Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kaidah dan Pemakaian Bahasa

Menceraikan yang Dipersatukan

Oleh: indonesiasaram

Ayat Alkitab yang boleh dibilang mencegah kawin-cerai dalam kehidupan orang Kristen ialah Matius 19:6 (lihat juga Markus 10:9). Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut. selengkapnya... about Menceraikan yang Dipersatukan

Variasi Tinggi-Rendah Bahasa

Sdr. Mantoro Putro, menanyakan parameter yang menentukan bahasa variasi rendah dan variasi tinggi. Pertama, perlu dijelaskan bahwa pertanyaan ini bertalian sangat erat dengan pemakaian bahasa dalam situasi diglosik. Masyarakat diglosik adalah masyarakat yang di dalamnya terdapat perbedaan fungsi dan peran bahasa sesuai konteks sosialnya. Lazimnya, dalam masyarakat diglosik terdapat pembedaan peran dan fungsi bahasa variasi tinggi dan rendah dari satu bahasa yang sama. Misalnya, dalam bahasa Jawa ada bahasa Jawa Krama dan Ngoko. Dalam bahasa kita, ada bahasa Indonesia baku dan tidak baku. Perbedaan fungsi dan peran bahasa seperti inilah yang merupakan ukuran terpenting di dalam masyarakat diglosik. selengkapnya... about Variasi Tinggi-Rendah Bahasa

Salah Kaprah Penggunaan Bahasa Indonesia

Bergandengan dan Saling Pukul

"Ia berjalan bergandengan tangan." Mengapa tidak ditulis: "Mereka berjalan bergandengan tangan?" Benar, jika ditulis, "Ia bergandengan tangan dengan pacarnya." selengkapnya... about Salah Kaprah Penggunaan Bahasa Indonesia

Yuk, Kurangi Istilah Asing

Masalah kebahasaan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya. Dalam hubungan dengan kehidupan masyarakat bahasa Indonesia, telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tatanan kehidupan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. selengkapnya... about Yuk, Kurangi Istilah Asing

Betulkah Bentuk Mengkritisi?

Menggunakan bahasa secara tepat dan benar tidaklah mudah. Tentu saja diperlukan pengetahuan tentang bahasa itu melalui pelajaran khusus. Pengetahuan berbahasa secara alami saja tidak cukup. Di sekolah, guru mengajarkan kepada murid-muridnya bagaimana bahasa yang benar tentang makna kata, bentuk kata, dan susunan kata dalam kalimat. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Betulkah Bentuk Mengkritisi?

Unsur-Unsur Tulisan yang Efektif (Tata Bahasa: Kaidah DM)

Sasaran kita adalah bagaimana membuat unsur-unsur tulisan itu menjadi efektif. Kalau unsur-unsur tulisan itu efektif, maka dengan sendirinya tulisan itu menjadi efektif. Hal-hal yang harus diperhatikan mencakup kata yang efektif, kalimat yang efektif, dan alinea yang efektif. Mari kita bahas satu per satu unsur tersebut. selengkapnya... about Unsur-Unsur Tulisan yang Efektif (Tata Bahasa: Kaidah DM)

Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

Kawan saya, seorang editor baru, kerap dibuat puyeng dengan sejumlah kaidah bahasa Indonesia. Harap maklum, dia lulusan ITB dan memang menjadi (lebih tepatnya sebagai kopieditor), sebelum ideal disebut editor. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Lebih Dekat dengan Preposisi "di" dan "pada"

EyD Itu Rumit?

Harus diakui, memang, kita sering kelabakan ketika berhadapan hanya dengan EyD. Bayangkan saja, kita harus mengerti mengenai penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, yang hingga sekarang saja masih sering membingungkan kita. Ada pula masalah penggunaan tanda baca yang terdiri dari tanda titik (.), tanda koma (,), titik dua (:), tanda petik ganda ("), tanda petik tunggal ('), atau tanda pisah (-–) yang sering disalahmengerti dengan tanda hubung (-). Atau ketika kita berhadapan dengan aspek morfologi. Kita masih sulit menentukan mana yang benar antara, misalnya mempercayai dan memercayai; mempengaruhi dan memengaruhi. selengkapnya... about EyD Itu Rumit?

Kalimat Tanpa Objek atau Pelaku

Penulis: Lie Charlie

Kalimat "Ibu Aminah sudah melahirkan" dianggap sempurna walaupun tidak mengandung objek. Kalimat ini malah akan terkesan lucu atau tersinyalir mengejek jika dibubuhi objek, "Ibu Aminah sudah melahirkan anak", karena tidak lazim. [block:views=similarterms-block_1] selengkapnya... about Kalimat Tanpa Objek atau Pelaku

Ibadah dan Ibadat

Apa yang membedakan kata ibadah dengan ibadat? Cara yang paling gampang tentu dengan meraih kamus dan melihat apa yang dikatakan kamus tentang kedua kata tersebut. Maka cobalah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga pada halaman 415. Pada halaman pertama dari daftar huruf I itu, kita langsung bertemu dengan kedua kata tersebut.

Baik ibadah maupun ibadat sepertinya bisa saling menggantikan. Pada lema ibadah, tercantum salah satu artinya ialah "ibadat". Demikian pula sebaliknya. Tapi benarkah keduanya bisa saling menggantikan? Belum tentu! Coba lihat pengertian lain yang ditawarkan oleh KBBI yang ukurannya memang besar itu. selengkapnya... about Ibadah dan Ibadat

Pages


Subscribe to Kaidah dan Pemakaian Bahasa