Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Menulis Untuk Anak: Mudah?

Sebagian besar orang dewasa masih menganggap remeh semua hal yang berbau dunia anak. Mereka berpikir anak memiliki keinginan-keinginan yang sederhana, cara berpikir sederhana, bertindak sederhana, dan memiliki gaya hidup yang sederhana pula. Urusan yang berhubungan dengan orang dewasa lainnya lebih penting daripada urusan yang menyangkut anak-anak. Tinggalkanlah cara berpikir dan cara pandang seperti itu! Anak-anak sama seperti orang dewasa. Mereka adalah manusia utuh -- bukan manusia kecil -- yang memiliki keinginan, cara berpikir, gaya hidup, atau tindakan mereka sendiri. Bukannya lebih sederhana dari orang dewasa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berhubungan untuk mereka harus dipikirkan secara total pula. Malah, harus lebih serius penanganannya dibandingkan orang dewasa karena akan sangat memengaruhi kehidupan mereka pada masa depannya.

Nah, hal di atas pun harus menjadi pertimbangan bagi para penulis yang ingin menekuni dunia kepenulisan dengan target pembacanya adalah anak-anak. Jangan menulis dengan anggapan menulis untuk anak itu mudah, hanya tinggal menyederhanakan cerita atau menyederhanakan kata-kata saja. Itu adalah anggapan yang kurang tepat! dalam artikel e-Penulis edisi ini, Anda akan melihat bahwa syarat-syarat penulisan bagi anak-anak lebih ketat dibandingkan menulis untuk orang-orang dewasa. Dalam kolom Tips pun, Anda akan menemukan banyak hal yang tidak boleh dilakukan untuk menulis sebuah cerita anak yang bernilai moral. Kiranya kedua sajian utama edisi ini menjadi bahan refleksi dan pendorong semangat Anda untuk lebih serius lagi menggarap tulisan-tulisan yang bernilai dan bermutu bagi anak-anak. Selain itu, ada beberapa tambahan pengetahuan seputar dunia kepenulisan yang dapat Anda simak dalam kolom Pojok Bahasa maupun Pena Maya. Selamat membaca!

Pimpinan Redaksi e-Penulis,

Davida Welni Dana

< evie(at)in-christ.net >

http://pelitaku.sabda.org/

http://fb.sabda.org/penulis/

Hanya penulis yang mengerti serta menyukai anak-anak yang tulisannya dapat memperoleh perhatian dari anak-anak. - Marion van Horne -