Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Dunia Penulisan Kristen

Tujuan, Kebiasaan, dan Proses Menulis Seorang Penulis yang Melayani

Ketika saya menulis, ada tiga tujuan hasil inspirasi dari Injil yang menjadi fokus tulisan saya -- saya ingin memuliakan Tuhan (1 Korintus 10:31), menyokong hamba-hamba Tuhan (Galatia 6:10), dan memenangkan dunia (Markus 16:15). Apapun topiknya, tujuan-tujuan tersebut selalu memberikan arahan kepada saya ketika menulis.

Ketika diminta untuk berbicara mengenai kebiasaan saya dalam menulis, saya menyadari, meskipun tidak memiliki kemampuan khusus mengenai hal tersebut, saya terbiasa untuk tidak tergesa-gesa dalam menulis dan selalu menguji apakah tulisan saya memenuhi paling tidak dua tujuan menulis yang sudah ditetapkan di atas -- salah satunya harus selalu memuliakan Allah. selengkapnya... about Tujuan, Kebiasaan, dan Proses Menulis Seorang Penulis yang Melayani

Teks dan Terjemahan Alkitab

Banyak generasi sebelum Perjanjian Baru ditulis, hamba-hamba Allah telah menulis kitab-kitab Perjanjian Lama. Kitab-kitab ini adalah kitab suci bangsa Yahudi; jadi kita telah menerimanya melalui saluran-saluran yang agak berbeda dari rute yang ditempuh oleh teks Perjanjian Lama. Teks Perjanjian Lama telah bertahan terhadap kekerasan waktu selama berabad-abad lebih lama daripada Perjanjian Baru. Para penulis Perjanjian Lama menulisnya dalam bahasa Ibrani dan Aram, sedangkan seluruh Perjanjian Baru telah ditulis dalam bahasa Yunani. Oleh karena perbedaan-perbedaan ini, kami akan menguraikan teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu secara terpisah. selengkapnya... about Teks dan Terjemahan Alkitab

Sepuluh Perintah Untuk Penulis Kristen

Dari mana Anda memulainya?

Bila Anda adalah seorang penulis Kristen, maka Anda memunyai ukuran tambahan dalam hal tanggung jawab menuliskan kata-kata yang sesuai dengan hati Tuhan. Standar integritas dan kebenaran yang lebih besar juga menjadi tanggung jawab Anda kepada Tuhan dan juga pembaca Anda. Oleh sebab itu muncullah standar kesempurnaan yang terus berkembang dalam penerbitan Kristen bagi seluruh penulis Kristen. Dengan seluruh harapan-harapan ini maka bagaimana Anda mulai menulis kata-kata Anda yang mencerminkan hati Tuhan? selengkapnya... about Sepuluh Perintah Untuk Penulis Kristen

Yesus, Hadirlah Dalam Pencarianku

"[Kata orang-orang majus itu,] '... Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.'... Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak." (Matius 2:2,7)

Alkitab adalah kitab yang berisi banyak pencarian dan penemuan, juga pengharapan dan penggenapan. Seluruh ciptaan mendambakan agar setiap manusia yang menderita tahu bahwa rencana Allah yang mulia, sempurna bagi mereka. Natal adalah jawaban Allah atas pengharapan dan pencarian setiap orang: baik itu pria, wanita, maupun anak-anak. selengkapnya... about Yesus, Hadirlah Dalam Pencarianku

Penulis Kristen

Dari seluruh harta yang dimiliki manusia, komunikasi merupakan harta yang paling berharga. Sejak zaman prasejarah, para pendongeng telah mendapat tempat yang baik di relung hati masyarakat. Gambar-gambar gua di Spanyol menunjukkan bahwa ribuan tahun yang lalu, tanpa bahasa tertulis pun orang telah berusaha melukiskan banyak kejadian melalui gambar.

Selang waktu yang lama, muncullah seni menulis, yang bagi bahasa lisan adalah bagaikan jalan raya yang dapat dilalui kendaraan. Kemudian, kurang lebih 500 tahun yang lalu, muncul huruf tercetak, yang memungkinkan ditemukannya mesin cetak. selengkapnya... about Penulis Kristen

Memperkuat Komitmen

Shalom,

Biasanya, awal tahun yang baru selalu menjadi momentum untuk memulai sebuah lembaran baru dalam kehidupan. Bagi para penulis, awal tahun yang baru bisa menjadi sebuah tonggak untuk lebih berkomitmen dalam menekuni dunia menulis. Redaksi e-Penulis berharap, dalam resolusi Anda tahun ini, ada komitmen untuk lebih produktif dalam menulis dan menelurkan karya-karya tulis yang semakin memuliakan Tuhan. selengkapnya... about Memperkuat Komitmen

Bekerja = Melayani Tuhan

Apa yang membedakan bekerja dan pelayanan? Dari kacamata seorang Kristen, ketika bekerja kita melayani Tuhan, dan ketika kita melayani kita bekerja untuk Tuhan. Bekerja di bidang apa pun, setiap orang percaya harus punya hati seorang hamba Tuhan. Apa pun yang dilakukan adalah untuk menyenangkan hati Tuannya, Yesus Kristus Tuhan.

Dalam edisi e-Penulis bulan September ini, kami mengajak Pembaca terkasih, khususnya yang berprofesi sebagai editor untuk melihat bahwa yang terutama dalam profesi ini adalah kita melayani Tuhan. Selain melayani Tuhan, editor Kristen pun melayani penerbit, penulis, dan pembaca. Selengkapnya mengenai pelayanan editor Kristen dapat Anda simak dalam kolom Artikel. Simak pula tip-tip untuk membantu editor memperkuat pesan dari sebuah buku melalui pertanyaan-pertanyaan bantuan dalam kolom Tips. Kiranya, seluruh sajian dalam e-Penulis bulan ini menjadi berkat bagi Anda. selengkapnya... about Bekerja = Melayani Tuhan

Editor Kristen Rindu Melayani

Melayani sesama berarti membimbing, menghargai, dan memenuhi kebutuhan orang lain. Bagi editor, pelayanan adalah cara hidup. Melayani orang lain merupakan aturan main paling penting bagi editor, termasuk bagi editor Kristen. Editor Kristen melayani empat tuan: penerbit, penulis, pembaca, dan Tuhan.

EDITOR MELAYANI PENERBIT

Penerbit adalah sebuah perusahaan atau organisasi atau perseorangan yang membiayai penerbitan, pencetakan, dan pendistribusian media bacaan. Dalam penerbitan, editor bertanggung jawab memperoleh, mengedit, dan memproduksi bahan-bahan bacaan.

Editor adalah mata dari perusahaan penerbitan. selengkapnya... about Editor Kristen Rindu Melayani

Tugas-Tugas Penyunting Kristen

  1. Seorang penyunting percaya sebuah buku yang baik dapat dibuat lebih baik lagi.

  2. Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi petunjuk objektif bagi penulis.

  3. Tidak takut mengatakan apa yang ia pikirkan tentang sebuah naskah dengan jujur, sekaligus menjaga perasaan penulis.

  4. Waspada dalam perhatiannya pada setiap kata, setiap kalimat, dan setiap tanda baca di dalam karya penulis.

  5. Menyuarakan karya penulis dengan nada yang lebih simpatik.

  6. Menyesuaikan diri dengan penulis, bukan sebaliknya.

  7. Perlu waktu. Tulisan yang baik membutuhkan waktu, demikian juga menyunting.

  8. Memiliki telinga bagi gaya penulis.

  9. Adalah pembaca yang paling objektif bagi buku yang akan diterbitkan.

  10. Paham bahwa tulisan yang jelas adalah penting bagi pikiran yang jernih.

  11. Mencoba menjadi penulis kedua tanpa mengubah istilah-istilah awal yang digunakan penulis.

  12. Menegaskan keunikan penulis.

  13. Dengan lembut memangkas keangkuhan, penilaian subjektivitas, kekeraskepalaan, maupun "kegaringan" penulis.

  14. Berkata, "Saya menambahkan ini untuk menunjukkan apa yang menurut saya salah, bukannya memaksakan yang menurut saya benar."

  15. Tidak pernah berkata, "Sudah saya bilang!"

Tiga Simbol Natal

Ada tiga simbol yang berarti Natal -- yang benar-benar bermakna Natal.

Yang pertama adalah buaian bayi. Dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh manusia, Alkitab menggambarkan Tuhan dalam bentuk manusia dalam sosok seorang bayi kecil! Di sana, di Bethlehem, dalam buaian yang berisi harapan dan impian dunia yang sedang sekarat, tangan kecil dan montok yang mengenggam jerami dalam palungan-Nya itu akan menyembuhkan mata yang buta, telinga yang tuli, dan meredakan keganasan lautan; kaki-kaki kecil itu akan mengantarkan-Nya ke tempat mereka yang sedang sakit dan membutuhkan. Kaki-kaki itu juga yang akan dipaku di kayu salib Kalvari. Palungan di Bethlehem yang terpencil menjadi penghubung yang mengikat dunia yang terhilang kepada Tuhan yang penuh kasih. selengkapnya... about Tiga Simbol Natal

Pages


Subscribe to Dunia Penulisan Kristen