Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Berbagi Hasil Baca Buku "Mengalami Kedalaman Kristus"

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca buku karya Jeanne Guyon berjudul Mengalami Kedalaman Yesus Kristus. Jeanne Guyon adalah seorang Kristen yang hidup pada abad XVII. Ia sangat mengasihi Allah dan sangat rindu supaya orang-orang percaya juga mengasihi Allah dengan sepenuh hati mereka. Dalam 20 tahun terakhir masa hidupnya, ia dipenjara semata-mata karena tuduhan "mengasihi Allah".

Awalnya, Guyon tidak mengharapkan buku ini dicetak, hanya dibagikan kepada pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh ingin mengasihi Allah. Namun, karena mereka mendapat berkat dari buku ini, mereka meminta supaya buku ini menjadi miliki mereka. Karena permintaan inilah, buku ini akhirnya dicetak. Buku ini pertama kali ada di Perancis sekitar tahun 1685-an. Allah pernah memakai buku ini sebagai sarana untuk membangkitkan kerohanian orang-orang percaya pada masa itu. Namun, perlawanan terhadap buku ini pernah terjadi, yaitu ketika Tuhan menjamah banyak orang percaya melalui buku ini di kota Dijon, Perancis, para imam Katolik menentang karya Tuhan dan buku ini. Mereka melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di kota Dijon dan menemukan 300 buku berjudul sama, lalu membakarnya di depan umum. Pada saat itu, jumlah 300 buku dengan judul yang sama dan ada di satu kota merupakan jumlah yang fantastis. Namun, ada seorang Perancis yang masih memiliki buku ini dan menyebarkannya. Hingga buku ini jatuh di tangan Louis ke-14, yang akhirnya menjadikan buku ini sebagai bukti bahwa Jeanne menyebarkan ajaran sesat. Lalu, Jeane dipenjara di penjara Bastille -- penjara yang terkenal sangat mengerikan.

Isi buku ini menekankan Kristus yang berdiam dalam diri kita. Ada 25 bagian pembahasan dengan judul-judul yang unik. Guyon menekankan pentingnya orang percaya memiliki kehidupan doa yang berkualitas sehingga membuat dirinya semakin menemukan hal-hal hakiki dalam membangun hubungan yang intim dengan Allah dan akhirnya bisa menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan sehingga menghasilkan "penyatuan dengan Tuhan". Hal yang paling saya pelajari dari buku ini adalah mengenai berdoa. Salah satu tahapan berdoa yang diajarkan Jeane Guyon adalah mendoakan ayat firman. Kita datang kepada Allah, membaca ayat demi ayat dalam satu pasal dengan perlahan-lahan, tenang, dan meresapi isi dari ayat tersebut. Tujuannya bukan untuk membaca cepat, melainkan membaca perlahan dan mendapatkan makna ayat yang paling dalam. Temukan ayat yang paling menyentuh hati Anda dan doakanlah itu. Sering kali, pikiran manusia cenderung mengembara ke mana-mana ketika berdoa. Dengan mendoakan ayat, firman Tuhan akan dengan sendirinya melaksanakan tugasnya untuk menenangkan pikiran Anda dan mengarahkan kembali fokus kepada Tuhan. Tahap selanjutnya adalah menanti-nantikan Tuhan. Dalam tahap ini, kita harus menantikan Allah dengan iman. Apabila pikiran kita mulai mengembara lagi, kita harus mengarahkannya ke bagian terdalam dari keberadaan kita. Tuhan hanya ditemukan di dalam roh Anda. Salah satu tujuan dari mendoakan ayat firman adalah supaya kita memiliki disiplin untuk mengarahkan pikiran kita kepada Kristus. Ketika kita berdoa, marilah kita berdoa dengan hati yang penuh kasih murni, hati yang tidak menginginkan apa pun untuk kepentingan diri sendiri, tetapi hati yang berhasrta untuk memperkenankan Dia dan melakukan kehendak-Nya. Berdoa bukan untuk kenikmatan rohani, bukan untuk mengalami Tuhan, melainkan untuk memperkenankan Dia dan melakukan kehendak-Nya.