Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kaidah dan Pemakaian Bahasa

Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

Kawan saya, seorang editor baru, kerap dibuat puyeng dengan sejumlah kaidah bahasa Indonesia. Harap maklum, dia lulusan ITB dan memang menjadi (lebih tepatnya sebagai kopieditor), sebelum ideal disebut editor. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

EyD Itu Rumit?

Harus diakui, memang, kita sering kelabakan ketika berhadapan hanya dengan EyD. Bayangkan saja, kita harus mengerti mengenai penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, yang hingga sekarang saja masih sering membingungkan kita. Ada pula masalah penggunaan tanda baca yang terdiri dari tanda titik (.), tanda koma (,), titik dua (:), tanda petik ganda ("), tanda petik tunggal ('), atau tanda pisah (-–) yang sering disalahmengerti dengan tanda hubung (-). Atau ketika kita berhadapan dengan aspek morfologi. Kita masih sulit menentukan mana yang benar antara, misalnya mempercayai dan memercayai; mempengaruhi dan memengaruhi. selengkapnya... about EyD Itu Rumit?

Kalimat Tanpa Objek atau Pelaku

Penulis: Lie Charlie

Kalimat "Ibu Aminah sudah melahirkan" dianggap sempurna walaupun tidak mengandung objek. Kalimat ini malah akan terkesan lucu atau tersinyalir mengejek jika dibubuhi objek, "Ibu Aminah sudah melahirkan anak", karena tidak lazim. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Kalimat Tanpa Objek atau Pelaku

Ibadah dan Ibadat

Apa yang membedakan kata ibadah dengan ibadat? Cara yang paling gampang tentu dengan meraih kamus dan melihat apa yang dikatakan kamus tentang kedua kata tersebut. Maka cobalah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga pada halaman 415. Pada halaman pertama dari daftar huruf I itu, kita langsung bertemu dengan kedua kata tersebut.

Baik ibadah maupun ibadat sepertinya bisa saling menggantikan. Pada lema ibadah, tercantum salah satu artinya ialah "ibadat". Demikian pula sebaliknya. Tapi benarkah keduanya bisa saling menggantikan? Belum tentu! Coba lihat pengertian lain yang ditawarkan oleh KBBI yang ukurannya memang besar itu. selengkapnya... about Ibadah dan Ibadat

Lugas, Baku, dan Indah

ANDAI saja semua karya tulis yang dipublikasikan (surat kabar, buku, novel, pamflet, teks pidato presiden, dan lain-lain) selalu berkarakter lugas, baku, dan indah. Maka, kapasitas berbahasa masyarakat kita akan terus terasah, selain kian pintar. Betapa tidak, karena setiap naskah akan menjadi media bacaan menarik, informatif, dan inspiratif. selengkapnya... about Lugas, Baku, dan Indah

Penerbit dan Anak Perusahaannya

Masih berkenaan dengan tulisan mengenai bibliografi sebelum ini, ternyata ada juga informasi lain yang bisa memusingkan pencantuman bibliogafi. Kali ini menyangkut masalah nama penerbit. selengkapnya... about Penerbit dan Anak Perusahaannya

"Rp" Itu Bukan Singkatan

Bahasa Indonesia sesungguhnya adalah bahasa yang mudah dipelajari dan mudah dipakai. Buktinya hingga saat ini digunakan oleh lebih dari 100 juta orang -- paling tidak di Nusantara ini -- belum lagi orang asing yang makin banyak berbahasa Indonesia dengan lancar. Sayangnya, banyak yang kurang peduli terhadap aturan mainnya, terutama dalam penggunaan tanda baca. Contohnya, beberapa iklan di bawah ini yang tayang di sebuah harian nasional.

Iklan 1: "Rp. 1000,-/ ekor -- Festival Bebek Panggang" selengkapnya... about "Rp" Itu Bukan Singkatan

Translasi Berdimensi Budaya

Oleh: Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.

Pernahkah Anda merasa sangat geli dan kemudian tertawa sendiri di dalam hati ketika mendengar seseorang menerjemahkan bentuk kebahasaan tertentu dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia?

Demikian sebaliknya, terjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Kemudian, translasi frasa, translasi kata, translasi ungkapan, dan translasi idiom dalam bahasa-bahasa daerah yang ada di bumi Nusantara. selengkapnya... about Translasi Berdimensi Budaya

Setop Menulis Stop!

Oleh: Davida Dana

Seorang penulis memiliki beberapa sahabat yang harus ada ketika sedang menulis. Salah satu sahabat yang mutlak dimiliki penulis adalah kamus. Jika di Indonesia, maka yang mutlak ada yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bersahabat dengan kamus dapat menambah perbendaharaan pemilihan kata agar kita dapat lebih variatif lagi ketika menulis. Dengan pemilihan kata yang tepat dan variatif, proses menulis pun bisa lebih menyenangkan. selengkapnya... about Setop Menulis Stop!

Luluhnya "P" Sehabis "Me-"

Oleh: Sally Pattinasarany

Akhir-akhir ini kita dibingungkan oleh kata mempunyai dan memunyai. Media massa pun dibuatnya begitu. Lihat artikel di Pikiran Rakyat, 18 Oktober 2002 (Pimpinan Harus Selalu Harmonis) dan terbitan 1 Juli 2002 (Memberantas Pencucian Uang). Pada artikel pertama, terdapat kalimat: "... meminta agar warga Bandung memunyai perhatian ...." Sedangkan pada artikel kedua, ada kalimat: "... sebaliknya, Singapura sendiri mempunyai semacam kebijakan ...." selengkapnya... about Luluhnya "P" Sehabis "Me-"

Pages


Subscribe to Kaidah dan Pemakaian Bahasa