Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Kaidah dan Pemakaian Bahasa

Betulkah Bentuk Mengkritisi?

Menggunakan bahasa secara tepat dan benar tidaklah mudah. Tentu saja diperlukan pengetahuan tentang bahasa itu melalui pelajaran khusus. Pengetahuan berbahasa secara alami saja tidak cukup. Di sekolah, guru mengajarkan kepada murid-muridnya bagaimana bahasa yang benar tentang makna kata, bentuk kata, dan susunan kata dalam kalimat. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Betulkah Bentuk Mengkritisi?

Unsur-Unsur Tulisan yang Efektif (Tata Bahasa: Kaidah DM)

Sasaran kita adalah bagaimana membuat unsur-unsur tulisan itu menjadi efektif. Kalau unsur-unsur tulisan itu efektif, maka dengan sendirinya tulisan itu menjadi efektif. Hal-hal yang harus diperhatikan mencakup kata yang efektif, kalimat yang efektif, dan alinea yang efektif. Mari kita bahas satu per satu unsur tersebut. selengkapnya... about Unsur-Unsur Tulisan yang Efektif (Tata Bahasa: Kaidah DM)

Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

Kawan saya, seorang editor baru, kerap dibuat puyeng dengan sejumlah kaidah bahasa Indonesia. Harap maklum, dia lulusan ITB dan memang menjadi (lebih tepatnya sebagai kopieditor), sebelum ideal disebut editor. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

EyD Itu Rumit?

Harus diakui, memang, kita sering kelabakan ketika berhadapan hanya dengan EyD. Bayangkan saja, kita harus mengerti mengenai penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, yang hingga sekarang saja masih sering membingungkan kita. Ada pula masalah penggunaan tanda baca yang terdiri dari tanda titik (.), tanda koma (,), titik dua (:), tanda petik ganda ("), tanda petik tunggal ('), atau tanda pisah (-–) yang sering disalahmengerti dengan tanda hubung (-). Atau ketika kita berhadapan dengan aspek morfologi. Kita masih sulit menentukan mana yang benar antara, misalnya mempercayai dan memercayai; mempengaruhi dan memengaruhi. selengkapnya... about EyD Itu Rumit?

Kritik Sastra

  1. Pengertian Kritik Sastra

  2. Istilah "kritik" (sastra) berasal dari Bahasa Yunani yaitu "krites" yang berarti "hakim". "Krites" sendiri berasal dari "krinein" yang berarti "menghakimi"; "kriterion" yang berarti "dasar penghakiman" dan "kritikos" berarti "hakim kesusastraan". Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni. selengkapnya... about Kritik Sastra

Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Ketika rezim Orde Baru berkuasa, kebebasan pers dibungkam. Pemerintah bersikap antikritik. Segalanya harus berjalan sesuai keinginan pemerintah -- yang direpresentasikan oleh sosok Soeharto. Mereka yang membangkang pasti diberedel aparat. Nasib Tempo, misalnya. Diberedel karena terlalu nyaring "menyalak" pada pemerintah. selengkapnya... about Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Fungsi Bahasa Indonesia secara Politis

Secara politis, fungsi bahasa Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Kedua fungsi tersebut dilandasi oleh landasan filosofis dan yuridis. Landasan filosofis bahasa Indonesia terekam dalam baris ke tiga Sumpah Pemuda yang berbunyi "Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia". selengkapnya... about Fungsi Bahasa Indonesia secara Politis

Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Ada kata baru dalam perbendaharaan bahasa Indonesia: unggah -- yang berarti upload. Kata ini untuk menimpali "unduh" -- yang berarti download yang muncul lebih dulu. Saya tidak tahu persis kapan sebenarnya "unggah" masuk ke dalam bahasa kita. Mungkin sebelumnya ada orang yang menggunakannya. Akan tetapi, yang jelas Kompas menggunakan kata tersebut. Kemunculan kata ini tampaknya dipicu oleh beredarnya sebuah video, yang tiba-tiba membuat orang berkepentingan untuk menemukan padanan upload dalam bahasa Indonesia. Ditemukanlah unggah -- yang secara etimologi, menurut saya, mendudukkan seseorang (biasanya anak kecil) pada tempat duduk yang tinggi. selengkapnya... about Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Bahasa dan Pembangunan Karakter Bangsa

Karakter diinterpretasikan sebagai realisasi operasional jati diri atau identitas seseorang atau suatu bangsa jika seseorang atau suatu bangsa dihadapkan pada masalah yang harus diselesaikan atau diatasi untuk mencapai kesejahteraannya. selengkapnya... about Bahasa dan Pembangunan Karakter Bangsa

Tergelincir Dalam Sintaksis

Jakarta (ANTARA News) - Atlet ski es yang andal terbiasa bermanuver dalam kelokan sulit dan berbahaya. Karena andal, sang atlet meluncur dengan aman dan gemulai. Namun sehandal apa pun, sesekali dia pernah tergelincir dalam aksinya. Ibarat kata pepatah: sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu juga pengalaman wartawan atau mereka yang bergerak di dunia olah kata. Mereka sesekali tergelincir dalam sintaksis atau tata kata.

Di halaman 31, pada berita bertajuk "UEFA Melawan Rasialisme", edisi 28, Juni 2012, sebuah harian terkemuka Ibu Kota menulis: selengkapnya... about Tergelincir Dalam Sintaksis

Pages


Subscribe to Kaidah dan Pemakaian Bahasa