Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Jiwa Sebuah Tulisan

Shalom,

Pernahkah Anda membaca sebuah tulisan dan merasa bahwa tulisan tersebut tidak "berinteraksi" dengan Anda? Ada banyak penjelasan dalam tulisan tersebut, namun tidak dapat Anda bayangkan dengan jelas, bahkan tidak terbayang sama sekali mengenai suasana, keadaan, waktu, emosi, ekspresi, dan sebagainya yang dapat membawa jiwa Anda menyatu dengan bacaan tersebut. Boleh dikatakan, tulisan tersebut tidak memiliki jiwa. Salah satu alasan mengapa tulisan menjadi tidak "berjiwa" adalah masalah detail tulisan. Banyak tulisan yang berisi pemaparan yang panjang lebar, namun tidak menuliskan dengan detail "rasa, bentuk, suasana, atau ekspresi" yang merupakan jiwa tulisan tersebut. Akibatnya, tujuan penulis pun bisa tidak tercapai, bahkan pembaca akan dengan cepat melupakan apa yang baru saja mereka baca. Tentu kita tidak ingin kita menulis dengan sia-sia, bukan?

Publikasi e-Penulis minggu ini akan membawa kita melihat pentingnya menulis dengan detail semua gambaran yang akan menghidupkan tulisan kita. Semua detail akan memberikan warna dalam tulisan, sehingga tulisan akan memiliki jiwa. Dengan jiwa yang ada dalam setiap tulisan, maka pembaca pun akan membaca tulisan kita dengan melibatkan jiwa mereka. Tidak hanya pada saat menulis saja, dalam proses membuat garis besar tulisannya pun, seorang penulis harus sudah mulai memperhatikan setiap detail yang harus ada dalam tulisannya. Simaklah artikel dan tips pada edisi ini agar kita dapat termotivasi lagi untuk memberikan jiwa dalam tulisan kita, yaitu dengan menghidupkan setiap bentuk, warna, rasa, atau emosi melalui kata-kata yang kita tulis. Selamat menyimak.

Pimpinan Redaksi e-Penulis,

Davida Welni Dana

http://pelitaku.sabda.org/

http://fb.sabda.org/penulis/

Detail membuat tulisan Anda hidup!