Charles Schulz, Charlie Brown, dan ... Snoopy


Disusun oleh: R.S. Kurnia

Istilah "comic strip" (komik strip) mengacu kepada gambar maupun urutan gambar yang menuturkan sebuah cerita. Komik ini biasanya hanya terdiri dari beberapa panel gambar. Terkadang cerita yang disampaikan selesai dalam satu rangkaian, namun ada pula yang disajikan bersambung. Salah satu contoh komik strip ini dapat kita lihat pada harian "Kompas", seperti "Panji Koming", "Konpopilan", dan lain-lain pada edisi Minggu yang mewakili komik strip Indonesia.

Salah satu komik strip yang terkenal ialah "Peanuts". Bagi beberapa orang, nama ini mungkin tidak lebih terkenal daripada Snoopy. Padahal Snoopy hanya salah satu tokoh di dalamnya.

MENGENAL CHARLES SCHULZ

Charles Schulz dilahirkan dengan nama lengkap Charles Monroe Schulz pada 26 November 1922 di Minneapolis, Minnesota. Ia anak tunggal dari Dena dan Carl Schulz. Ia sudah mencintai komik sejak berusia dua tahun. Keberhasilan pertamanya ialah tatkala "Ripley's Believe it or Not" menerbitkan gambar keluarga anjingnya pada 1937.

Schulz sempat menjadi komandan skuad senjata mesin pada Perang Dunia II. Di sela perang, ia sempat membuat sketsa kehidupan angkatan bersenjata. Hasratnya untuk dunia komik baru tersalurkan ke arah semestinya ketika ia berhenti dari angkatan bersenjata pada 1945.

Namun, Schulz harus berjuang keras meniti kariernya. Sejumlah karyanya memang sempat dimuat, di antaranya di Saturday Evening Post di mana ia menjual tujuh belas komik banyolannya. Ia juga menggambar komik mingguan pada St. Paul Pioneer Press.

Tanggal 2 Oktober 1950 menjadi titik balik karyanya tatkala ia menciptakan komik strip harian berjudul "Peanuts"yang tersindikasi secara nasional dengan terbit di tujuh surat kabar berbeda. Saat itu lebih dari 300 juta kopi terjual di seluruh dunia. Penghargaan pun disematkan padanya, termasuk Reuben Award dari National Cartoonists Society.

Karakter dalam "Peanuts" memang unik. Coba lihat daftar yang disarikan dari situs resmi Peanuts, bagian dari situs United Feature Syndicate, Inc. berikut.

  • Snoopy (muncul pertama kali pada 4 Oktober 1950)

    Digambarkan sebagai seekor anjing pemburu yang ekstrovert dengan "Walter Mitty complex", karakter fiktif ciptaan James Thurber yang berperasaan halus dengan kehidupan fantasi yang nyata. Ia menghargai tuannya, Charlie Brown, sebagai "anak laki-laki berkepala bundar" yang memberinya hidangan makan malam. Ia tidak kenal takut, meski cemas akan "kucing tetangga".

  • Charlie Brown (2 Oktober 1950)

    Charlie Brown memikat banyak hati melalui kegagalannya. Sikap cemasnya sudah mendarah daging dan ia akan merisaukan hal-hal yang sepele. Meskipun ia memerhatikan arti hidup yang sejati, teman-temannya terkadang memanggilnya "orang tolol". Ia cenderung menjadi korban lawakan, bukan pelawaknya. Ia juga tipikal anak yang baik budi, bersahabat, dan sopan.

  • Woodstock (4 April 1967)

    Meski merupakan karakter terkecil, kehadiran Woodstock cukup besar bagi burung yang mungil ini. Ia cenderung ceroboh, dengan emosi dan logika yang tidak menentu. Namun, ia menjadi sahabat terdekat yang paling dipercayai Snoopy. Ia juga bisa mengetik dan menulis dengan cepat dan biasanya menjadi objek permainan dari setiap apa yang ingin dilakukan Snoopy.

  • Linus (19 September 1952)

    Linus Van Pelt menginspirasikan "selimut pelindung" (security blanket) dengan pose klasiknya. Ia tokoh yang pandai di kelompok ini dan sering mengejutkan teman-temannya dengan pernyataan filosofis dan solusinya pada suatu masalah. Ia sering menjadi bulan-bulanan kakaknya, Lucy, sekaligus menerima perhatian yang tidak diinginkan dari adik Charlie Brown, Sally. Ia mengerti makna sejati Natal, namun tetap memercayai the Great Pumpkin.

  • Lucy (3 Maret 1952)

    Lucy Van Pelt bekerja keras bersikap sebagai bos, temperamental dan tidak menyenangkan (crabby), dan egois. Ia sangat mencolok dan banyak berteriak. Senyum dan motifnya jarang sekali murni. Ia sok tahu dan selalu memberikan nasihat, meskipun tidak diinginkan. Ia tipikal orang cerewet dalam arti yang sesungguhnya, suka menggerutu. Logika sering kali tidak ada dalam argumennya.

  • Sally (22 Agustus 1960)

    Sally merupakan adik Charlie Brown. Ia menyukai Linus, meski Linus tidak memiliki perasaan serupa kepadanya. Dia selalu mencari jalan pintas/mudah, khususnya di sekolah, di mana pandangan hidupnya merefleksikan banyak pengalaman masa kanak-kanak yang diwarnai dengan frustrasi dan kebingungan. Tuturannya cenderung membingungkan karena penggunaan kata yang tidak tepat.

  • Schroeder (30 Mei 1951)

    Schroeder mengidolakan Beethoven. Ia menghadirkan musik klasik ke dalam "Peanuts". Pembawaannya tenang. Ia hanya bereaksi ketika Woodstock ingin menjadikan pianonya sebagai tempat bermain, atau ketika Lucy hendak menjadikannya "meja penghakiman", yang kemudian menimbulkan kekerasan kecil.

  • Peppermint Patty (22 Agustus 1966)

    Tokoh ini sangat lihai bermain baseball, tapi selalu mendapat D di kelasnya. Ia pemberani, keterlaluan, dan tomboi. Dialah yang satu-satunya memanggil "Chuck" pada Charlie Brown. Ia bermasalah untuk tetap bangun di kelas; kebanyakan waktu meleknya di kelas dihabiskan untuk menganalisa pola kemungkinan benar-salah.

  • Marcie (18 Juni 1968)

    Marcie ini teman baik Peppermint Patty. Ia tergolong paling pintar, tapi juga paling naif. Ia suka menolong teman-temannya mengerjakan PR. Meski tidak mahir bermain basket, teman-temannya tetap mengajaknya bermain. Bersama Peppermint Patty, Marcy diam-diam menyukai Charlie Brown. Meski bertolak belakang dan sepertinya tidak punya kesamaan, hal inilah yang justru membuat persahabatan mereka amat kental.

  • Pigpen (13 Juli 1954)

    Pigpen digambarkan sebagai anak yang dekil. Awan berdebu selalu menyertainya dan menyebabkan yang lain tertular dekilnya. Ia senang terlihat demikian dan tidak berusaha menyembunyikannya.

  • Franklin (31 Juli 1968)

    Franklin satu-satunya anak berkulit berwarna. Ia tergolong bijaksana dan mahir mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama. Berbeda dari yang lain, Franklin paling jarang merasa khawatir atau terobsesi terhadap sesuatu pun.

  • Rerun (26 Maret 1973)

    Rerun Van Pelt lebih skeptis daripada Linus, saudaranya, lebih sulit diyakinkan, juga sering berada di dekat Lucy. Ia selalu ingin memiliki seekor anjing, meski dilarang orang tuanya. Dan ia selalu mencoba meminjam Snoopy dari Charlie Brown. Snoopy tidak menuruti sampai Rerun membawakannya kue.

Karakter-karakter tersebut banyak diciptakan Schulz berdasarkan inspirasi dari kehidupannya sendiri. Sebut saja beberapa di bawah ini.

  • Seperti Charlie Brown, ayah Schulz adalah seorang tukang cukur dan ibunya merupakan ibu rumah tangga.
  • Ketika masih kecil, Schulz juga memiliki seekor anjing berjenis "pointer" yang bernama Spike. Nama ini juga digunakan Schulz untuk menggambarkan saudara Snoopy.
  • Tempat tinggal Spike di luar Needles, California tampaknya dipengaruhi oleh rentang waktu 1928 -- 1930, ketika Schulz masih tinggal di sana.
  • Schulz juga termasuk orang yang pemalu dan pendiam.
  • Linus dan Shermy dinamai sesuai nama kedua teman baiknya.
  • Tokoh Lucy terinspirasi oleh Joyce Halverson, istri pertamanya.


CHARLES SCHULZ DAN KEKRISTENAN

Schulz dibesarkan di lingkungan keluarga Kristen Lutheran. Ia menjadi jemaat di Church of God hingga akhir hayatnya. Ia juga mengajar Kelas Alkitab pada hari Minggu di United Methodist Church. Kehidupan Kristennya tergambar dalam tokoh Linus Van Pelt yang diakuinya sebagai representasi kerohaniannya. Linus, adik Lucy, sering mengutip ayat-ayat Alkitab. Misalnya, ketika Lucy merasa tidak bersemangat menghadapi hidupnya, Linus meminta Lucy untuk menghitung berkat yang ia peroleh selama hidupnya.

"When you're in a mood like this you should try to think of things you have to be thankful for .. in other words count your blessings."

Meskipun "Peanuts" mengomunikasikan pesan Alkitab, Snoopy dan teman-teman dikenal dan dicintai oleh begitu banyak orang dari berbagai penjuru dunia. Bahkan ketika Robert L. Short menulis buku yang menggambarkan pesan-pesan Injil yang diselipkan Schulz, "The Gospel According to Peanuts" (pertama terbit 1966), buku ini pun menjadi buku nonfiksi terlaris di AS pada saat itu.

Meski demikian, Schulz tidak menerjemahkan pesan Injil itu secara langsung. Baginya, hal itu sama sekali bukan bagiannya. Short (1974: 28) memperjelas hal ini ketika menulis:

"... he has not gone much further in specifying exactly what this message is. Again, why should he? As I have attempted to make clear, the job of the interpreter (whether minister, priest, professional critic, or perceptive layman) and the job of the artist should usually be kept apart."


SCHULZ PADA AKHIR HAYATNYA

Setelah berkarya selama lima puluh tahun, Schulz memutuskan untuk pensiun pada 14 Desember 1999. Sebelumnya, pada November 1999, ia kena stroke sampai ia divonis mengidap kanker usus besar. Lagipula, penglihatannya juga mulai kabur. Untuk menandai pensiunnya, Schulz membuat edisi perpisahan. Schulz akhirnya meninggal pada 12 Februari 2000 akibat penyakit yang dideritanya, tepat beberapa jam sebelum edisi terakhir pada surat kabar Minggu hendak dicetak.

Strip komik terakhirnya dijadikan batu nisannya. Di sana tertulis:

"Dear Friends, I have been fortunate to draw Charlie Brown and his friends for almost 50 years. It has been the fulfillment of my childhood ambition.

Unfortunately, I am no longer able to maintain the schedule demanded by a daily comic strip, therefore I am announcing my retirement.

I have been grateful over the years for the loyalty of our editors and the wonderful support and love expressed to my by fans of the comic strips.

Charlie Brown, Snoopy, Linus, Lucy...how can I ever forget them...."

Etika kerja dan kejujurannya yang tercermin pada karakter-karakter ciptaannya membuat Schulz menjadi tolok ukur para kartunis lainnya.

Charles Monroe Schulz telah mengakhiri perlombaan yang diberikan kepadanya. Kesetiaannya untuk mengomunikasikan pesan-pesan bermakna kepada para penggemarnya merupakan teladan yang sangat baik. Oleh karena itu, bagi Anda yang memang meminati kartun atau komik, ada baiknya meneladani almarhum dan mengikuti nasihat almarhum berikut ini.

"... if you do not say anything in a cartoon, you might as well not draw it all. Humor which does not say anything is worthless humor."

Daftar bacaaan

CNN. 2000. "Peanuts" Fans Mourn Deatg of Creator Charles Schulz, dalam http://archives.cnn.com/2000/US/02/13/schulz.obit.02/index.html

Lambiek Comiclopedia. Charles Schulz (26/11/1922 -- 12/02/2000, USA), dalam http://lambiek.net/artists/s/schulz.htm.

Schulz Museum. 2007. Charles M. Schulz (1922-2000), dalam http://www.schulzmuseum.org/.

Short, Robert L. 1974. "The Gospel According to Peanuts". Suffolk: Collins.

Wikipedia. 2007. Charles Schulz, dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Schulz.