Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Robert Louis Stevenson (1850 -- 1894)

Robert Louis Stevenson dilahirkan di Edinburg pada 13 November 1850, kemudian meninggal di Samoa pada 3 Desember 1894. Dia merupakan salah seorang sastrawan Inggris yang kesohor, dan dapat dikatakan sebagai pengarang petualang romantik pertama dalam dunia sastra Inggris dengan cerita-cerita yang mencekam. Kini, cerita-cerita itu menjadi karya klasik; beberapa di antaranya adalah Treasure Island (1881), Kidnapped (1886), dan Doctor Jekyll and Mr. Hyde. Karya-karya ini telah dibaca secara luas karena diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Stevenson banyak memengaruhi pengarang-pengarang dunia yang lahir kemudian, seperti Kipling dan Jack London. Dalam hal kepengarangannya itu, Stevenson memiliki keistimewaan -- dengan latar belakang orang tuanya yang ahli permesinan dan ketaatan keluarganya dalam bidang keagamaan. Kenyataan ini dia jalani hingga akhir hayatnya di Samoa.

Dia mendapat pendidikan di bidang hukum di Universitas Edinburg, tetapi bakat sastranya membawanya lebih suka mengembara dan menjalani gaya hidup kaum Bohemia. Meskipun pendidikannya menjadikannya seorang pengacara, dia justru lebih menyukai perjalanan. Pengalamannya mengembara ke berbagai belahan dunia dia tuangkan dalam sejumlah karya, di antaranya An Inland Voyage (1878), Travels with a Donkey in the Cevennes (1879), Across the Plains (1892), dan The Amateur Emigrant (1895).

Gambar: Robert Louis Stevenson

Pada 1881, dia menulis Treasure Island (Pulau Harta) sebagai serial untuk anak-anak dengan judul The Sea-Cook. Buku ini selesai ditulis di Davos, Swiss. Kemudian, dia mulai lagi dengan A Child's Garden of Verses di Francis (1885), sedangkan Doctor Jekyll and Mr. Hyde dia tulis di Inggris setelah kembali dari Amerika pada 1887. Pada 1889, dia menulis roman sejarah berjudul The Master of Ballantrae yang mengambil latar Skotlandia, dengan alam indah dan unik dipadu dengan gaya khas bercerita Stevenson yang penuh petualangan.

Bersama istrinya, Stevenson berlayar dari San Fransisco ke pulau-pulau di selatan Lautan Teduh pada 1888. Dia menemukan daerah yang menyedihkan karena penduduknya menderita berbagai jenis penyakit tropis. Dia melewati Pulau Marquesas, Honolulu, dan tiba di Samoa. Pulau terakhir yang dia kunjungi ini menjadi tempat tinggal terakhir bagi pengarang petualang ini. Perjalanannya itu dia tulis dalam buku A Footnote to History (1892), In the South Seas (1896), dan Weir of Hemiston (1896); dua di antaranya terbit setelah dia meninggal dunia.

Mungkin, pembaca masa kini menganggap cerita-cerita Stevenson sebagai cerita anak-anak dan remaja saja, tetapi dalam cerita-cerita petualangannya yang luar biasa itu tersimpan imajinasi dan ide-ide besar dan hebat. Ada cerita yang bersifat alegori dengan penekanan pada persoalan psikologi, dan ada cerita yang melukiskan pandangan hidupnya sebagai warga negara dan insan Tuhan. Sesungguhnya, cerita-cerita Stevenson merupakan gambaran nyata dari simbol petualangan manusia di muka bumi ini, sebagaimana yang dia lukiskan dalam cerita-cerita yang kadang kala tidak rasional.

Pada dasarnya, hidup ini memang tidak terpahami karena ada hal-hal tertentu yang tidak terduga, tetapi hal itulah yang justru terjadi dan dialami umat manusia. Dalam akhir hidupnya di Samoa, dia amat religius, ditandai dengan tidak pernah absennya dia untuk berdoa. Salah satu baris doanya yang diterjemahkan Ir. Ho Kie Liang (Ragi Buana, No. 35, Desember 1966) melukiskan keyakinan imannya dan suasana hatinya, seperti berikut ini, "Berilah kami keberanian dan keriangan dan pikiran damai agar kawan-kawan kami tetap bersahabat dengan kami, dan musuh-musuh kami lunak kepada kami. Karuniakanlah kepada kami bila itu menjadi kehendak-Mu. Namun, bila itu tidak menjadi kehendak-Mu, berilah kami kekuatan untuk menghadapi apa yang akan terjadi, supaya kami perkasa dalam bahaya, tawakal dalam kemalangan, tenang dalam kemurkaan dan dalam semua perubahan peruntungan, hingga di pintu kematian; setia dan saling mengasihi."

Doa-doa ini merupakan bagian dari kebiasaan yang dia lakukan bersama masyarakat Samoa. Dia sering menulis doa-doa yang indah untuk masyarakat setempat, dan doa-doa itu mereka ucapkan setiap hari layaknya renungan harian. Terdapat petikan fragmen cerita pendeknya yang berjudul Pulau Kecil, yang diterjemahkan oleh Sardjoeningtias (S. Vestdijk, Laut Punya Cerita, Jakarta: Hasta Mitra, 1983, hlm. 91-93). Cerita ini mengisahkan petualangan tentang laut dan manusia pulau yang menampilkan keunikan dan ketegangan watak manusia serta latar tempat.

Diambil dari:
Judul buku : Tokoh-Tokoh Cerita Pendek Dunia
Judul artikel : Robert Louis Stevenson (1850 -- 1894)
Penulis : Korrie Layun Rampan
Penerbit : PT. Grasindo
Halaman : 75 -- 78