Setiap orang memiliki selera sendiri-sendiri dalam menilai sebuah tulisan. Tetapi, hendaknya kita berkiblat kepada pendapat orang yang dinilai berkompeten menelaah karya tulis sesuai dengan pendidikan dan reputasinya. Tulisan yang bagus juga seharusnya bebas dari "pesan sponsor" yang lazimnya adalah penguasa. Dan akhirnya, nilai suatu tulisan pun ditentukan oleh budaya dan pola pikir masyarakat pada zamannya. selengkapnya...»
Budaya Menulis dan Membaca
Kriteria Tulisan yang Bagus
Submitted by admin on Rab, 16/07/2008 - 10:43am.Mengenali Pembaca
Submitted by team e-penulis on Rab, 18/06/2008 - 9:51am.Jika Anda ingin pembaca Anda merasakan apa yang Anda rasakan, atau memercayai apa yang Anda percayai, Anda harus menjalin sebuah hubungan dengan mereka. Untuk mengembangkan hubungan semacam itu, cari tahulah kesamaan yang Anda dan pembaca Anda miliki: asumsi, sudut pandang, pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang. Anda kemudian dapat menggunakan kesamaan itu sebagai jembatan menuju pengalaman atau pemikiran yang tidak Anda ungkapkan. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Menulis untuk Pembaca
Submitted by team e-penulis on Rab, 18/06/2008 - 9:45am.Ditulis oleh: Puji Arya Yanti
Alasan seseorang dalam menulis dapat memengaruhi hasil tulisannya. Jika seseorang menulis untuk menyenangkan dirinya sendiri, tulisan tersebut mungkin hanya menjadi konsumsi pribadi. Dalam menulis, tentunya ia tidak mempertimbangkan siapa yang akan membaca tulisan tersebut karena ia tidak menulis untuk para pembaca, tetapi untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan para penulis yang ingin membagikan apa yang dia pikirkan kepada orang lain. Itu berarti dia menulis untuk pembacanya. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Bagaimana Menjadi Penulis yang Menulis
Submitted by team e-penulis on Kam, 15/05/2008 - 3:38pm.Ditulis oleh: Judy Reeves
Gertrude Stein menulis, "Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis." (Dia juga menulis, "Mawar adalah mawar adalah mawar adalah mawar"). Maksud perkataannya itu tidak lain adalah bahwa menulis itu ya soal menulis, dari awal sampai akhir. Bahwa menulis adalah menulis. Pokoknya menulis. Bagaimana mulai menulis? Menulis. Bagaimana untuk dapat terus menulis? Ya terus menulis. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Teenlit Sebagai Cermin Budaya Remaja Perkotaan Masa Kini
Submitted by team e-penulis on Sen, 19/11/2007 - 1:07pm.Disusun oleh: R.S. Kurnia
Kalau ditanya apa genre novel yang tengah populer pada masa kini, mungkin jawabnya adalah "teenlit", alias "teen literature". Karya fiksi ini mendapat sambutan yang luar biasa dari penggemarnya. Buktinya, karya-karya fiksi berlabel "teenlit" ini sampai dicetak berkali-kali. Sebut saja "Dealova" karya Dyan Nuranindya yang langsung ludes 10 ribu eksemplar hanya dalam tempo sebulan. Malahan, "Dealova" juga telah diangkat ke layar lebar. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Mewariskan Budaya Lewat Tulisan
Submitted by team e-penulis on Sen, 19/11/2007 - 1:03pm.Oleh: R.S. Kurnia
Bagaimana Anda dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu atau ratusan tahun lampau? Buku sejarah mungkin menjadi jawaban Anda. Tidak salah memang karena buku-buku sejarah banyak mengisahkan apa yang terjadi, jauh sebelum zaman informasi ini. Belum lagi revolusi mesin cetak dan internet yang memungkinkan informasi masa lalu terekam dengan baik. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Menghindari Bias dalam Tulisan
Submitted by team e-penulis on Kam, 13/09/2007 - 2:47pm.Dirangkum Oleh: Kristina Dwi Lestari
Bahasa dipahami sebagai satu-satunya sarana interaksi antarmanusia. Sebagai simbol penyampaian pesan atau pikiran, baik secara lisan maupun tertulis, bahasa sering dipakai untuk merepresentasikan realitas sebuah gambaran murni dari sesuatu secara apa adanya kepada pembaca. selengkapnya...»
Topik: Budaya Menulis dan Membaca
Menyampaikan Gagasan Lewat Tulisan
Submitted by team e-penulis on Sen, 23/07/2007 - 3:07pm.Oleh: Puji Arya Yanti
Agar menjadi seorang penulis, seseorang haruslah menulis. Tidak bisa hanya mengkristalkan sesuatu dalam pikiran, berpikir layaknya seorang penulis, dan percaya pada kekuatan kata saja, seorang penulis harus mampu menyampaikan gagasannya melalui tulisan. Dengan bahasa tulisan yang dipakainya, orang dapat mengerti apa yang menjadi ide pikirannya. Pembaca dapat pula dibawa mengembara ke alam pikiran sang penulis dengan kata-kata yang dirangkainya. Namun, apakah Anda masih menemui kesulitan manakala harus menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan? selengkapnya...»
sabda.org