Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Biografi Penulis Terkenal

Sindhunata

Diringkas oleh: N. Risanti

Dr. Gabriel Possenti Sindhunata atau yang akrab dipanggil Romo Sindhu, lahir pada tanggal 12 Mei 1952 di kota Batu, Malang, dari orangtua beretnis Tionghoa. Ibunya bernama Koo Soen Ling sementara bapaknya bernama Liem Swie Bie. Setelah menamatkan pendidikan dari Seminarium Marianum, Lawang, Malang, pada tahun 1970, Sindhunata pindah ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai wartawan di majalah Teruna pada tahun 1974 -- 1977 serta harian Kompas pada tahun 1978. Pada tahun 1974 -- 1980, ia menempuh studi di STF Driyakarya, Jakarta, dan kemudian juga mendapat gelar sarjana dari Institut Filsafat Teologi Kentungan, Yogyakarta. Pada tahun 1992, ia mendapat gelar Doktor di bidang filsafat dengan disertasi mengenai pengharapan mesianik masyarakat Jawa dari Hochschule fur Philosophie, Philosophische Fakultat SJ, Munchen, Jerman. selengkapnya... about Sindhunata

Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)

Diterjemahkan oleh Ary dari situs: http://www.christianitytoday.com/

"Jika ada yang dapat membuktikan padaku bahwa Kristus berada di luar kebenaran dan bahwa pada kenyataannya kebenaran berada di luar Kristus, aku akan tetap memilih Kristus ketimbang kebenaran."

Demikian kalimat menjelang kematian itu ia katakan, Fyodor Dostoyevsky, 29 tahun ketika itu sedang bersama tahanan lainnya, berada di tengah arena, siap untuk ditembak. selengkapnya... about Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Madeleine L'Engle

Madeleine lahir pada 29 November 1918 dan menghabiskan masa kanak-kanaknya di New York City. Ia suka menulis cerita, puisi, dan buku harian yang tercermin dalam nilai-nilainya (bukan yang terbaik). Namun, dia tidak berkecil hati. Pada usia 12, ia pindah ke Pegunungan Alpen Prancis dengan orang tuanya dan bersekolah di sebuah sekolah asrama Inggris. Di tempat itu gairah menulisnya terus bertumbuh. Ia berkembang pesat selama tahun-tahun SMA-nya di Amerika Serikat, di SMA Ashley Hall, Charleston, Carolina Selatan. selengkapnya... about Madeleine L'Engle

Arswendo Atmowiloto

Arswendo Atmowiloto (lahir Solo, 26 November 1948) mempunyai nama asli Sarwendo. Ndo, panggilannya, dari kecil senang mendalang. "Dari situ saya berkenalan dengan seni," katanya. Ayahnya, pegawai balai kota Surakarta, sudah meninggal ketika Arswendo duduk di bangku sekolah dasar. Ibunya, meninggal pada 1965. Arswendo pun yatim piatu di usia 17 tahun, ketika masih duduk di bangku SMA. selengkapnya... about Arswendo Atmowiloto

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Gilbert Morris

Tak diragukan lagi, Morris adalah penulis Kristen yang paling terkenal [di Amerika] pada masa ini. Ia telah menerbitkan 25 artikel ilmiah, lebih dari 200 puisi, dan lebih dari 80 novel. Penggemarnya terpesona oleh kemampuannya dalam menyisipkan karakter-karakter fiksi yang kuat ke dalam peristiwa-peristiwa bersejarah Amerika. Seri novel karangannya yang paling terkenal, "The House of Winslow", bercerita tentang pertumbuhan dan kehidupan keluarga Winslow sejalan dengan berkembangnya sejarah Amerika. Penyelidikan Morris yang amat cermat, membuat jalanan New York yang kasar, kotor, dan berdebu di awal abad 20 "dibangkitkan" kembali, dan pemahamannya mengenai jiwa manusia menghidupkan karakter-karakter ciptaannya yang masuk akal, baik dalam kekuatan maupun kelemahan mereka masing-masing. Tak heran, jika penggemar tulisannya melahap karyanya lebih cepat dari waktu yang dibutuhkannya untuk berkarya. selengkapnya... about Gilbert Morris

Nobertus Riantiarno

Diringkas oleh: Santi T.

Nobertus Riantiarno (Nano) lahir pada 6 Juni 1949 di Cirebon, Jawa Barat. Terlibat dalam teater sejak 1965. Sesudah tamat SMA (1967), ia kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia, ATNI, Jakarta, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (1971). N. Riantiarno mendirikan Teater Koma, 1 Maret 1977, dan pernah menggelar sekitar 111 produksi panggung dan televisi hingga 2006. selengkapnya... about Nobertus Riantiarno

Gabriel Garcia Marquez

Dari mana ia bisa menulis seperti itu? Menurut Eka Kurniawan keberhasilannya ialah karena Marquez mengisahkan dunianya sendiri, Amerika Latin yang dikemas dalam legenda sebuah desa bernama Macondo. Seperti Toni Morrison yang bersikukuh mengisahkan semesta orang-orang Negro dan Faulkner dengan dunia Selatannya. Inilah sesuatu yang sering luput dari kekaguman kita akan Marquez, yang barangkali lebih terpesona oleh "bahasa imajinatifnya" (yang konon datang dari bahasa Spanyol yang kaya dibandingkan bahasa sendiri yang masih miskin dan sederhana), plus pesona realisme magisnya. selengkapnya... about Gabriel Garcia Marquez

Kolom Publikasi: 

Pages


Subscribe to Biografi Penulis Terkenal