Simsalabim Untuk Berkarya!

Pada suatu lokakarya penulisan, seorang penulis mendatangi pemateri untuk meminta sentuhan "simsalabim" agar dia sukses dalam menulis. Pemateri itu pun mewejang "Penulis tidak memerlukan mantra untuk menulis. Ramuan terampuh saat menulis adalah menulis dan mencintai proses itu. Percayalah Anda akan mendapat kesenangan dan kepuasan dari dunia itu."

Sahabat penulis, saya juga sependapat dengan pemateri tersebut. Saya percaya bahwa bakat menulis adalah bibit yang dimiliki setiap orang. Tentu saja, kita memerlukan ketekunan dan motivasi dalam merawat bibit ini agar kita dapat menikmati buah yang manis pada akhirnya. Nah, e-Penulis edisi Agustus rindu memotivasi penulis dengan artikel "Mengapa Menulis itu Menyenangkan?" Tersedia pula pemaparan yang menggelitik untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan menulis dalam artikel, "Mengenali 7 Kebuntuan Penulis". Jangan lewatkan tokoh penulis Kristen yang memunyai peranan penting dalam filsafat, Søren Aabye Kierkegaard. Semoga dengan sajian e-penulis ini, sahabat semakin termotivasi untuk terus menulis.

Selamat menulis, selamat bersenang-senang!

Truly Almendo Pasaribu
http://pelitaku.sabda.org
http://fb.sabda.org/penulis

"Perfectionism leads to paralysis, which leads to procrastination." Joel Saltzman