Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kaidah dan Pemakaian Bahasa

Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan, Pemakaian Huruf, dan Pemisahan Suku Kata

Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. selengkapnya... about Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan, Pemakaian Huruf, dan Pemisahan Suku Kata

Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Ketika rezim Orde Baru berkuasa, kebebasan pers dibungkam. Pemerintah bersikap antikritik. Segalanya harus berjalan sesuai keinginan pemerintah -- yang direpresentasikan oleh sosok Soeharto. Mereka yang membangkang pasti diberedel aparat. Nasib Tempo, misalnya. Diberedel karena terlalu nyaring "menyalak" pada pemerintah. selengkapnya... about Menyoal Etika Menulis Di Media Massa

Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Ada kata baru dalam perbendaharaan bahasa Indonesia: unggah -- yang berarti upload. Kata ini untuk menimpali "unduh" -- yang berarti download yang muncul lebih dulu. Saya tidak tahu persis kapan sebenarnya "unggah" masuk ke dalam bahasa kita. Mungkin sebelumnya ada orang yang menggunakannya. Akan tetapi, yang jelas Kompas menggunakan kata tersebut. Kemunculan kata ini tampaknya dipicu oleh beredarnya sebuah video, yang tiba-tiba membuat orang berkepentingan untuk menemukan padanan upload dalam bahasa Indonesia. Ditemukanlah unggah -- yang secara etimologi, menurut saya, mendudukkan seseorang (biasanya anak kecil) pada tempat duduk yang tinggi. selengkapnya... about Unggah, Unggah Unggih? Sebuah Usulan Terobosan Baru

Kritik Sastra

  1. Pengertian Kritik Sastra

  2. Istilah "kritik" (sastra) berasal dari Bahasa Yunani yaitu "krites" yang berarti "hakim". "Krites" sendiri berasal dari "krinein" yang berarti "menghakimi"; "kriterion" yang berarti "dasar penghakiman" dan "kritikos" berarti "hakim kesusastraan". Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni. selengkapnya... about Kritik Sastra

Penggunaan Tanda Koma

Sumber : Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
  • Satu, dua, ... tiga!

    2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
    kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti `tetapi`
    atau `melainkan`.
    Misalnya:

  • Edisi Publikasi: 
    Kolom Publikasi: 

    Definisi, Jenis, dan Macam Frasa

    Kalimat terdiri atas beberapa satuan. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu. Fungsi yang dimaksud, yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel.), dan Keterangan (Ket.). Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. Fungsi yang wajib ada, yaitu subjek dan predikat. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata, frasa, maupun klausa. selengkapnya... about Definisi, Jenis, dan Macam Frasa

    Soak

    Ketika membaca sebuah berita di lembaran "Kabar Jabar" koran Republika terbitan 26 Desember 2012 halaman 26, saya dihentikan oleh sepotong kata: rutilahu. Saya balik ke awal. Ternyata "rutilahu" itu akronim dari rumah tidak layak huni. selengkapnya... about Soak

    Penggunaan Huruf Kapital

    Penulis : Dendy Sugono
    Huruf kapital (huruf besar) dipakai sebagai huruf pertama dalam:

     

    1. Petikan langsung.
      Contoh: Andi berkata, "Lihat Bu, apa yang telah saya buat di sekolah"
    Edisi Publikasi: 
    Kolom Publikasi: 

    Kesalahan Ejaan

    Kolom Publikasi: 

    Pages


    Subscribe to Kaidah dan Pemakaian Bahasa