Ide Itu Mahal

Bagaimana perasaan kita ketika membaca sebuah tulisan yang sangat menginspirasi? Tentunya, kita berpikir bahwa penulisnya sangat cerdas sekali, selain penilaian kita terhadap tulisannya yang memang sangat bagus. Tak menutup kemungkinan, secara tidak langsung, dorongan dalam diri kita untuk bisa menulis tiba-tiba naik dan kita ingin segera mengaplikasikannya. Dengan cepat, kita langsung ambil HP, buka note, dan memaksa diri untuk menulis ..... bla bla bla. Lalu, tak berapa lama, bisa jadi pikiran kita macet, tulisan kita terhenti, dan kita jadi frustasi.

Jika kita pernah mengalami hal demikian, kita tidak salah sih ... karena memang sering kali manusia punya sikap impulsif yang besar. Sering kali, inginnya menghasilkan sesuatu yang baik dan berdampak, syukur-syukur diakui oleh banyak orang, dalam waktu yang instan. Hmmm ... menulis itu bukanlah sesuatu yang instan. Menulis itu membutuhkan perjuangan yang berat dan kedisiplinan yang tinggi. Itu pun tak cukup, yang lebih penting adalah penulis harus banyak membaca. Tak peduli di mana dan kapan pun kita menulis, jika kita suka membaca, ide itu akan mengalir dengan derasnya dan kita bisa menuangkannya secara kreatif dan menarik. Ide itu mahal karena kita harus berjuang untuk mendapatkannya dari berbagai tulisan yang kita baca. Kalau kita tidak membaca, bagaimana kita bisa memberdayakan pikiran, emosi, dan kreativitas kita untuk menghasilkan tulisan yang baik.