Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Serba-serbi Dunia Penulisan

Simsalabim Untuk Berkarya!

Pada suatu lokakarya penulisan, seorang penulis mendatangi pemateri untuk meminta sentuhan "simsalabim" agar dia sukses dalam menulis. Pemateri itu pun mewejang "Penulis tidak memerlukan mantra untuk menulis. Ramuan terampuh saat menulis adalah menulis dan mencintai proses itu. Percayalah Anda akan mendapat kesenangan dan kepuasan dari dunia itu."

Sahabat penulis, saya juga sependapat dengan pemateri tersebut. Saya percaya bahwa bakat menulis adalah bibit yang dimiliki setiap orang. Tentu saja, kita memerlukan ketekunan dan motivasi dalam merawat bibit ini agar kita dapat menikmati buah yang manis pada akhirnya. Nah, e-Penulis edisi Agustus rindu memotivasi penulis dengan artikel "Mengapa Menulis itu Menyenangkan?" Tersedia pula pemaparan yang menggelitik untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan menulis dalam artikel, "Mengenali 7 Kebuntuan Penulis". Jangan lewatkan tokoh penulis Kristen yang memunyai peranan penting dalam filsafat, Søren Aabye Kierkegaard. Semoga dengan sajian e-penulis ini, sahabat semakin termotivasi untuk terus menulis.

Selamat menulis, selamat bersenang-senang! selengkapnya... about Simsalabim Untuk Berkarya!

Bagaimana Menulis Surat Natal yang Lebih Autentik

Seberapa sering Anda membuka surat Anda selama masa Natal sampai menemukan sebuah kartu Natal dengan foto orang-orang yang Anda kenal, yang disertai dengan surat tahunan yang memuat hal seperti ini: selengkapnya... about Bagaimana Menulis Surat Natal yang Lebih Autentik

Dunia Maya sebagai Tempat Menggali dan Berkreasi bagi Penulis

Oleh: R.S. Kurnia

Kekayaan dunia internet atau dunia maya tidak sekadar menghadirkan peluang bagi para penulis, khususnya penulis pemula. Kalau Anda masuk kategori pemula, Anda tidak perlu khawatir. Internet itu bagaikan perpustakaan raksasa yang menyediakan begitu banyak bahan dan informasi yang sangat berharga bagi Anda. Yang Anda perlukan hanya membuka alat penjelajah Anda lalu menelusuri perpustakaan maya ini. selengkapnya... about Dunia Maya sebagai Tempat Menggali dan Berkreasi bagi Penulis

Catatan dari Sebuah Klub Menulis

Salah satu hal yang membuat saya takjub pada hidup adalah ketika kita membiarkan hal-hal yang tak terduga datang. Kita seakan mengapung dengan keseimbangan "sempurna" di dalamnya. Tak ada dorongan berlebihan karena asa yang meluap-luap. Tak ada sesak karena penolakan dalam diri. Mengalir, begitu saja.

Seperti keberadaan saya di sebuah klub menulis ini. Tak terduga. Tanpa saya cari, tanpa saya tolak. Saya terima begitu saja, ketika ajakan dari seorang kawan itu menghampiri. Ini adalah klub menulis yang unik. Yang saya tahu, kebanyakan klub menulis di luar sana adalah sebuah klub yang lepas, hanya didasari oleh minat menulis. Tapi klub menulis ini dipayungi oleh satu organisasi dan berbicara atas nama satu sektor, HIV dan AIDS. Klub menulis ini bernama Klub Menulis Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), memiliki "tagline": Klub Menulis yang Menyenangkan. selengkapnya... about Catatan dari Sebuah Klub Menulis

Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Dua kalimat di atas seolah hanya permainan kata. Selintas keduanya bermakna sama dan mengarah pada satu kata yang oleh sebagian insan akademik sangat ditakuti: menulis! Di negeri ini, menulis memang masih menjadi momok. Beratus ribu, bahkan berjuta mahasiswa gagal menjadi sarjana hanya karena tidak bisa menulis. Deretan doktor dan profesor yang tidak terlalu signifikan antara jumlah dan perannya dalam membangun negeri ini, juga karena tidak bisa menulis. Tapi ironisnya, justru karena ketidakberdayaan orang-orang tersebut, biro skripsi-tesis-disertasi mendapat makan karena "menulis" untuk mereka.

Menulis yang sudah terlanjur ditakuti oleh masyarakat awam -- bahkan sebagian insan akademik. Menulis dianggap hanya bersendikan bakat dan menepikan latihan. Menulis menjadi bagian yang dianggap sebagian orang saja yang mampu, karena merupakan bawaan, padahal menulis hanyalah perkakas; ia bisa tajam dan bisa pula tumpul. "Mengasah" memiliki makna lain "berlatih". Artinya, keterampilan menulis bisa semakin memesona karena senantiasa dilatih dan digeluti dalam proses. Sebaliknya, ia bisa menjadi buruk kualitasnya -- bahkan sama sekali tak bermakna -- karena tidak pernah dicoba apalagi dilatih. selengkapnya... about Hidup untuk Menulis dan Menulis untuk Hidup

Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Pada era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara tentang bahasa daerah—yang umumnya merupakan bahasa ibu di Nusantara tercinta—boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang. selengkapnya... about Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya yang Harus Tetap Lestari

Jurnal Sebagai Jalan Setapak Menuju Sukacita

Mungkin Anda tidak pernah memikirkan penulisan jurnal sebagai suatu disiplin rohani. selengkapnya... about Jurnal Sebagai Jalan Setapak Menuju Sukacita

Menulis Sebagai Terapi

Apakah sahabat masih ingat sajian e-Penulis edisi 101 lalu? Redaksi berharap sahabat penulis bukan saja ingat, tetapi sudah benar-benar memahami salah satu manfaat menulis, yaitu sebagai terapi psikologis dan sudah mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nah, sekarang e-Penulis akan memberikan tip untuk terapi menulis yang pasti sangat bermanfaat untuk sahabat. Selain itu, baca juga kisah seorang penulis dunia, Virginia Woolf, seorang novelis yang karyanya ditelaah sebagai karya-karya bernilai sastra tinggi. Jangan lewatkan pula bagi sahabat yang mengalami kebingungan untuk mencari informasi buku-buku Teologi Reformed, kami menyajikan ulasan situs Litindo yang dapat membantu sahabat. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Penulis,

Santi Titik Lestari
< santi(at)in-christ.net >

"Kamu akan bisa menemukan ceritamu sendiri ketika kamu sedang menulis." selengkapnya... about Menulis Sebagai Terapi

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Proses Penyuntingan

Salam penulis!

Senang sekali redaksi bisa menyapa rekan penulis sekalian. Dalam edisi 91, redaksi masih akan mengupas hal-hal seputar penyuntingan. Mengapa? Salah satu tahap dalam menerbitkan buku adalah pengeditan atau penyuntingan. Proses ini memerlukan editor. Dalam materi kali ini, redaksi akan banyak mengupas tentang proses penyuntingan secara lebih mendalam. Di bagian berikutnya, kita akan membaca tentang seseorang yang telah menciptakan banyak himne -- terbanyak dalam sejarah. Siapakah orang itu? Silakan Anda baca sajian kami kali ini. Selamat membaca dan selamat menulis!

Redaksi Tamu e-Penulis,
Rento Ari Nugroho selengkapnya... about Proses Penyuntingan

Jangan Lupa Aturan Pertama

Shalom!

"Untuk menjadi penulis yang baik, seseorang harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu." Mungkin "peraturan pertama" ini sudah berulang kali dibahas atau menjadi salah satu poin dalam tip-tip untuk menjadi seorang penulis yang baik. Akan tetapi, ketika semakin diulang-ulang, kalimat ini semakin menyatakan kebenaran yang terkandung di dalamnya. Kalimat itu juga merangkum apa yang seseorang butuhkan untuk menjadi penulis yang baik: perbendaharaan kata yang cukup untuk mengungkapkan sesuatu dengan jelas dan keterampilan untuk merangkai kata-kata itu sedemikian rupa, agar pembacanya mengerti apa yang sedang disajikannya. Dengan banyak membaca, seseorang juga akan menjadi semakin sistematis -- sebuah kemampuan yang dapat membawa pembaca tulisannya memahami gambaran besar dari apa yang ditulisnya itu. selengkapnya... about Jangan Lupa Aturan Pertama

Pages


Subscribe to Serba-serbi Dunia Penulisan