Biografi Pendek Karl May

Lahir di kota kecil Saxonian, di Jerman pada 1842, Karl May adalah anak lelaki sepasang penenun miskin. Saat berumur tiga belas tahun, seperti yang ia katakan pada autobografinya (1910), ia meninggalkan rumahnya menuju Paris, untuk mencari gerombolan perampok Spanyol yang mirip dengan Robin Hood pada zamannya -- yang keberadaannya jelas-jelas menghiasi ratusan halaman buku-buku abad ke-19 -- agar membantu kampung halaman May keluar dari kemelaratan sosial. Ayahnya, yang gelisah memikirkannya, mencarinya 24 jam setelah kepergiannya.

Masalah keuangan menghalanginya untuk melanjutkan pendidikan di universitas. Karl May menjadi guru di sebuah sekolah dasar. Ia merasa senang bekerja sebagai guru. Namun suatu hari, ia dituduh mencuri arloji milik teman sekamarnya dan tidak dapat membuktikan bahwa ia tak bersalah. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum penjara enam bulan; ia kehilangan izin untuk mengajar. Hal itu mengoyak batinnya dan mengacaukan pikirannya untuk sementara waktu. Pada tahun-tahun berikutnya, ia melakukan penipuan -- dengan menyamar antara lain sebagai dokter medis, letnan polisi, dan sebagai asisten notaris. Dalam merencanakan dan melaksanakan aksi penyamarannya, terlihat jelas bahwa ia adalah seorang yang berani dan memiliki daya imajinasi yang kuat. Total, ia menghabiskan lebih dari tujuh tahun di penjara, tapi ia memanfaatkan waktunya di penjara itu dengan baik, dengan membaca beragam buku-buku pengetahuan dan merencanakan memulai karier sebagai penulis fiksi.

Pada 1875, ia menjadi editor pada sejumlah jurnal mingguan di Dresden, Jerman, sambil menulis dan menerbitkan tulisannya sendiri, yang seharusnya ditulis secara berseri. Lagi-lagi, ia banyak membaca dan mendapat pengetahuan penting di berbagai bidang.

Berhenti dari pekerjaannya sebagai editor pada 1878, ia merasa siap untuk meraih sukses sebagai penulis cerita-cerita eksotis yang menampilkan penulisnya sebagai narator orang pertama, identik dengan karakter utama pria, yang nampaknya ditulis dari segudang pengalaman pribadi. Dalam beberapa tahun, Karl May, melalui karyanya "Winnetou" dan "Ottoman Empire", menjadi terkenal. Akhirnya, ia pindah ke vila besarnya sendiri, yang ia penuhi dengan (dibeli secara gelap) piala-piala dari berbagai bidang -- yang ia sebut sebagai ruang peringatan petualangan-petualangan agungnya.

Pada 1900, saat ia pergi ke Orient -- untuk pertama kali dalam hidupnya -- ia berada di antara penulis-penulis Eropa paling terkenal dan yang buku-bukunya paling banyak dibaca, untuk mengambil keuntungan dari hasil royalti.

Saat kembali, ia menghadapi masalah -- ia menemui novel-novelnya diterbitkan tanpa seizinnya, yang sebelumnya memang ia terbitkan dengan nama samaran karena alasan keuangan. Novel-novel itu diterbitkan untuk memerangi ketidaksenonohan moral -- dosa utama negara Jerman di era pemerintahan Kaisar Wilhem. Penerbit terdahulu, yang tak dikenal May, adalah orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, yang telah menghancurkan naskah dan telah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Dengan putus asa, May mencari bantuan hukum untuk membersihkan namanya dari cela. Seorang penentangnya yang jahat dan berhati dengki menyebutnya sebagai penipu yang sebenarnya mencerminkan karakter utama dalam buku-bukunya. Dan parahnya lagi, orang itu menyebutnya sebagai mantan narapidana. Karl May dicap dengan citra seperti itu dalam masyarakat.

Ia pulih, namun dengan perlahan. Pemulihannya datang dari hal yang tak terduga. Selama rangkaian turnya di Orient, ia mengalami perubahan drastis pada kepribadian dan pandangannya, yang membuatnya beralih menulis karya-karya bernuansa cabul dan riang. Merasa senang dengan peralihan yang sebenarnya tidak mencerminkan dirinya yang sesungguhnya itu, May kemudian mengabdikan dirinya pada novel-novel berkarakter filosofis, dalam lingkup metafisik dan tema-tema religius. Buah kecemerlangan dari proses pemikirannya adalah dua edisi karyanya "Ardistan and Djinnistan" pada tahun 1909, potret fiksi paling unik yang pernah ditulis dalam sejarah manusia, dosa dan hasrat abadi akan kedamaian dan penebusan -- sebuah dongeng yang sangat menawan, perjalanan pengembara melalui ribuan tahun waktu dan jagat raya, dan sebuah karya seni yang menakjubkan. Sampai kini, mahakarya seorang pemikir besar ini hanya diapresiasi oleh kaum minoritas, namun isinya sepertinya membentuk sikap dan takdir dalam kelangsungan hidup manusia.

Karl May meninggal dengan tenang pada umur tujuh puluh tahun pada 1912 setelah menang dalam berbagai perkara hukum dan membungkam para penuntutnya. Buku-bukunya membuatnya tetap dikenal dan membuktikannya sebagai penulis sepanjang masa. (t/Dian)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Karl May Gesellschaft - English Home Page
Penulis : tidak dicantumkan
Alamat URL : http://karlmay.leo.org/kmg/sprachen/englisch/life.htm