Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Serba-serbi Dunia Penulisan

Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Dua kalimat di atas seolah hanya permainan kata. Selintas keduanya bermakna sama dan mengarah pada satu kata yang oleh sebagian insan akademik sangat ditakuti: menulis! Di negeri ini, menulis memang masih menjadi momok. Beratus ribu, bahkan berjuta mahasiswa gagal menjadi sarjana hanya karena tidak bisa menulis. Deretan doktor dan profesor yang tidak terlalu signifikan antara jumlah dan perannya dalam membangun negeri ini, juga karena tidak bisa menulis. Tapi ironisnya, justru karena ketidakberdayaan orang-orang tersebut, biro skripsi-tesis-disertasi mendapat makan karena "menulis" untuk mereka.

Menulis yang sudah terlanjur ditakuti oleh masyarakat awam -- bahkan sebagian insan akademik. Menulis dianggap hanya bersendikan bakat dan menepikan latihan. Menulis menjadi bagian yang dianggap sebagian orang saja yang mampu, karena merupakan bawaan, padahal menulis hanyalah perkakas; ia bisa tajam dan bisa pula tumpul. "Mengasah" memiliki makna lain "berlatih". Artinya, keterampilan menulis bisa semakin memesona karena senantiasa dilatih dan digeluti dalam proses. Sebaliknya, ia bisa menjadi buruk kualitasnya -- bahkan sama sekali tak bermakna -- karena tidak pernah dicoba apalagi dilatih. selengkapnya... about Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Pada era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara tentang bahasa daerah—yang umumnya merupakan bahasa ibu di Nusantara tercinta—boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang. selengkapnya... about Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Jurnal Sebagai Jalan Setapak Menuju Sukacita

Mungkin Anda tidak pernah memikirkan penulisan jurnal sebagai suatu disiplin rohani. selengkapnya... about Jurnal Sebagai Jalan Setapak Menuju Sukacita

Seputar Penyuntingan Naskah

Disarikan oleh: Davida Welni Dana

Menjadi seorang penyunting (editor) ternyata bukanlah tugas yang biasa saja. Jika ingin menyandang jabatan itu, seseorang harus memikirkan bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk melengkapi dirinya dalam dunia yang luas, yaitu dunia literatur. Jadi, seorang penyunting tidak hanya bermodal ejaan yang baik dan benar saja, akan tetapi harus memiliki "beban" sebagai seorang penyunting yang baik dan benar pula. selengkapnya... about Seputar Penyuntingan Naskah

Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Membaca dan menulis adalah kegiatan yang sifatnya sangat personal. Ketika Anda punya minat kuat untuk membaca dan menulis, Anda sesungguhnya hanya berhadadapan dengan diri Anda. Jika Anda sudah berapi-api untuk membaca dan menulis, namun "bara api" yang berkobar di dalam diri Anda itu tiba-tiba padam, itu berarti yang memadamkannya adalah Anda sendiri.

Ada kemungkinan "api" itu padam karena Anda tak menemukan buku yang menyenangkan diri Anda. Sebuah buku yang ingin Anda baca mungkin saja tertemukan. Namun, Anda kemudian tidak dibuat senang oleh buku tersebut. Bahkan yang lebih parah, "api" membaca itu padam karena Anda disiksa oleh si buku. Kok bisa? Karena Anda tidak mencicipi lebih dahulu dan tidak bertanya kepada diri Anda secara tajam tentang alasan Anda ingin membaca buku tersebut. selengkapnya... about Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Nasionalisme dalam Pengembangan Bahasa

DALAM mengembangkan bahasa Indonesia, rupanya kita kurang menyimak pertumbuhan bahasa-bahasa lain di dunia, sehingga kita mengambil langkah yang sama kelirunya dengan langkah Italia atau Prancis ratusan tahun yang lalu. Dalam tata bahasa mungkin kita dapat memberikan kaidah gramatikal karena sintaksis memang pada dasarnya rule-governed. Dalam lafal, kita tidak selayaknya berusaha membuat standar, karena lafal seseorang adalah genetically-governed. selengkapnya... about Nasionalisme dalam Pengembangan Bahasa

Bahasa dan Pembangunan Karakter Bangsa

Karakter diinterpretasikan sebagai realisasi operasional jati diri atau identitas seseorangatau suatu bangsa jika seseorang atau suatu bangsa dihadapkan kepada masalah yang harus diselesaikan atau diatasi untukmencapai kesejahteraannya. selengkapnya... about Bahasa dan Pembangunan Karakter Bangsa

Kalimat Jurnalistik

Kalimat Jurnalistik

Disarikan oleh: Puji Arya Yanti

Bahasa ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai oleh para pengasuh media massa untuk menyajikan berita bagi audiensnya. Bahasa ragam jurnalistik, yang juga disebut sebagai bahasa koran atau bahasa media massa, ditengarai memiliki kalimat dan alinea yang pendek-pendek, bahasanya pun enak di baca. Lebih dari itu etika dasar jurnalistik menuntut agar bahasa di media massa menyiratkan kejujuran, hangat, akurat, sopan, tidak dibenarkan menggunakan kata-kata yang kasar, atau pun yang menyakiti hati orang. Kutipan tidak boleh diubah-ubah sembarangan apalagi tanpa alasan yang mendasar. selengkapnya... about Kalimat Jurnalistik

Belajar Melalui Membaca

Penulis Adalah Seorang Pembaca

Hidup ini merupakan sebuah proses belajar, tak terkecuali bagi seorang penulis. Ia tidak akan melewatkan satu pun pengalaman belajar yang dapat menjadi inspirasinya dalam menulis. Salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman belajar adalah melalui buku. Tidak dapat ditawar-tawar, seorang penulis haruslah seorang pembaca yang baik pula. Buku merupakan gudang ilmu, pengetahuan, dan pengalaman belajar. Semakin banyak membaca, seorang penulis akan semakin berisi. Penulis harus berwawasan luas, dan itu dapat tercapai dengan membaca buku-buku yang notabene penuh dengan wawasan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas menulis adalah melalui membaca. selengkapnya... about Belajar Melalui Membaca

Tantangan Membaca pada Era Digital, Mana Lebih Unggul?

Penelitian mengungkap, ada perbedaan proses keterbacaan antara membaca tulisan digital dan konvensional (cetak). selengkapnya... about Tantangan Membaca pada Era Digital, Mana Lebih Unggul?

Pages


Subscribe to Serba-serbi Dunia Penulisan