Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Kaidah dan Pemakaian Bahasa

Salah Kaprah Penggunaan Bahasa Indonesia

Bergandengan dan Saling Pukul

"Ia berjalan bergandengan tangan." Mengapa tidak ditulis: "Mereka berjalan bergandengan tangan?" Benar, jika ditulis, "Ia bergandengan tangan dengan pacarnya." selengkapnya... about Salah Kaprah Penggunaan Bahasa Indonesia

Yuk, Kurangi Istilah Asing

Masalah kebahasaan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya. Dalam hubungan dengan kehidupan masyarakat bahasa Indonesia, telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tatanan kehidupan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. selengkapnya... about Yuk, Kurangi Istilah Asing

Kritik Sastra

  1. Pengertian Kritik Sastra

  2. Istilah "kritik" (sastra) berasal dari Bahasa Yunani yaitu "krites" yang berarti "hakim". "Krites" sendiri berasal dari "krinein" yang berarti "menghakimi"; "kriterion" yang berarti "dasar penghakiman" dan "kritikos" berarti "hakim kesusastraan". Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni. selengkapnya... about Kritik Sastra

Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Ketika rezim Orde Baru berkuasa, kebebasan pers dibungkam. Pemerintah bersikap antikritik. Segalanya harus berjalan sesuai keinginan pemerintah -- yang direpresentasikan oleh sosok Soeharto. Mereka yang membangkang pasti diberedel aparat. Nasib Tempo, misalnya. Diberedel karena terlalu nyaring "menyalak" pada pemerintah. selengkapnya... about Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Ada kata baru dalam perbendaharaan bahasa Indonesia: unggah -- yang berarti upload. Kata ini untuk menimpali "unduh" -- yang berarti download yang muncul lebih dulu. Saya tidak tahu persis kapan sebenarnya "unggah" masuk ke dalam bahasa kita. Mungkin sebelumnya ada orang yang menggunakannya. Akan tetapi, yang jelas Kompas menggunakan kata tersebut. Kemunculan kata ini tampaknya dipicu oleh beredarnya sebuah video, yang tiba-tiba membuat orang berkepentingan untuk menemukan padanan upload dalam bahasa Indonesia. Ditemukanlah unggah -- yang secara etimologi, menurut saya, mendudukkan seseorang (biasanya anak kecil) pada tempat duduk yang tinggi. selengkapnya... about Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Pake "kes" Apa "kad"?

"Bayarnya pake 'kes' apa 'kad'?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada 'river view'nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya.

"Bayarnya pake "kes" apa "kad"?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada "river view"nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya. selengkapnya... about Pake "kes" Apa "kad"?

AC, VCD, DVD, TV, UII, UGM, HP

Tidak diragukan lagi bahwa singkatan-singkatan seperti AC, VCD, DVD, dan TV sudah menjadi bagian integral dari bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa nusantara lain. Setiap hari, singkatan tersebut kita temui di berbagai konteks atau malah kita gunakan sendiri. Tentu ini sah-sah saja. Orang yang kreatif sekaligus menolak pengaruh bahasa Inggris yang terlalu dahsyat dalam bahasa Indonesia, pasti dapat mengajukan alternatif lain yang lebih menusantara. selengkapnya... about AC, VCD, DVD, TV, UII, UGM, HP

Ragam Tutur dan Kesantunan

Seorang mahasiswa di Semarang yang tidak mau disebut namanya, menanyakan bedanya rasa hormat dan rasa santun. Tingkat tutur atau "speech level" dalam masyarakat tutur Jawa, digunakan untuk menyampaikan rasa hormat ataukah rasa santun? Hadirnya bahasa ragam tutur yang sepertinya sekarang lebih banyak berkembang dan lebih banyak diminati daripada bahasa baku, harus dipahami sebagai fenomena bahasa yang bagaimana? Bagaimana gambaran perkembangan bahasa di masa mendatang, jika dikaitkan dengan fenomena bahasa itu? Mohon penjelasan!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa salah satu makna dari kata "hormat" adalah takzim, sopan. Demikian pula kata "sopan", salah satu maknanya adalah hormat, takzim. Kata santun, memiliki makna sopan dan halus budi bahasa atau tingkah lakunya. Sementara kata "takzim", memiliki makna amat hormat dan sopan. Dengan mencermati makna-makna tersebut, dapat disimpulkan bahwa di dalam sumber tersebut, tidak terlalu dibedakan pengertian hormat dan santun. selengkapnya... about Ragam Tutur dan Kesantunan

Ragam Bahasa Baku

Bahasa standar selamanya adalah bahasa tulisan.

Sutan Takdir Alisjahbana

Ragam bahasa baku itu merupakan ragam bahasa yang standar, bersifat formal. Tuntutan untuk menggunakan ragam bahasa seperti ini biasa ditemukan dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal, dalam tulisan-tulisan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi), percakapan dengan pihak yang berstatus akademis yang lebih tinggi, dan sebagainya. selengkapnya... about Ragam Bahasa Baku

Pages


Subscribe to Kaidah dan Pemakaian Bahasa