Mengikat Makna

Apabila kita dapat merasakan secara langsung manfaat membaca dan menulis, saya yakin beban membaca ataupun menulis tidak lagi menghantui diri kita. Apalagi jika manfaat yang kita peroleh sangat banyak. Akan tetapi, tentu saja perubahan dari berat ke ringan tidak berlangsung sangat cepat. Perubahan itu bagaikan naiknya balon udara ke angkasa secara perlahan- lahan. Perubahan itu dapat kita nikmati hari demi hari. Aneka Ragam Manfaat Membaca dan Menulis

  1. Menata Pikiran

    Pikiran saya jadi tertata ketika saya membiasakan membaca dan menulis. Setiap hari ada banyak hal yang masuk ke dalam pikiran saya. Setiap hari pula, informasi yang masuk tersebut harus saya olah dan cerna. Lewat membaca, saya dibantu untuk merumuskan apa yang masuk ke dalam pikiran saya. Lewat menulis, saya jadi lebih mudah mengelompokkan, memilih yang bermakna, dan menyusun informasi yang masuk.

  2. Merumuskan Keadaan Diri

    Saya yakin sekali bahwa setiap detik diri saya berubah. Mengapa demikian? Informasi. Informasi telah memengaruhi susunan kimiawi otak saya sehingga jaringan saraf-saraf saya pun berubah. Agar saya dapat mengenali perubahan yang terjadi, saya perlu tekun membaca keadaan diri saya. Pembacaan diri saya ini menjadi sangat efektif apabila saya menulis. Rumusan tentang keadaan diri saya sangat membantu saya untuk mengenali perubahan diri saya.

  3. Mengikat dan Mengonstruksi Gagasan

    Seringkali ide muncul dengan mendadak dan mampir sebentar saja. Apabila ide ini tidak segera dipedulikan, ide itu akan menghilang. Apabila sudah menghilang, agak sulit meminta ide itu untuk datang kembali. Oleh karena itu, ketika saya mendapatkan ide, saya lantas menuliskannya. Tidak hanya itu, saya biasa mengeksplorasi ide itu secara habis-habisan.

  4. Mengefektifkan Sugesti Positif

    Sugesti adalah sebuah keadaan yang membuat diri saya terpengaruh untuk melakukan sesuatu. Sugesti positif adalah pengaruh baik terhadap diri untuk perkembangan diri saya. Saya terbiasa menyugesti positif diri saya dengan poster berukuran besar yang berisi susunan kata-kata yang mampu memotivasi. Kata-kata yang saya tulis dalam poster itu menjadi salah satu daya gugah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

  5. Menajamkan Pemahaman

    Saya berharap kita benar-benar memahami apa yang kita baca. Untuk menemukan hiburan dalam teks, kita perlu mencerna dan mengolah teks tersebut. Saya tidak ingin berhenti pada buku-buku yang menghibur diri. Saya ingin Anda juga merasakan betapa pentingnya membaca buku yang berwawasan luas. Proses pemahaman akan sebuah teks akan sangat efektif apabila pemahaman itu kita tuliskan. Betapa sia-sia kita membaca apabila kita lalai menuliskan atau "mengikat" hal-hal yang kita pahami.

  6. Mengasah Daya Ingat

    Ada banyak cara untuk melejitkan daya ingat kita, salah satunya adalah dengan menuliskannya. Dengan menuliskan apa yang kita pahami, kita tidak mungkin lupa atas apa yang kita pahami tersebut. Jika tetap lupa, kita dapat membacanya kembali dalam catatan kita. Nah, bayangkan apabila Anda membiasakan diri untuk menuliskan segala hal yang akan Anda ingat. Kegiatan merekam secara tertulis itu adalah salah satu proses yang membuat kemampuan mengingat kita terasah secara tajam.

  7. Mengenali Detail Diri

    Saya biasa menulis dengan gaya "esai personal". Gaya menulis ini melibatkan diri pribadi saya sehingga kata ganti orang pertama "aku" atau "saya" menjadi objek sentralnya. Kekurangannya, gaya "esai personal" memunyai kesubjektifan yang kental. Akan tetapi, saya juga merasakan banyak manfaat dari gaya ini. Saya jadi bebas mengalirkan apa saja yang saya pikirkan. Saya lantas dapat menjadikan tulisan saya sebagai tulisan yang mencerminkan diri saya.

  8. Mengurai dan Mengalirkan Diri

    Bagi saya, menulis dapat dilakukan siapa saja untuk membantu mengekspresikan dirinya. Saya biasanya mendorong orang menulis catatan harian. Bagi saya, catatan harian adalah wadah yang sangat lentur dan bisa dianggap sebagai "keranjang sampah". Jika kita ingin menuangkan apa saja di situ, bahkan kekesalan kita sekalipun, tidak ada yang bisa melarangnya. Dengan demikian, saya dapat mengurai diri dan mengalirkan diri saya.

  9. Membuang "Kotoran" Diri

    Cara paling nyaman untuk menerima diri kita adalah dengan menuliskan sang diri itu. Apa yang bisa kita tuliskan? Dalam konteks "kotoran" diri, saya biasa menyebut trauma-trauma yang pernah dialami sang diri. Kita juga bisa menuliskan kekesalan-kekesalan kita. Buanglah diri kita yang memang tidak kita sukai ke layar monitor atau selembar kertas putih. Saya yakin jika hal itu dapat kita biasakan setiap hari, diri kita akan tampak bersih dan jernih.

  10. Merekam Momen-Momen Mengesankan

    Tulislah kehidupan Anda sehari-hari. Menulis akan membantu Anda menyibak belantara kehidupan Anda. Menulis akan mempermudah Anda menemukan mutiara kehidupan Anda. Saya yakin benar bahwa menulis akan mendorong diri kita untuk mengabadikan momen-momen kehidupan kita yang sangat berharga.

  11. Meninggalkan "Jejak" Pikiran yang Sangat Jelas

    Silakan Anda menulis saat ini. Dan gunakan teknik Rowling, "Tulis apa saja yang ada di pikiran dan perasaan Anda ketika mengawali menulis." Jika Anda dapat mencobanya saat ini, dan kemudian Anda merasakan benar bahwa yang Anda tulis adalah pikiran dan perasaan Anda, ihwal keberadaan "jejak" itu tidak mungkin Anda tolak.

  12. Menyembuhkan Diri

    Manfaat kedua belas ini mungkin manfaat yang tidak mudah untuk dirasakan secara konkret. Manfaat membaca dan menulis dalam kaitannya dengan penyembuhan diri ini saya temukan dari hasil-hasil penelitian psikologis dan neurologis. Misalnya, lewat membaca yang kaya dan beragam, diri saya yang gagap bicara ternyata dapat disembuhkan. Lewat menulis secara bebas, saya disembuhkan dari keruwetan mengomunikasikan gagasan saya.

  13. Memfasihkan Komunikasi Intra dan Interpersonal

    Masih berkaitan dengan manfaat nomor keduabelas, menulis mendorong saya untuk berdialog secara intensif dengan diri saya yang paling dalam atau untuk berkomunikasi intrapersonal. Ajaibnya, setelah saya memfasihkan diri dalam berkomunikasi dengan diri saya sendiri, saya kemudian dapat memfasihkan diri dalam berkomunikasi dengan orang lain atau berkomunikasi interpersonal.

  14. Memperkaya Diri dengan Lautan Kata

    Ini adalah manfaat yang sangat sering saya tonjol-tonjolkan. Biasanya, jika seseorang ditanya ihwal manfaat membaca, jawabannya adalah dapat memasok ilmu atau memperluas wawasan. Ini memang benar. Namun yang saya rasakan lebih dari itu. Saya sungguh diperkaya oleh kegiatan membaca. Diri saya seperti mendapatkan serbuan kata-kata bermakna ketika membaca.

  15. Menunjukkan Dengan Kukuh Bahwa Diri Manusia Itu Unik.

    Tidaklah mudah membuktikan bahwa diri saya memang unik. Selama hampir empat puluh tahun saya merasa bahwa saya, Hernowo, tidak unik. Saya baru menyadari bahwa diri saya unik ketika menuliskan apa saja yang ada di dalam diri saya. Saya menuliskan pengalaman sehari-hari saya di dalam catatan harian. Awalnya, saya tetap tidak dapat melihat keunikan diri saya. Namun perlahan-lahan, saya dikukuhkan oleh tulisan-tulisan saya sendiri bahwa saya memang unik.

  16. Membagikan Pengalaman Batin

    Menulis memampukan diri saya untuk masuk ke dalam relung-relung batin saya. Setiap kali saya berhasil mengungkapkan keadaan diri saya dalam tulisan, yang tampil di setiap huruf yang saya ciptakan itu sebenarnya adalah batin saya. Saya mungkin dapat menunjukkan keadaan bahagia saya lewat bahasa tubuh. Namun, ketika kebahagiaan itu saya lukiskan dengan kata-kata, rasa-rasanya diri saya seluruhnya ikut mengalir bersama kata- kata itu.

  17. Menggali Diri Paling Dalam

    Merenungkan keadaan batin diri saja tidaklah cukup. Saya harus menampakkannya ke luar sehingga dapat dibaca oleh mata lahiriah saya. Untuk keperluan itu, tidak ada cara lain kecuali menulis. Menulis sangat bermanfaat untuk memetakan keadaan batin saya. Bahkan jika proses memetakan batin itu berlangsung secara rutin, saya yakin sekali bahwa kegiatan menulis dapat menjadi semacam "alat" penggali yang dapat saya gunakan untuk mengeduk batin saya.

  18. Memotivasi Diri dengan Alasan yang Kukuh dan Jelas

    Saya hanya ingin menekankan pentingnya mengetahui alasan kita motivasi diri dengan jelas. Misalnya, untuk apa berhenti merokok dan kenapa berhenti merokok penting? Saya baru lancar menuliskan alasan-alasan tersebut secara jelas setelah kegiatan menulis itu berlangsung cukup lama. Menulis dapat membantu saya untuk mempertahankan motivasi diri. Kadang bahkan saya didorong untuk segera bangkit jika kemalasan melanda.

  19. Membantu Bekerjanya Imajinasi

    Membaca dan menulis yang baik itu berarti mempekerjakan dua belahan otak. Di belahan otak kananlah terdapat kemampuan berimajinasi. Semua orang memiliki kemampuan ini asal di bagian belahan otak kanan tidak cacat. Membaca dan menulis dapat membantu seseorang melatih imajinasinya. Menurut Stephen D. Krashen, aktivitas menulis melibatkan hampir seluruh komponen otak Anda. Imajinasi dipicu oleh kegiatan menulis untuk bekerja secara maksimal. Jangan sia-siakan kemampuan menulis Anda. Aktifkan daya imajinasi Anda ketika menulis.

  20. Memetakan Pikiran

    Manfaat kedua puluh ini harus saya kaitkan dengan temuan Tony Buzan, metode "mind mapping". Manfaat ini juga baru dapat Anda rasakan apabila Anda dapat mempekerjakan kedua belahan otak Anda. Ingat, otak kiri menyukai teks dan otak kanan menyukai gambar. Lewat menulis, seolah-olah isi kepala Anda dipindahkan sekaligus dibuatkan "peta"-nya di atas kertas atas kertas. Jika Anda baca "peta" yang Anda buat itu, Anda akan mengenali diri Anda.

  21. Melatih Diri Menepati Janji

    Saya senantiasa mencatat (menuliskan secara cermat) janji saya di telepon genggam saya dan memberikan alarm agar saya benar-benar tidak mengabaikan janji yang sudah saya buat. Alarm ini kadang saya bikin dobel. Artinya, jika alarm pertama lolos, alarm kedua dapat membuat diri saya lebih memerhatikan secara saksama. Hal inilah yang ingin saya tekankan dalam merasakan manfaat membaca dan menulis dalam konteks berjanji baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

  22. Mendidik Diri dalam Kejujuran

    Pertama, membaca dan menulis itu merupakan kegiatan yang bisa dikatakan sangat pribadi. Kadang orang lain tidak bisa mencampuri orang yang sedang membaca dan menulis. Kedua, dengan membaca atau menulis, para pembaca buku dan para penulis terkadang berhubungan dengan dirinya sendiri. Di sinilah saya ingin memasuki medan kejujuran. Kejujuran adalah menyamakan apa yang ada di batin dengan apa yang ada di luar. Bagi saya, menulis adalah praktik konkret untuk jujur kepada diri saya sendiri.

  23. Mengoneksikan Sel-Sel Otak secara Sangat Aktif

    Para neurolog menunjukkan kepada saya tentang pentingnya membaca untuk menggalakkan koneksi antarneuron. Kecerdasan itu, kata para neurolog, bukan terletak pada banyaknya sel-sel otak (neuron), melainkan bergantung pada seberapa banyak dan aktif koneksi antarneuron. Nah, membaca merupakan salah satu kegiatan penting dalam mengaktifkan koneksi antarneuron tersebut. Saya sering mengatakan kepada anak-anak saya bahwa ketika mereka membaca, para neuron sedang berteriak gembira karena diaktifkan dan diberi kesempatan untuk berkoneksi dengan neuron lain.

  24. Menyalakan Pikiran

    Manfaat ini masih berkaitan dengan manfaat ke-23. Kata "menyalakan" ini saya temukan di buku karya sahabat saya, dokter Taufiq Pasiak. Menurutnya, ketika seseorang membaca dan menemukan satu kata baru yang belum dipahaminya, otaknya langsung menyala. Otak suka tantangan. Nyala itu akan semakin terang apabila kata yang tidak dipahaminya itu kemudian dicari maknanya.

  25. Mengukur Pertumbuhan Rohani

    Waktu pertama kali saya menuliskan manfaat ini, saya masih belum yakin. Namun seiring berjalannya waktu dan saya terus menjalankan kegiatan membaca dan menulis secara intensif, saya merasakan kebenaran akan manfaat yang satu ini. Setelah saya menuliskan diri saya berkali-kali lewat gaya menulis yang bernama "esai personal", saya menyadari bahwa tulisan saya dapat mengukur pertumbuhan nonfisik diri saya.

  26. Menyebarkan Pengetahuan

    Manfaat ini sudah sangat jelas. Apabila Anda dapat menuliskan ilmu-ilmu yang Anda kuasai, saya yakin Anda akan didorong untuk menyebarkan (membagikan) ilmu Anda itu kepada orang lain. Bukan hanya orang lain kemudian akan merasakan manfaat ilmu Anda, Anda pun akan terus dapat menumbuhkembangkan ilmu Anda. Jadi, menulislah karena dengan menuliskan apa pun yang Anda miliki.

  27. Mewariskan Pengalaman Berharga

    Meskipun manfaat ini mungkin sudah sempat saya singgung di manfaat membaca dan menulis sebelum ini, saya hanya ingin menekankan betapa pentingnya mewariskan bukan uang, bukan harta, dan bukan emas berlian kepada anak cucu kita. Saya ingin semua orang dapat mewariskan ilmu, atau minimal mewariskan pengalaman berharga yang penting dipelajari bagi generasi sesudah kita.

  28. Mendorong Menemukan Hal-Hal Baru

    Masih ingat tentang manfaat membaca yang dapat menyalakan otak? Saya ingin menambahkan di sini bahwa otak kita menyala saat membaca karena ada hal-hal baru yang masuk ke dalam pikiran kita. Bayangkan jika kita membiasakan diri untuk membaca buku dan menulis hal-hal baru tiap hari. Motivasi saya untuk membaca buku dan menuliskan apa yang saya peroleh dari buku semakin hari semakin tinggi salah satunya sebabnya gara-gara manfaat yang satu ini.

  29. Mengefisienkan Pengelolaan Diri

    Saya tidak mungkin dapat mengatur orang lain secara efektif apabila saya tidak becus mengatur diri sendiri. Menulis telah membantu saya mengatur diri dengan lebih cermat dan peduli. Rencana-rencana saya yang banyak dapat saya tuliskan sehingga saya bisa menjalankan rencana-rencana itu dengan lebih jelas dan tertata. Cita-cita saya yang tinggi, dan kadang masih berwujud "mimpi", akan menjadi begitu merangsang saya untuk mencapainya gara-gara saya tuliskan dan saya baca setiap hari. Saya jadi dapat mengendalikan, mengolah, dan mengarahkan diri saya secara sangat efisien gara-gara menuliskannya.

  30. Menjadikan Diri Bermakna

    Manfaat terakhir yang tidak kalah pentingnya dari manfaat lainnya adalah: membaca dan menulis telah menjadikan diri saya bermakna. Artinya, saya dapat menunjukkan keunikan diri saya. Saya juga dapat menyebarkan pengalaman berharga saya. Saya juga dapat membantu orang lain untuk menekuni kegiatan membaca dan menulis yang menyenangkan. Cobalah. Cicipilah. Bersabarlah dalam menjalankannya. Saya yakin hidup Anda akan bermakna gara-gara menulis dan membaca.

Diringkas dan disunting seperlunya dari:

Judul asli artikel : Pengantar
Judul buku : Mengikat Makna Sehari-hari
Nama penulis : Herwono
Penerbit : MLC, 1993
Halaman : 23 -- 59