Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Blog

03/07/2017 - 08:03

Tertawa itu bahagia. Kita bisa tertawa, ketika hati dan akal terasa bahagia (senang). Itulah kebahagiaan dalam level sederhana. Ya, kebahagiaan memang sederhana, tapi tak mudah disederhanakan. Kebahagiaan itu harmoni, namun tidak mudah pula diharmonisasikan. Bahkan kebahagian itu kenyataan, tetapi sulit juga untuk dinyatakan. Mengapa demikian? Tentu saja, demikianlah adanya.

13/05/2017 - 10:03

Setiap orang cenderung ingin menguasai dan melakukan banyak hal. Namun, dalam dunia penulisan, menulis dalam berbagai topik belum tentu akan menjadi hal yang baik. Jika kita menulis tanpa memiliki spesifikasi yang jelas, kita cenderung akan kurang mendalami dan mempertajam setiap tulisan kita. Segala sesuatu rasa-rasanya ingin kita tulis, tak mengapa ... jika itu dalam tahap awal-awal kita mendisiplin diri untuk menulis. Namun, alangkah lebih baik jika ketika kita menulis, kita bisa menulis sesuatu yang menjadi ketertarikan kita supaya tulisan kita bisa dalam dan tajam.

02/04/2017 - 09:58

Bagaimana perasaan kita ketika membaca sebuah tulisan yang sangat menginspirasi? Tentunya, kita berpikir bahwa penulisnya sangat cerdas sekali, selain penilaian kita terhadap tulisannya yang memang sangat bagus. Tak menutup kemungkinan, secara tidak langsung, dorongan dalam diri kita untuk bisa menulis tiba-tiba naik dan kita ingin segera mengaplikasikannya. Dengan cepat, kita langsung ambil HP, buka note, dan memaksa diri untuk menulis ..... bla bla bla. Lalu, tak berapa lama, bisa jadi pikiran kita macet, tulisan kita terhenti, dan kita jadi frustasi.

28/02/2017 - 11:50

Belum lama ini, saya membaca buku "Kebangunan Rohani Pribadi" karya Octavius Winslow. Bukunya sih tipis, tetapi isinya "dalem". Saya sangat terkesan dengan penjelasan yang mendalam dengan bahasa yang mudah dicerna. Hal yang paling berkesan adalah ternyata seseorang yang sudah menjadi Kristen dapat mengalami kondisi lemah rohani, dan salah satu indikatornya bisa diketahui dari kehidupan doanya. Apabila seseorang sudah tidak pernah berdoa atau sudah tidak lagi menikmati kehidupan doa, maka seseorang itu telah mengalami lemah rohani. Mengapa tidak?

09/08/2016 - 14:19

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya membaca sebuah artikel berjudul "The Calling of Christian Writer" yang ditulis Richard Doster, saya jadi merinding karena artikel itu sangat bagus isinya. Satu pelajaran penting yang saya dapat adalah bahwa kehidupan rohani kita akan sangat menentukan karya yang kita hasilkan. Dalam artian, apakah karya yang kita hasilkan itu mampu membuat orang lain yang menikmatinya menjadi kagum akan Allah dan menyadari keagungan-Nya.

01/06/2016 - 22:14

Sering kali anak-anak Tuhan, ibarat rajawali dalam sangkar ketika tidak mengetahui tujuan hidupnya.
Tuhan telah memberikan kita kuasa dan kekuatan untuk melewati setiap badai kehidupan. Iblis sering kali membujuk manusia dengan menunjukkan kebohongan bawa masalah yang kita hadapi sangatlah besar. Tuhan sendiri berkata bahwa pencobaan-pencobaan yang kamu alami tidak akan melebihi kekuatanmu ( 1 Kor. 10:13).

31/05/2016 - 12:23

Lagi-lagi, aku belajar tentang menulis nih. Eitz .. bukan hanya tentang cara menulis yang baik, tetapi apa saja yang terkait tentang penulisan. Hari ini tuh, aku melakukan PA dengan teman-teman. Bahan yang diambil dari 2 Timotius 4. Nah, salah satu ayatnya memuat kata "perkamen". Kamu tahu nggak tentang perkamen? Perkamen adalah media tulis pada zaman sebelum ditemukannya kertas. Kalau sampai hari ini ternyata kita sudah menggunakan media tulis yang lebih canggih, mulai dari kertas, buku tulis, layar sentuh, komputer/laptop, dll. ...

27/05/2016 - 11:03

Belajar menulis sepertinya mengasyikkan. Dengan menulis, kita bisa berkreasi dengan berbagai ide yang kita miliki untuk menghasilkan berbagai tulisan yang menarik.

Semoga aku bisa menghasilkan tulisan yang baik dan berguna bagi orang lain. Terima kasih Pelitaku sudah banyak memberi inspirasi.

20/05/2016 - 16:17

Menulis itu penting. Mengapa? Karena dengan menulis, kita mampu merekam segala sesuatu yang kita inginkan, baik berupa peristiwa, perasaan hati, maupun impian-impian yang kita inginkan. Selain itu, menulis juga melatih kita untuk mengungkapkan apa yang menjadi pemikiran, ide, perasaan, dan argumen kita akan sesuatu hal atau peristiwa.

01/04/2016 - 16:53

Awalnya, saya tidak terlalu menyadari kalau saya suka menulis. Akan tetapi, setelah saya pikir-pikir, kegiatan menulis sudah saya lakukan sejak saya masih SD. Mulai dari kegemaran saya menulis biodata diri di buku "diary" teman-teman SD, menulis buku harian saat SMP-SMU, menulis puisi dan cerpen saat kuliah, menulis artikel dan renungan saat sudah bekerja, dan sampai sekarang.