Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Serba-serbi Dunia Penulisan

Pemanfaatan Media Internet untuk Menulis

Oleh: Davida Welni Dana dan R.S. Kurnia

Keberadaan internet merupakan salah satu peluang yang sangat besar bagi para penulis. Tidak peduli apakah Anda adalah penulis pemula maupun penulis senior, Anda bisa memanfaatkan media internet untuk meraih publisitas seluas-luasnya. Apalagi kalau dikalkulasi, biayanya jauh lebih murah daripada menerbitkan barang cetakan. selengkapnya... about Pemanfaatan Media Internet untuk Menulis

Percaya Diri dalam Menulis

Sering kali, orang punya ide atau gagasan yang bagus dan ingin mengungkapkannya dengan menulis. Namun, tak jarang semua ide "brilian" itu menguap begitu saja karena kurangnya rasa percaya diri. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah sekadar karena kurangnya rasa percaya diri? Berikut ini contoh kalimat-kalimat yang menggambarkan hubungan antara menulis dan rasa percaya diri.

"Duh, aku nggak bisa nulis, nih!" "Duh, aku nggak tahu mau mulai dari mana?" "Terus, aku nulis apa, dong?" "Aku nggak yakin bakalan bisa nulis. Tulisanku kan jelek, ntar diketawain orang lagi!!!" selengkapnya... about Percaya Diri dalam Menulis

Simsalabim Untuk Berkarya!

Pada suatu lokakarya penulisan, seorang penulis mendatangi pemateri untuk meminta sentuhan "simsalabim" agar dia sukses dalam menulis. Pemateri itu pun mewejang "Penulis tidak memerlukan mantra untuk menulis. Ramuan terampuh saat menulis adalah menulis dan mencintai proses itu. Percayalah Anda akan mendapat kesenangan dan kepuasan dari dunia itu."

Sahabat penulis, saya juga sependapat dengan pemateri tersebut. Saya percaya bahwa bakat menulis adalah bibit yang dimiliki setiap orang. Tentu saja, kita memerlukan ketekunan dan motivasi dalam merawat bibit ini agar kita dapat menikmati buah yang manis pada akhirnya. Nah, e-Penulis edisi Agustus rindu memotivasi penulis dengan artikel "Mengapa Menulis itu Menyenangkan?" Tersedia pula pemaparan yang menggelitik untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan menulis dalam artikel, "Mengenali 7 Kebuntuan Penulis". Jangan lewatkan tokoh penulis Kristen yang memunyai peranan penting dalam filsafat, Søren Aabye Kierkegaard. Semoga dengan sajian e-penulis ini, sahabat semakin termotivasi untuk terus menulis.

Selamat menulis, selamat bersenang-senang! selengkapnya... about Simsalabim Untuk Berkarya!

Dunia Maya sebagai Tempat Menggali dan Berkreasi bagi Penulis

Oleh: R.S. Kurnia

Kekayaan dunia internet atau dunia maya tidak sekadar menghadirkan peluang bagi para penulis, khususnya penulis pemula. Kalau Anda masuk kategori pemula, Anda tidak perlu khawatir. Internet itu bagaikan perpustakaan raksasa yang menyediakan begitu banyak bahan dan informasi yang sangat berharga bagi Anda. Yang Anda perlukan hanya membuka alat penjelajah Anda lalu menelusuri perpustakaan maya ini. selengkapnya... about Dunia Maya sebagai Tempat Menggali dan Berkreasi bagi Penulis

Catatan dari Sebuah Klub Menulis

Salah satu hal yang membuat saya takjub pada hidup adalah ketika kita membiarkan hal-hal yang tak terduga datang. Kita seakan mengapung dengan keseimbangan "sempurna" di dalamnya. Tak ada dorongan berlebihan karena asa yang meluap-luap. Tak ada sesak karena penolakan dalam diri. Mengalir, begitu saja.

Seperti keberadaan saya di sebuah klub menulis ini. Tak terduga. Tanpa saya cari, tanpa saya tolak. Saya terima begitu saja, ketika ajakan dari seorang kawan itu menghampiri. Ini adalah klub menulis yang unik. Yang saya tahu, kebanyakan klub menulis di luar sana adalah sebuah klub yang lepas, hanya didasari oleh minat menulis. Tapi klub menulis ini dipayungi oleh satu organisasi dan berbicara atas nama satu sektor, HIV dan AIDS. Klub menulis ini bernama Klub Menulis Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), memiliki "tagline": Klub Menulis yang Menyenangkan. selengkapnya... about Catatan dari Sebuah Klub Menulis

Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Dua kalimat di atas seolah hanya permainan kata. Selintas keduanya bermakna sama dan mengarah pada satu kata yang oleh sebagian insan akademik sangat ditakuti: menulis! Di negeri ini, menulis memang masih menjadi momok. Beratus ribu, bahkan berjuta mahasiswa gagal menjadi sarjana hanya karena tidak bisa menulis. Deretan doktor dan profesor yang tidak terlalu signifikan antara jumlah dan perannya dalam membangun negeri ini, juga karena tidak bisa menulis. Tapi ironisnya, justru karena ketidakberdayaan orang-orang tersebut, biro skripsi-tesis-disertasi mendapat makan karena "menulis" untuk mereka.

Menulis yang sudah terlanjur ditakuti oleh masyarakat awam -- bahkan sebagian insan akademik. Menulis dianggap hanya bersendikan bakat dan menepikan latihan. Menulis menjadi bagian yang dianggap sebagian orang saja yang mampu, karena merupakan bawaan, padahal menulis hanyalah perkakas; ia bisa tajam dan bisa pula tumpul. "Mengasah" memiliki makna lain "berlatih". Artinya, keterampilan menulis bisa semakin memesona karena senantiasa dilatih dan digeluti dalam proses. Sebaliknya, ia bisa menjadi buruk kualitasnya -- bahkan sama sekali tak bermakna -- karena tidak pernah dicoba apalagi dilatih. selengkapnya... about Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Pada era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara tentang bahasa daerah—yang umumnya merupakan bahasa ibu di Nusantara tercinta—boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang. selengkapnya... about Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Seputar Penyuntingan Naskah

Disarikan oleh: Davida Welni Dana

Menjadi seorang penyunting (editor) ternyata bukanlah tugas yang biasa saja. Jika ingin menyandang jabatan itu, seseorang harus memikirkan bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk melengkapi dirinya dalam dunia yang luas, yaitu dunia literatur. Jadi, seorang penyunting tidak hanya bermodal ejaan yang baik dan benar saja, akan tetapi harus memiliki "beban" sebagai seorang penyunting yang baik dan benar pula. selengkapnya... about Seputar Penyuntingan Naskah

Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Membaca dan menulis adalah kegiatan yang sifatnya sangat personal. Ketika Anda punya minat kuat untuk membaca dan menulis, Anda sesungguhnya hanya berhadadapan dengan diri Anda. Jika Anda sudah berapi-api untuk membaca dan menulis, namun "bara api" yang berkobar di dalam diri Anda itu tiba-tiba padam, itu berarti yang memadamkannya adalah Anda sendiri.

Ada kemungkinan "api" itu padam karena Anda tak menemukan buku yang menyenangkan diri Anda. Sebuah buku yang ingin Anda baca mungkin saja tertemukan. Namun, Anda kemudian tidak dibuat senang oleh buku tersebut. Bahkan yang lebih parah, "api" membaca itu padam karena Anda disiksa oleh si buku. Kok bisa? Karena Anda tidak mencicipi lebih dahulu dan tidak bertanya kepada diri Anda secara tajam tentang alasan Anda ingin membaca buku tersebut. selengkapnya... about Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Nasionalisme dalam Pengembangan Bahasa

DALAM mengembangkan bahasa Indonesia, rupanya kita kurang menyimak pertumbuhan bahasa-bahasa lain di dunia, sehingga kita mengambil langkah yang sama kelirunya dengan langkah Italia atau Prancis ratusan tahun yang lalu. Dalam tata bahasa mungkin kita dapat memberikan kaidah gramatikal karena sintaksis memang pada dasarnya rule-governed. Dalam lafal, kita tidak selayaknya berusaha membuat standar, karena lafal seseorang adalah genetically-governed. selengkapnya... about Nasionalisme dalam Pengembangan Bahasa

Pages


Subscribe to Serba-serbi Dunia Penulisan