Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Biografi Penulis Terkenal

Timothy F. LaHaye

Diringkas oleh: Yohanna Prita Amelia

Timothy F. LaHaye adalah seorang pendeta, penulis, dan pembicara yang dilahirkan di Detroit, Michigan, pada tanggal 27 April 1926. Dia telah menulis lima puluh buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Ayahnya meninggal pada saat dia berusia 9 tahun. LaHaye bergabung dengan angkatan udara pada tahun 1944 setelah menamatkan sekolah malamnya. LaHaye mendapat gelar B.A. dari Universitas Bob Jones pada tahun 1950. Pada tahun 1958, LaHaye sekeluarga pindah ke San Diego, California, di mana dia menjadi pendeta di Scott Memorial Baptist Church. selengkapnya... about Timothy F. LaHaye

Lee Strobel

Sudah banyak yang mengenal Lee Strobel melalui buku-bukunya. Kebanyakan dari mereka mengenalnya sebagai seorang ateis yang akhirnya menerima Yesus setelah melakukan investigasi terhadap kebenaran-kebenaran Alkitab. Investigasi Lee inilah yang kemudian dibukukan dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Tidak banyak yang mengenal Lee, selain fakta bahwa beliau sebelumnya adalah seorang ateis. Sebenarnya, seperti apakah sosok Lee Strobel yang sesungguhnya? selengkapnya... about Lee Strobel

Pdt. Weinata Sairin, M.Th.: Pelayanan Pendeta Penulis

Diringkas oleh: Davida Welni Dana

Tokoh penulis kali ini merupakan seorang pendeta yang juga aktif sebagai pengurus berbagai organisasi kekristenan, Pdt. Weinata Sairin, M.Th. Beliau juga adalah seseorang yang sangat berminat pada bidang sastra, jurnalistik, dan penulisan di bidang keagamaan, gereja, dan masyarakat.

Selain menulis pada berbagai media massa, ia menulis narasi Natal untuk Perayaan Natal KORPRI Pusat & ABRI sejak tahun 1990, dan bersama TB Silalahi, ia menulis naskah oratorium Natal KORPRI Pusat dan ABRI tahun 1995 dan 1996. selengkapnya... about Pdt. Weinata Sairin, M.Th.: Pelayanan Pendeta Penulis

Ted Dekker

Diringkas oleh: Sri Setyowati

Ted Dekker (lahir 24 Oktober 1962) adalah seorang penulis laris versi majalah Times New York. Dia terkenal akan novel-novelnya yang menggetarkan hati dengan karakter-karakternya yang kompleks dan tak terlupakan. Pada awal kariernya, dia menulis beberapa cerita rohani yang menggetarkan hati, dan novel-novelnya dikategorikan sebagai karya fiksi Kristen. Novel-novel Dekker berikutnya adalah perpaduan ide utama novel-novelnya seperti "Adam", "Thr3e", "Skin", "Obsessed and BoneMan's Daughters", dan "Fantasy" -- roman yang mengeksplorasi iman secara metafora. Buku-bukunya yang paling terkenal di antaranya adalah "Circle Series: Black, Red, White, Green"; "Paradise Books: Showdown, Saint, Sinner, House" (bersama Frank Peretti); dan "Skin". selengkapnya... about Ted Dekker

Grace Livingston Hill, Novelis Yang Setia Menyampaikan Pesan Tuhan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Grace Livingston Hill dikenal publik sebagai "Ratu Novel Kristen". Banyak orang yang mengaguminya. Grace adalah anak tunggal seorang pastor Presbiterian yang lahir sehari setelah peristiwa penembakan Presiden Abraham Lincoln. Grace mulai mengenal tulisan melalui buku cerita yang dibacakan orang tuanya.

Grace memutuskan untuk menjadi penulis setelah suaminya meninggal. Pengalamannya menjanda memberikan kontribusi besar dalam tulisan-tulisannya. Dalam 1 tahun, rata-rata ada dua novel yang ditelurkannya. Novel pertamanya adalah "A Chautauqua Idyl" (1887). Kemudian ia menulis "The Witness" (Saksi) (1939) yang menarik perhatian harian Sunday School Herald dan yang membuat banyak orang menjadi percaya kepada Kristus serta memperbarui komitmen iman Kristen mereka. Ada juga "A Girl to Come Home To" (Gadis yang Pulang ke Rumah) yang bercerita tentang seorang veteran yang pertama kali melihat pertempuran berdarah lalu menjadi kecewa. Imannya lalu dikuatkan kembali sepulangnya dari medan perang. Sementara buku terakhir Grace yang terbit adalah "Where Two Ways Meet" (Tempat Dua Jalan Bertemu). Selain menulis novel, ia juga menulis kolom religius, "The Christian Endeavor Hour", dan berkolaborasi dengan Evangeline Booth untuk menulis "The War Romance of Salvation Army" (Romans Perang Bala Keselamatan) (1918).

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Grace Livingston Hill dikenal publik sebagai "Ratu Novel Kristen". Banyak orang yang mengaguminya. Grace adalah anak tunggal seorang pastor Presbiterian yang lahir sehari setelah peristiwa penembakan Presiden Abraham Lincoln. Grace mulai mengenal tulisan melalui buku cerita yang dibacakan orang tuanya.

Grace memutuskan untuk menjadi penulis setelah suaminya meninggal. Pengalamannya menjanda memberikan kontribusi besar dalam tulisan-tulisannya. Dalam 1 tahun, rata-rata ada dua novel yang ditelurkannya. Novel pertamanya adalah "A Chautauqua Idyl" (1887). Kemudian ia menulis "The Witness" (Saksi) (1939) yang menarik perhatian harian Sunday School Herald dan yang membuat banyak orang menjadi percaya kepada Kristus serta memperbarui komitmen iman Kristen mereka. Ada juga "A Girl to Come Home To" (Gadis yang Pulang ke Rumah) yang bercerita tentang seorang veteran yang pertama kali melihat pertempuran berdarah lalu menjadi kecewa. Imannya lalu dikuatkan kembali sepulangnya dari medan perang. Sementara buku terakhir Grace yang terbit adalah "
WHERE Two Ways Meet" (Tempat Dua Jalan Bertemu). Selain menulis novel, ia juga menulis kolom religius, "The Christian Endeavor Hour", dan berkolaborasi dengan Evangeline Booth untuk menulis "The War Romance of Salvation Army" (Romans Perang Bala Keselamatan) (1918). selengkapnya... about Grace Livingston Hill, Novelis Yang Setia Menyampaikan Pesan Tuhan

William Blake (1757 -- 1827)

William Blake terlahir di London sebagai putra seorang Irlandia. Semasa muda ia bekerja sambil belajar memperoleh keahlian sebagai seorang pemahat di Royal Academy, dan membiayai hidupnya sebagai pembuat ilustrasi untuk penerbit London. Ia sering merasa lemah dan nyaris tidak pernah dihargai sepenuhnya oleh penulis lainnya pada zamannya. Namun kini, Blake dihormati sebagai salah seorang tokoh paling masyhur sepanjang sejarah puisi dan kesenian.

Seperti penyair lain dari era Romantik, Blake melihat ke alam dengan penuh rasa ingin tahu yang menyegarkan. Ia menemukan misteri dan keindahan dalam kehidupannya sendiri. Tulisan dan karya seninya serupa dengan penyair Romantik lain, yang masih menyisakan sifat individualis. Satu ciri khas penting dari kepenulisannya ialah kebergantungannya pada simbol yang begitu rumit. Simbol-simbol itu kini telah menjadi jelas dan dipahami sepenuhnya oleh beberapa pembacanya. selengkapnya... about William Blake (1757 -- 1827)

William Shellabear: Penerjemah Alkitab

Pada tahun 1890 para misionaris di Singapura sangat memerlukan terjemahan baru Alkitab ke dalam bahasa Melayu. William Shellabear tampil dengan bakat istimewa sekaligus komitmen jangka panjang untuk mengerjakannya. Hasil akhirnya adalah sebuah Alkitab lengkap terakhir berbahasa Melayu yang dikerjakan oleh penerjemah tunggal.

Shellabear dididik sebagai seorang insinyur dan serdadu. Ia tiba di Singapura pada tahun 1885 untuk memimpin sebuah resimen tentara Melayu. Pada tahun 1890, atas dorongan Uskup James Thoburn, Shellabear meletakkan jabatannya dan kembali ke Inggris untuk mempelajari keterampilan cetak untuk percetakan Gereja Methodis. Pada tahun 1891, ia kembali ke Singapura dan segera mulai menerbitkan dan menerjemahkan literatur Kristen ke dalam bahasa Melayu. Karena memiliki dana serta peralatan cetak yang paling modern di kawasan itu, Shellabear pun menjadi anggota misi yang paling senior dan paling berkuasa secara politik. selengkapnya... about William Shellabear: Penerjemah Alkitab

Perjalanan Sang Penulis, John Bunyan

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

John Bunyan lahir pada tahun 1628 di sebuah kota kecil bernama Elstow, Bedford, di sebelah selatan Inggris. Tidak seperti penulis besar lainnya, dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana sehingga dia tidak dapat mengenyam pendidikan. Ayahnya adalah seorang tukang patri, yaitu seseorang yang bekerja memperbaiki panci dan belanga, serta melakukan pekerjaan menempa lainnya. Pekerjaan ini diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga sulit baginya untuk keluar dari jerat kemiskinan. selengkapnya... about Perjalanan Sang Penulis, John Bunyan

Søren Aabye Kierkegaard

Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu

Søren Aabye Kierkegaard lahir pada tanggal 5 Mei 1813 di Kopenhagen, Denmark. Ayah Kierkegaard berperan besar dalam perkembangan dirinya saat masih kanak-kanak dan membantu mengembangkan imajinasinya Ayahnya sering mengundang sejumlah teman untuk makan malam dan berdiskusi tentang filsafat.

Masa kanak-kanak Kierkegaard yang dilewatkan dalam kesepian. Kierkegaard menjadi bahan ejekan teman-temannya di sekolah karena dia selalu kelihatan paling aneh dan karena fisiknya yang lemah. Pada tahun 1830, saat berusia 17 tahun, dia diterima di Universitas Kopenhagen. Ia berusaha keras, khususnya pada tahun pertama kuliah, menikmati eksplorasi berbagai ide dan banyak membaca. Dia terlihat bahagia dan sangat menikmati kehidupan kampus, menyukai film, dan diskusi. Kierkegaard menjadi populer, meskipun orang-orang kurang menyukainya karena pemikirannya yang terkadang kejam. selengkapnya... about Søren Aabye Kierkegaard

Victor Hugo (1802-1885)

Dirangkum oleh: Kristina Dwi Lestari

Victor Hugo dilahirkan di Besancon, Perancis, 26 Februari 1802. Nama lengkapnya adalah Victor Marie Comte Hugo, putra seorang jenderal yang cukup terkemuka di zaman Napoleon. Ayahnya pernah menjadi gubernur di Spanyol dan Italia. Sejak usia lima belas tahun, ia telah menulis puisi. Pada tahun 1817, ia mendapat pujian dalam sayembara yang diadakan Akademi Perancis. Lalu pada tahun 1819, ia memperoleh hadiah sastra dari Academie des Jeux Floraux de Toulouse.

[block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Victor Hugo (1802-1885)

Pages


Subscribe to Biografi Penulis Terkenal