Søren Aabye Kierkegaard

Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu

Søren Aabye Kierkegaard lahir pada tanggal 5 Mei 1813 di Kopenhagen, Denmark. Ayah Kierkegaard berperan besar dalam perkembangan dirinya saat masih kanak-kanak dan membantu mengembangkan imajinasinya Ayahnya sering mengundang sejumlah teman untuk makan malam dan berdiskusi tentang filsafat.

Masa kanak-kanak Kierkegaard yang dilewatkan dalam kesepian. Kierkegaard menjadi bahan ejekan teman-temannya di sekolah karena dia selalu kelihatan paling aneh dan karena fisiknya yang lemah. Pada tahun 1830, saat berusia 17 tahun, dia diterima di Universitas Kopenhagen. Ia berusaha keras, khususnya pada tahun pertama kuliah, menikmati eksplorasi berbagai ide dan banyak membaca. Dia terlihat bahagia dan sangat menikmati kehidupan kampus, menyukai film, dan diskusi. Kierkegaard menjadi populer, meskipun orang-orang kurang menyukainya karena pemikirannya yang terkadang kejam.

Kierkegaard mempertahankan tesis magisternya, "Tentang Konsep Ironi", pada bulan September 1841. Selama sisa hidupnya, Kierkegaard hidup menyendiri, dengan seorang pembantu, tidak memiliki teman dekat, dan mengabdikan dirinya untuk menulis. Dia senang menelusuri jalan-jalan Kopenhagen dan mengobrol dengan orang-orang yang ia temui. Dia juga senang berkumpul dengan sejumlah kerabatnya yang masih muda dan bagi mereka ia adalah figur menyenangkan yang kunjungan-kunjungannya sangat mereka nantikan.

Walaupun sering terlihat di teater untuk selingan, dia sering menyendiri di kamarnya dan menghabiskan waktu untuk melanjutkan tulisan-tulisannya sampai larut malam. Antara tahun 1842 sampai 1845 ia menghasilkan sejumlah karya penting dengan nama samaran -- "Either/Or, Repetition" dan "Fear and Trembling" (1843), "Philosophica", "Fragments" dan "The Concept of Anxiety" (1844), serta "Concluding Unscientific Postscript" dan "Stages on Life"s Way" (1845), meskipun pada saat yang sama ia juga menulis beberapa bagian dari karya besarnya, "Edifying Discourses" -- khotbah-khotbah yang dibuatnya untuk dibaca keras-keras. Pada bulan Desember 1845 dia terlibat dalam perdebatan publik yang sangat sengit dengan Corsair -- sebuah surat kabar yang menentang sensor yang ketat pada masa itu dan menjual gosip tentang orang-orang kaya.

Kierkegaard melanjutkan tulisannya, tetapi mengubah gaya dan pendekatan yang dilakukannya. Buku-bukunya cenderung menjadi bertema religius. Dia menerbitkan "Works of Love" dan "Edifying Discourses" pada tahun 1847, "Christian Discourses" pada tahun 1848, "The Lilies of the Field and the Birds of the Air", dan "Three Discourses on Communion on Fridays" pada tahun 1849. dan juga "Sickness unto Death" dengan nama samaran Anti-climacus, yang mengangkat kembali masalah-masalah yang dibahasnya dalam sejumlah tulisan sebelumnya. Selanjutnya, pada tahun 1850 ia menerbitkan "Training in Christianity". Pada tahun 1849 ia juga menulis "Point of View on My Life as an Author", meskipun karya ini baru diterbitkan setelah kematiannya. Buku ini mencoba menjelaskan kehidupannya sebagai penulis beserta apa saja yang telah dilakukannya. Selama periode tersebut, ia pergi ke gereja secara rutin dan menulis berbagai khotbah. Ia bahkan mempertimbangkan kemungkinan untuk menjadi pendeta.

Pada tahun 1854-1855, beberapa waktu sebelum kematiannya, ia mengeluarkan sejumlah kecaman keras secara langsung pada pihak Gereja Denmark yang dianggapnya tidak setia dengan ajaran Kristen dalam serangkaian artikel. Artikel-artikel ini dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul "Serangan atas Dunia Kristen". Ia juga berhenti pergi ke gereja dan menjelang kematiannya ia menolak menerima komuni dari seorang pastor yang dianggapnya lebih sebagai pegawai pemerintah dibandingkan sebagai hamba Kristus -- ia ingin memperoleh komuni dari seorang awam tetapi hal itu tidak mungkin. Ia meninggal pada tanggal 11 November 1855, sambil bersyukur kepada Allah, menatap keabadian, dan dalam kedamaian.

Diringkas dari:

Judul asli artikel : Kehidupan Kierkegaard
Judul buku : Kierkegaard
Penulis : Peter Vardy
Penerjemah : P. Hardono Hadi
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta
Halaman : 13 -- 20