Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Budaya Menulis dan Membaca

Gaya Menulis

Diringkas oleh: Dian Pradana

Sebelum menulis, seorang penulis dihadapkan dengan banyak peringatan yang mengharuskannya untuk merangkai kalimatnya dengan baik; tidak melebar ke mana-mana. Namun, seorang penulis mungkin akan bertanya, "Jika saya menghapus semua yang menurut Anda kacau, dan jika saya menggunduli setiap kalimat sampai kepada intinya saja, apa yang tersisa untukku?" selengkapnya... about Gaya Menulis

Budaya Menulis (HUT e-Penulis)

Di tengah banjirnya informasi di seantero dunia, banyak cendekiawan, mahasiswa, pelajar, bahkan redaktur Indonesia masih mengeluhkan sulitnya menulis. Kebanyakan menganggap diri tidak berbakat sehingga mundurlah niat menuangkan ide dan informasi ke dalam tulisan. Padahal seorang penulis tidak lahir dengan sendirinya, penulis adalah manusia biasa yang berjuang untuk menulis dari hari ke hari. Lantas setelah menempuh proses belajar dan berlatih barulah dia menjadi penulis yang tangguh dan berbakat.

Enam tahun yang lalu, edisi perdana e-Penulis terbit untuk menjadi pegangan para Sahabat yang rindu belajar dan berlatih menulis. Setiap bulannya hingga hari ini e-Penulis mengajak Sahabat Penulis menyimak artikel-artikel seputar literatur Kristen dan keterampilan tulis-menulis. Tidak hanya itu, e-Penulis juga hadir dengan tip-tip, artikel kebahasaan, biografi tokoh penulis, dan ulasan situs kepenulisan. Publikasi e-Penulis rindu mendorong Sahabat untuk berbudaya menulis: berkarya untuk memberkati lewat tulisan. selengkapnya... about Budaya Menulis (HUT e-Penulis)

Mengikat Kisah Pribadi

Kerlap-kerlip pohon Natal di berbagai penjuru kota mengingatkan kita pada narasi yang dituliskan sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalamnya makna kisah palungan masih terasa sampai detik ini. Betapa hebatnya Allah yang menciptakan dan memakai tulisan sebagai alat komunikasinya dengan manusia. Kita sendiri tentunya memunyai kisah pribadi yang menarik sebelum mengakhiri tahun 2011. Bagaimana jika kita menuliskannya? Bisa jadi makna yang terkandung di dalamnya bermanfaat bagi kita, bahkan bagi orang lain. selengkapnya... about Mengikat Kisah Pribadi

Menghindari Bias dalam Tulisan

Dirangkum Oleh: Kristina Dwi Lestari

Bahasa dipahami sebagai satu-satunya sarana interaksi antarmanusia. Sebagai simbol penyampaian pesan atau pikiran, baik secara lisan maupun tertulis, bahasa sering dipakai untuk merepresentasikan realitas sebuah gambaran murni dari sesuatu secara apa adanya kepada pembaca.

[block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Menghindari Bias dalam Tulisan

Editing: Dari Studi Hingga Panggilan Nurani

Editing merupakan nama asing bagiku ketika kali pertama mendengarnya. Akan tetapi, aku tidak terlalu ngoyo untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknik meskipun aku lulusan SMA dari program fisika (A1). Karena itu, ketika disodorkan pilihan oleh kakakku -- sebagai alternatif -- agar aku mendaftar juga di subprogram Studi Editing di Sastra Unpad, aku menerimanya dengan antusias. Takdir memang menunjukkan bahwa aku gagal masuk ITB yang kuidam-idamkan. selengkapnya... about Editing: Dari Studi Hingga Panggilan Nurani

Tahun Baru, Karya Baru?

Tahun Baru disambut sangat meriah oleh berbagai kalangan masyarakat di dunia. Ada yang merayakannya dengan pesta kembang api, acara tukar kado, dan Resolusi Tahun Baru. Resolusi Tahun Baru, salah satu tradisi yang sekarang mendunia, sebenarnya bukanlah hal yang baru. Orang Kristen mula-mula menggunakan hari pertama pada tahun baru untuk merenung dan mengoreksi diri agar bisa menjadi manusia yang lebih baik. selengkapnya... about Tahun Baru, Karya Baru?

Ada Apa Dengan Sastra Nusantara?

Ada apa dengan sastra Nusantara? Pertanyaan ini sudah terlintas lama di benak para pecinta sastra Nusantara. Belakangan ini, heboh bahwa bahasa daerah mulai hilang popularitasnya di zaman yang modern ini. Bahkan, peranannya dalam membudayakan tradisi pun semakin tidak dipandang sebagai sesuatu yang 'Wah'. Sungguh sangat disayangkan. Sejalur dengan hal ini, M. Syahrizal pernah membahas bahwa Bahasa Indonesia menyebabkan punahnya bahasa-bahasa daerah. Benarkah? Dalam tulisannya dipaparkan, perkembangan bahasa daerah saat ini mulai memprihatinkan. Pasalnya, dari 742 bahasa daerah di Indonesia, hanya 13 bahasa daerah saja yang penuturnya di atas satu juta orang. Selebihnya, terdapat 729 bahasa daerah yang penuturnya kurang dari satu juta orang, sementara 169 bahasa daerah lainnya terancam punah. Sungguh amat disayangkan melihat keadaan ini. selengkapnya... about Ada Apa Dengan Sastra Nusantara?

Menulis Memoar: Mengapa Tidak?

Memoar bisa kita artikan sebagai sepenggal catatan kenang-kenangan hidup seorang individu. Lazimnya, memoar dibuat oleh politisi, mantan pejabat, mantan pimpinan militer, pebisnis, dan tokoh publik lainnya. Isi memoar "para tokoh" ini lebih banyak mengungkap sisi karier perjalanan hidup mereka ketimbang soal-soal yang menyangkut pribadi. selengkapnya... about Menulis Memoar: Mengapa Tidak?

Indonesia Belum Merdeka dari Buta Huruf

Sekali kau belajar membaca, selamanya kau akan merdeka. Kata-kata itu diucapkan Frederick Douglass, pejuang penghapusan perbudakan (abolisionisme) di Amerika Serikat. selengkapnya... about Indonesia Belum Merdeka dari Buta Huruf

Pages


Subscribe to Budaya Menulis dan Membaca