Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Budaya Menulis dan Membaca

Mewariskan Budaya Lewat Tulisan

Oleh: R.S. Kurnia

Bagaimana Anda dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu atau ratusan tahun lampau? Buku sejarah mungkin menjadi jawaban Anda. Tidak salah memang karena buku-buku sejarah banyak mengisahkan apa yang terjadi, jauh sebelum zaman informasi ini. Belum lagi revolusi mesin cetak dan internet yang memungkinkan informasi masa lalu terekam dengan baik. selengkapnya... about Mewariskan Budaya Lewat Tulisan

Teenlit Sebagai Cermin Budaya Remaja Perkotaan Masa Kini

Disusun oleh: R.S. Kurnia

Kalau ditanya apa genre novel yang tengah populer pada masa kini, mungkin jawabnya adalah "teenlit", alias "teen literature". Karya fiksi ini mendapat sambutan yang luar biasa dari penggemarnya. Buktinya, karya-karya fiksi berlabel "teenlit" ini sampai dicetak berkali-kali. Sebut saja "Dealova" karya Dyan Nuranindya yang langsung ludes 10 ribu eksemplar hanya dalam tempo sebulan. Malahan, "Dealova" juga telah diangkat ke layar lebar. selengkapnya... about Teenlit Sebagai Cermin Budaya Remaja Perkotaan Masa Kini

Bagaimana Menjadi Penulis yang Menulis

Ditulis oleh: Judy Reeves

Gertrude Stein menulis, "Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis." (Dia juga menulis, "Mawar adalah mawar adalah mawar adalah mawar"). Maksud perkataannya itu tidak lain adalah bahwa menulis itu ya soal menulis, dari awal sampai akhir. Bahwa menulis adalah menulis. Pokoknya menulis. Bagaimana mulai menulis? Menulis. Bagaimana untuk dapat terus menulis? Ya terus menulis. selengkapnya... about Bagaimana Menjadi Penulis yang Menulis

Menulis untuk Pembaca

Ditulis oleh: Puji Arya Yanti

Alasan seseorang dalam menulis dapat memengaruhi hasil tulisannya. Jika seseorang menulis untuk menyenangkan dirinya sendiri, tulisan tersebut mungkin hanya menjadi konsumsi pribadi. Dalam menulis, tentunya ia tidak mempertimbangkan siapa yang akan membaca tulisan tersebut karena ia tidak menulis untuk para pembaca, tetapi untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan para penulis yang ingin membagikan apa yang dia pikirkan kepada orang lain. Itu berarti dia menulis untuk pembacanya. selengkapnya... about Menulis untuk Pembaca

Mengenali Pembaca

Jika Anda ingin pembaca Anda merasakan apa yang Anda rasakan, atau memercayai apa yang Anda percayai, Anda harus menjalin sebuah hubungan dengan mereka. Untuk mengembangkan hubungan semacam itu, cari tahulah kesamaan yang Anda dan pembaca Anda miliki: asumsi, sudut pandang, pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang. Anda kemudian dapat menggunakan kesamaan itu sebagai jembatan menuju pengalaman atau pemikiran yang tidak Anda ungkapkan. selengkapnya... about Mengenali Pembaca

Kriteria Tulisan yang Bagus

Setiap orang memiliki selera sendiri-sendiri dalam menilai sebuah tulisan. Tetapi, hendaknya kita berkiblat kepada pendapat orang yang dinilai berkompeten menelaah karya tulis sesuai dengan pendidikan dan reputasinya. Tulisan yang bagus juga seharusnya bebas dari "pesan sponsor" yang lazimnya adalah penguasa. Dan akhirnya, nilai suatu tulisan pun ditentukan oleh budaya dan pola pikir masyarakat pada zamannya. selengkapnya... about Kriteria Tulisan yang Bagus

Menulis dan Hambatannya

Ditulis oleh: Puji Arya Yanti

Menulis itu mudah. Apakah Anda memercayainya? Beberapa orang menganggap menulis itu sulit dan untuk melakukannya diperlukan bakat khusus. Sebenarnya tidak! Menulis itu adalah hal yang mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Hanya saja, untuk dapat terus mengembangkan kemampuan menulis, seseorang harus memiliki kemauan dan praktik menulis itu sendiri. Tanpa kemauan dan disiplin yang kuat untuk terus berlatih, tentunya Anda tidak dapat menaklukkan hambatan-hambatan yang kerap muncul dalam menulis. selengkapnya... about Menulis dan Hambatannya

Ide Besar Sebuah Tulisan

Ditulis oleh: Puji Arya Yanti

Menulis adalah menjual ide. Maksudnya, ketika menulis seorang penulis sedang memaparkan idenya kepada pembaca dengan tujuan agar setiap pembaca dapat menangkap, menerima, tertarik, dan mengaplikasikan hal-hal yang menjadi buah pikiran penulis tersebut. selengkapnya... about Ide Besar Sebuah Tulisan

Mengembangkan Ide Untuk Menulis (Pratulis)

Bagaimana penulis mengembangkan ide untuk menulis? Penulis menggunakan banyak cara, dan saya berani bertaruh bahwa sebagian besar cara-cara tersebut melibatkan menulis itu sendiri. Bayangkan seorang komposer yang hendak mengarang sebuah lagu dengan memainkan not-not keyboard. Bayangkan seorang pemahat membuat ide untuk sebuah patung dengan membentuk-bentuk ulang sebongkah tanah liat. Bayangkan seorang penjahit selimut yang hendak membuat pola motif selimut dengan merancang dan merancang kembali beragam kain. Semua usaha kreatif melalui beberapa tahap awal di mana pencipta menghasilkan ide-ide, menghapus beberapa ide, dan bermain-main dengan ide yang merebut imajinasi atau yang cocok. Setiap pencipta mengembangkan ide dengan tenggelam dan memikirkan sesuatu dalam media tertentu. Demikian juga dengan menulis. Dalam dunia kepenulisan, tahapan awal pengembangan ide itu disebut "pratulis". selengkapnya... about Mengembangkan Ide Untuk Menulis (Pratulis)

Mengikat Makna

Apabila kita dapat merasakan secara langsung manfaat membaca dan menulis, saya yakin beban membaca ataupun menulis tidak lagi menghantui diri kita. Apalagi jika manfaat yang kita peroleh sangat banyak. Akan tetapi, tentu saja perubahan dari berat ke ringan tidak berlangsung sangat cepat. Perubahan itu bagaikan naiknya balon udara ke angkasa secara perlahan- lahan. Perubahan itu dapat kita nikmati hari demi hari. Aneka Ragam Manfaat Membaca dan Menulis

  1. Menata Pikiran

Pages


Subscribe to Budaya Menulis dan Membaca