari bahwa Anda ingin terus menulis, ketagihan menulis, dan menganggap kerja menulis jauh lebih mudah dibanding pekerjaan lain yang tidak melibatkan kegiatan tulis-menulis.

"Apakah Anda tidak menganggap ini sedikit berlebihan?"

Sama sekali tidak.

Ketika menulis, Anda memegang kendalinya; tidak seorang pun yang berhak mengatur (artikel ini pun tidak) apakah yang Anda akan tulis atau bagaimana Anda mengekspresikannya. Anda seorang diri di dalam ruang kerja Anda; merakit bukan dengan kayu dan paku, tetapi dengan kata-kata dan gagasan -- menciptakan puisi, cerita, dan dialog yang diucapkan serta dilakukan oleh tokoh cerita sesuai keinginan Anda. selengkapnya... about Penulis Dituntut Untuk Disiplin

Lima Langkah Penulisan yang Berhasil

Alasan utama mengapa banyak orang teknis -- sehebat apa pun ia dalam hal teknis -- mengalami kesulitan dalam menulis adalah karena mereka tidak tahu bagaimana mulai menulis. Mereka duduk di depan mesin ketik atau dengan bolpoin di tangan mereka dan berharap dapat mengisi kertas kosong dengan tulisan; mereka tidak tahu bahwa keterampilan dalam menulis, seperti halnya keterampilan teknis lain, membutuhkan pendekatan yang sistematis. selengkapnya... about Lima Langkah Penulisan yang Berhasil

Pages


Subscribe to Serba-serbi Dunia Penulisan