Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Budaya Menulis dan Membaca

Cara Kreatif Membangun Kebiasaan Menulis

Ditulis oleh: Yosua Setyo Yudo

"We first make our habits, and then our habits make us," demikianlah kata-kata dari John Dryden, seorang penyair, aktor drama, dan kritikus sastra yang berpengaruh pada Era Restorasi Inggris. Lewat kata-kata itu, ia hendak mengatakan bahwa kitalah yang membentuk kebiasaan-kebiasaan yang kita miliki, tetapi di kemudian hari, kebiasaan-kebiasaan itulah yang akan menunjukkan kepada dunia siapa diri kita yang sebenarnya. selengkapnya... about Cara Kreatif Membangun Kebiasaan Menulis

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Ada Apa Dengan Sastra Nusantara?

Ada apa dengan sastra Nusantara? Pertanyaan ini sudah terlintas lama di benak para pecinta sastra Nusantara. Belakangan ini, heboh bahwa bahasa daerah mulai hilang popularitasnya di zaman yang modern ini. Bahkan, peranannya dalam membudayakan tradisi pun semakin tidak dipandang sebagai sesuatu yang 'Wah'. Sungguh sangat disayangkan. Sejalur dengan hal ini, M. Syahrizal pernah membahas bahwa Bahasa Indonesia menyebabkan punahnya bahasa-bahasa daerah. Benarkah? Dalam tulisannya dipaparkan, perkembangan bahasa daerah saat ini mulai memprihatinkan. Pasalnya, dari 742 bahasa daerah di Indonesia, hanya 13 bahasa daerah saja yang penuturnya di atas satu juta orang. Selebihnya, terdapat 729 bahasa daerah yang penuturnya kurang dari satu juta orang, sementara 169 bahasa daerah lainnya terancam punah. Sungguh amat disayangkan melihat keadaan ini. selengkapnya... about Ada Apa Dengan Sastra Nusantara?

Jangan Biarkan Bahasa Indonesia Baku Terbenam Oleh Waktu

Dari hasil persentase wawancara yang telah penulis lakukan di lingkungan kampus, penulis menemukan bahwa pengaplikasian bahasa baku masih sangatlah rendah. Rata-rata mahasiswa cenderung menggunakan bahasa nonbaku dan bahasa daerah. Dari beberapa pertanyaan, pengertian bahasa bakulah yang menempati urutan presentase tertinggi, kemungkinan disebabkan karena pengertian bahasa baku sudah sering didengar dari orang-orang di sekitar mereka, misalkan guru mereka saat di sekolah. selengkapnya... about Jangan Biarkan Bahasa Indonesia Baku Terbenam Oleh Waktu

Membangun Bangsa dengan Bahasa Indonesia

Istilah pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik, sosial, dan budaya. Ada tiga hal yang harus diperhatikan. Hal pertama yang paling penting adalah kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Semakin kita jauh dari proklamasi tahun 1945, mengharuskan kita untuk senantiasa memperkaya kosakata bahasa Indonesia karena permasalahan kita semakin banyak dan kompleks sifatnya. selengkapnya... about Membangun Bangsa dengan Bahasa Indonesia

Bahasa dan Kaum Intelektual

Bahasa menentukan otoritas intelektualitas saat Indonesia menapaki abad ke-20. Kartini memilih bahasa Belanda untuk memasuki pengembaraan intelektual, mencari dan menemukan keajaiban-keajaiban modernitas. Bahasa Belanda menjadi berkah, membentuk identitas dan kehendak menjadi intelektual. Buku-buku berbahasa Belanda ibarat bacaan keramat. Kartini memang perempuan Jawa, hidup di Jawa, dan bersama orang-orang Jawa. Pesona tak muncul dari bahasa Jawa, bahasa lawas dan misterius. selengkapnya... about Bahasa dan Kaum Intelektual

Belajar Membaca dan Kecerdasan Anak Pada Usia Dini

Pada masa awal si kecil mulai menagih minta sekolah, muncul wacana: Apakah anak harus sudah bisa membaca sebelum masuk SD? Apakah mengajari anak membaca adalah tugas guru kelas 1 SD? Lalu, mengapa di TK sekarang sudah mulai banyak anak yang bisa membaca? Apakah nantinya tidak mubazir? selengkapnya... about Belajar Membaca dan Kecerdasan Anak Pada Usia Dini

Bahasa Indonesia Tempo Dulu Lebih Cantik?

Tanpa kita sadari, Bahasa Indonesia sudah banyak mengalami perubahan penampilan dibandingkan dengan era tahun 1950-an. Menurut saya, pada zaman itu, gaya bahasanya lebih cantik dan lebih mengena di hati. Barangkali pada masa itu, pengaruh Bahasa Melayu masih sangat kental merasuk pada gaya penulisan wartawan dan sastrawan dan secara pelan tapi pasti "genre" ini menyurut dan meluntur. selengkapnya... about Bahasa Indonesia Tempo Dulu Lebih Cantik?

Pages


Subscribe to Budaya Menulis dan Membaca