Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Menulis untuk Pembaca

Ditulis oleh: Puji Arya Yanti

Alasan seseorang dalam menulis dapat memengaruhi hasil tulisannya. Jika seseorang menulis untuk menyenangkan dirinya sendiri, tulisan tersebut mungkin hanya menjadi konsumsi pribadi. Dalam menulis, tentunya ia tidak mempertimbangkan siapa yang akan membaca tulisan tersebut karena ia tidak menulis untuk para pembaca, tetapi untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan para penulis yang ingin membagikan apa yang dia pikirkan kepada orang lain. Itu berarti dia menulis untuk pembacanya.

MENGETAHUI PEMBACA

Menulis untuk pembaca dapat diawali dengan mengenali para pembacanya terlebih dahulu. Anda perlu mengetahui pembaca yang menjadi target tulisan Anda. Hal ini akan menentukan cara penyampaian dan muatan yang akan ditulis. Dengan mengenali pembaca, Anda dapat mengetahui apa yang dibutuhkan pembaca dan bagaimana memenuhinya lewat tulisan-tulisan Anda. Jika tulisan Anda memenuhi kebutuhan target pembaca yang kita tuju, pastinya mereka akan membaca tulisan-tulisan kita.

Tulisan untuk orang dewasa tentunya berbeda dengan tulisan untuk anak-anak. Jika yang menjadi target tulisan Anda adalah anak-anak, pastinya tulisan yang Anda buat tidak menggunakan bahasa ilmiah yang berat dan sulit dimengerti anak. Anda lebih baik menulis sesuatu yang ringan, dituturkan dalam bahasa anak-anak yang mudah dimengerti, namun tetap memuat pesan yang dapat ditangkap untuk anak-anak.

MEMUAT PESAN UNTUK PEMBACA

Setiap penulis yang memunyai arah dalam menulis pasti menetapkan tujuan tertentu ketika membuat tulisannya. Tulisan dapat dibuat dengan tujuan menghibur, memberikan informasi, bahkan mendidik. Ketiganya dapat pula menjadi satu kesatuan dalam sebuah tulisan.

Tulisan memiliki kelebihan dan kekuatan yang besar, yaitu dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi para pembacanya. Oleh karena itu, sebelum menulis tetapkanlah tujuan Anda. Banyak yang telah menyadari pengaruh besar dari sebuah tulisan sehingga mereka memilih menggunakan media tulisan untuk meraih tujuan-tujuannya.

Seorang penulis Kristen harus menyadari hal ini. Anda dapat memakai tulisan untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ya, tulisan Anda harus memuat pesan kebenaran bagi setiap pembaca yang menjadi target tulisan Anda sehingga kita dapat membawa mereka ke arah jalan yang benar itu.

MEMERHATIKAN MEDIA YANG DIPAKAI PEMBACA

Dalam menulis, Anda juga perlu memerhatikan media yang dipakai oleh para pembaca. Tidak semua pembaca menggunakan bentuk maupun jenis media yang sama. Ada yang lebih senang membaca melalui media internet (situs, blog, milis publikasi) atau media cetak (surat kabar, majalah, buletin, dan lainnya). Pada umumnya, perbedaan membaca menggunakan media tertentu adalah karena setiap pembaca memiliki karakter yang berbeda-beda pula.

Pembaca yang lebih senang membaca media cetak dengan jenis surat kabar tentu berbeda dengan mereka yang memilih membaca dari jenis majalah. Pembaca surat kabar cenderung memilih sesuatu yang aktual dan informasi yang dapat cepat mereka tangkap. Pembaca majalah lebih senang membaca sesuatu yang ringan dan menghibur mereka di kala senggang. Pembaca yang menggunakan media cetak berbeda pula dengan pembaca di media internet. Dibanding pembaca media cetak, pembaca media internet ingin sesuatu yang lebih ringkas dan padat. Mereka tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk membaca tulisan-tulisan yang terlalu panjang. Jadi, dalam membuat tulisan, perhatikanlah media yang Anda gunakan sehingga tulisan Anda pun dapat menarik atensi dari pembaca yang menggunakan media-media tersebut.

Selain dibagi dalam bentuk dan jenis, pembaca juga sangat memerhatikan sasaran dari media-media tersebut, apakah untuk umum atau untuk kelompok khusus. Akan lebih mudah bagi penulis Kristen untuk menyampaikan kabar Injil apabila media yang mereka pilih adalah media khusus bagi orang-orang Kristen, misalnya majalah gereja, situs Kristen, maupun warta jemaat. Tetapi, bukan berarti penulis Kristen tidak dapat menyampaikan pesan Injil melalui media umum. Hal tersebut merupakan tantangan yang justru harus dijawab. Bahkan, dengan menulis di media umum, kesempatan untuk mewartakan Injil menjadi lebih luas lagi. Tinggal bagaimana sekarang para penulis Kristen terus mengasah kemampuan dan menambah wawasan seluas mungkin sehingga dapat menulis hal-hal umum yang bermuara pada kebenaran sejati itu.

STRATEGI PENYAJIAN TULISAN

Setelah mengetahui target pembaca, menetapkan tujuan tulisan, memerhatikan hal-hal agar dapat menulis bagi pembaca, strategi penyajian tulisan juga perlu diperhatikan.

Tulisan yang disajikan harus merupakan sesuatu yang menarik pembaca, seperti sesuatu yang sedang marak, baru, segar, maupun sesuatu yang dibutuhkan pembaca dalam kondisi-kondisi khusus. Penulis juga harus dapat menyampaikan tulisan dengan sebaik mungkin. Dengan kata lain, dapat dipahami pembaca karena apa yang menjadi gagasan penulis dapat diwujudnyatakan lewat jalinan kalimat-kalimat dalam tulisan.

Bagaimana caranya? Menulis dan terus menulis, itu yang dapat penulis lakukan agar semakin terampil dalam menulis. Sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi adalah setiap penulis harus selalu menambah wawasan dan mengembangkan diri sehingga bank data penulis semakin luas dan berkembang.

MENETAPKAN STANDAR

Meskipun tujuan kita menulis adalah untuk dibaca para pembaca, seorang penulis perlu menetapkan standar tertentu. Apa yang diinginkan pembaca tidak harus selalu dipenuhi oleh penulis. Apabila karakter pembaca adalah orang-orang yang menyukai sesuatu yang tidak baik, misalnya kekerasan dan pornografi, jangan sampai penulis terseret ke dalamnya dengan menyajikan tulisan-tulisan yang semakin merusak pembaca tulisan kita.

Hindarilah menyajikan tulisan-tulisan yang tidak membangun dan tidak berkualitas meskipun hal-hal seperti itulah yang sangat menarik minat banyak pembaca. Justru, sikapilah hal tersebut dengan menuliskan sesuatu yang berseberangan, sesuatu yang dapat menyadarkan pembaca untuk menjadi lebih baik lagi sehingga hidup mereka lebih berkualitas. Kembali lagi, diperlukan banyak latihan dan pengembangan diri agar tulisan yang kurang diminati pasar pada akhirnya dapat dilirik dan dibaca para pembaca yang menjadi target Anda.

Milikilah standar tertentu dalam menulis. Sebagai penulis Kristen, Alkitab merupakan standar yang harus dipegang teguh dalam menulis. Tetapkan standar bahwa kita menulis untuk memberikan secercah terang, memberi penghiburan, dan menjadi perpanjangan tangan kebenaran yang seharusnya diketahui pembaca. Penulis Kristen adalah utusan Kristus yang melakukan pekerjaan-Nya lewat tulisan.

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)

Selamat menulis untuk pembaca.