Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Budaya Menulis (HUT e-Penulis)

Di tengah banjirnya informasi di seantero dunia, banyak cendekiawan, mahasiswa, pelajar, bahkan redaktur Indonesia masih mengeluhkan sulitnya menulis. Kebanyakan menganggap diri tidak berbakat sehingga mundurlah niat menuangkan ide dan informasi ke dalam tulisan. Padahal seorang penulis tidak lahir dengan sendirinya, penulis adalah manusia biasa yang berjuang untuk menulis dari hari ke hari. Lantas setelah menempuh proses belajar dan berlatih barulah dia menjadi penulis yang tangguh dan berbakat.

Enam tahun yang lalu, edisi perdana e-Penulis terbit untuk menjadi pegangan para Sahabat yang rindu belajar dan berlatih menulis. Setiap bulannya hingga hari ini e-Penulis mengajak Sahabat Penulis menyimak artikel-artikel seputar literatur Kristen dan keterampilan tulis-menulis. Tidak hanya itu, e-Penulis juga hadir dengan tip-tip, artikel kebahasaan, biografi tokoh penulis, dan ulasan situs kepenulisan. Publikasi e-Penulis rindu mendorong Sahabat untuk berbudaya menulis: berkarya untuk memberkati lewat tulisan.

Di edisi khusus Ulang Tahun ini, e-Penulis hadir menyajikan artikel menarik mengenai "Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup". Kami juga mengajak Sahabat Penulis membaca sajian spesial berupa karya-karya Sahabat Penulis yang mengekspresikan kecintaannya terhadap seni tulisan melalui puisi dan cerpen. Tidak ketinggalan juga beberapa ucapan selamat ulang tahun dari pelanggan setia e-Penulis.

Selamat membaca. Selamat menulis.
Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Truly Almendo Pasaribu
< uly(at)in-christ.net >
http://fb.sabda.org/penulis

Alasan utama untuk menulis ialah adanya kepuasan menyatakan diri. (Sloan Wilson)