Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kebenaran Terletak Pada Detail

Detail, jika disampaikan dengan kebenaran, membuat tulisan Anda hidup dan dapat membantu pembaca memahami tulisan.

Detail yang berasal dari pancaindera kita (menulis melalui indera kita), detail yang informatif, detail yang "agung"; dari situlah letak kebenarannya. Bukannya dari fakta.

Fakta: Kami makan malam pada pukul 6 malam.

Detail: Ayam panggang, kentang rebus merah, tongkol jagung, dan tomat dihidangkan saat makan malam. Jagungnya sedikit belum matang; jagung, yang dibelinya di pasar petani pagi tadi, tampaknya dipaksakan masak dari sebuah rumah kaca yang berada di tengah kota. Tentu saja, ini bukanlah sungguh-sungguh hasil dari ladang petani.

Satu detail yang informatif yang dirajut dengan penuh keahlian dapat menghubungkan karakter atau tempat secara lebih efektif daripada seribu aspek lainnya.

Saat saya mengambil buku dari lemari saya yang berjudul "Ladies Start Your Engines" (Wanita, Nyalakanlah Mesinmu) sebagai bahan referensi, saya membuka cerita karangan Norma Harrs yang berjudul, "In the Driver"s Seat" (Di Tempat Duduk Pengemudi.) Berikut ini adalah paragraf pembukanya:

"Ini adalah upacara kematian pertama selama 10 tahun belakangan yang dilalui Emma tanpa Fran. Namun, di satu sisi, Fran berada di sana; walaupun dia terbaring di kamar lain dengan pipi yang merah merona seperti batu pualam Perawan Maria yang dijual di toko-toko Kristen. Bagaimana cara mereka melakukannya adalah sebuah misteri karena Fran sebenarnya memunyai kulit yang mirip dengan kertas lilin yang sudah dibentuk dan siap dimasukkan ke dalam panggangan."

Saya tidak tahu apa pendapat Anda, tapi saya dapat melihat kulit Fran apa adanya, sebelum dan sesudahnya. Pilihan detail yang indah yang menggambarkan kulit Fran sekaligus memberikan kita detail yang penuh cerita tentang karakter-karakternya dan juga tentang nada ceritanya. Saya merasakan ketidaksopanan dari paragraf tersebut dan saya menyukainya.

Seraya Anda menulis draf pertama Anda, raihlah dan tangkaplah sebuah detail sembari pena Anda terus bergerak. Sebuah detail yang menggerakan tulisan Anda, sebuah detail yang menyampaikan dengan tepat situasi atau karakter tertentu, sebuah detail yang memperdalam atau memberikan tekstur pada sebuah kalimat.

Ada kemungkinan ketika menangkap semua detail tersebut Anda berisiko memasukkan terlalu banyak detail ke dalam tulisan Anda sehingga membaca tulisan tersebut seolah-olah sedang berenang melewati rerumputan laut untuk sampai ke tepi pantai. Tak apa. Pada saat Anda menulis ulang draf Anda, pilihlah detail yang paling kuat, satu detail "penuh cerita" yang memberikan potongan kebenaran tersebut. Selain itu, ketika memoles tulisan Anda kembali, Anda akan menyadari perlunya lebih banyak detail-detail tertentu yang spesifik, yang akan Anda tambahkan seperti bumbu yang Anda tambahkan dalam memasak kaldu cerita Anda.

Hemingway berkata, "Ada banyak kata yang Anda tidak tahan untuk mendengarnya dan pada akhirnya hanya nama-nama tempatlah yang memiliki derajat." Ketika menuliskan detail yang Anda pilih, tuliskanlah nama mereka. Ini adalah cara untuk menghargai orang, tempat, dan benda, dan pada saat yang sama Anda berlatih untuk menulis secara spesifik. Pegunungan Sangre de Cristo, Laut Adriatik, angin Chinook menghembus di Pasifik Barat Laut. Rabu sore. Mobil Chrysler berpintu empat. SMP Samuel Gompers.

Ketika Anda membaca tulisan penulis kesukaan Anda, perhatikanlah detail yang mereka pilih dalam menyampaikan sesuatu dengan jujur dan hidup. Jika Anda tidak ingin menandai buku Anda dengan catatan dan garis bawah, catatlah detail-detail tersebut di buku catatan Anda. Mereka dapat membantu Anda melihat sebuah gambaran dengan lebih jelas, mengungkapkan sebuah karakter, atau mengokohkan situasi cerita. Tengoklah kembali beberapa tulisan Anda sebelumnya dan lihatlah bagaimana tambahan sebuah detail dapat membuat perbedaan. Atau adakah yang dapat Anda pangkas dengan bijaksana sehingga dapat menyisihkan tempat yang diperlukan tulisan Anda untuk merekah?

Detail, jika Anda pilih dengan saksama, sama seperti alat pengatur fokus pada sebuah teropong. Hanya dengan sedikit putaran pergelangan tangan Anda, fokus gambarnya menjadi jelas dan tajam.

"Saya mencoba mencari detail yang menyala di dalam diriku seperti lampu neon," kata Spalding Gray. Inilah saran saya untuk Anda! Setiap hari dalam seminggu, tulislah di buku Anda sebuah paragraf yang dimulai dengan, "Pagi ini..." dan carilah detail yang memancarkan cahaya dalam diri Anda. (t/Uly)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Judy Reeves
Judul artikel asli : Truth is in the Details
Penulis : Judy Reeves
Alamat URL : http://www.judyreeveswriter.com/truth_in_details.htm