Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Tips dan Trik Menulis

Teknis Menulis Artikel

Penulis : Harianto G.P.

Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). selengkapnya... about Teknis Menulis Artikel

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Proses Kreatif Menulis Novel

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Proses menulis novel sama seperti dengan proses memasak. Juru masak bermain-main dengan bahan pokok dan bumbu makanan yang terbaik untuk menjadikannya santapan lezat. Sedangkan dalam menulis novel, seorang penulis belajar membaurkan "bahan" dan "bumbu", agar tulisan enak dibaca. Jika koki belajar memadukan daging sapi, wortel, saus, kentang, garam, sup, lada hitam, dll., penulis belajar mencampur bahan pilihannya seperti filsafat, mitologi, sejarah, dan cerita-cerita rakyat. Penulis novel perlu mempersiapkan bahan-bahan pokoknya untuk menghasilkan karya yang melekat di hati pembacanya. Berikut ini beberapa ramuan dasar yang perlu penulis novel perhatikan. selengkapnya... about Proses Kreatif Menulis Novel

Sepuluh Langkah Mudah Membuat Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus-menerus. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi dalam tiga bagian: pendahuluan, tubuh esai, dan penutup. Pendahuluan berupa paragraf yang memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. selengkapnya... about Sepuluh Langkah Mudah Membuat Esai

Hal-Hal yang Dibutuhkan dalam Menulis Fiksi

Petunjuk berikut ini akan membantu Anda dalam menulis cerita yang lebih mengalir dan jelas. Juga membantu Anda mendapatkan inspirasi dan menulis dengan lebih cepat. selengkapnya... about Hal-Hal yang Dibutuhkan dalam Menulis Fiksi

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Syairmu Penabalmu, yang Menahbiskanmu Jadi Penyair

Mau jadi penyair? Ya, berkaryalah. Memangnya siapa yang memberi status penyair kepada Raja Ali Haji? Kepada Amir Hamzah? Kepada Sutardji Calzoum Bachri? Atau kepada Hasan Aspahani? Karyalah yang menjadikan seseorang itu jadi penyair atau bukan. Memangnya Dolorosa Sinaga disebut pematung kalau dia tidak membuat sebuah karya patung pun? Memangnya, Amri Yahya itu disebut pelukis kalau dia tidak melukis sebidang kanvas pun? Memangnya GM Sudarta itu mau disebut kartunis kalau dia tidak menciptakan tokoh Oom Pasikom? selengkapnya... about Syairmu Penabalmu, yang Menahbiskanmu Jadi Penyair

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Syarat Menjadi Penyunting Naskah

Apakah semua orang bisa menjadi penyunting naskah? Tentu tidak semua orang bisa menjadi penyunting naskah. Mengapa? Karena untuk menjadi penyunting naskah ada beberapa persyaratan yang harus dia penuhi. Persyaratan itu meliputi penguasaan ejaan bahasa Indonesia, penguasaan tata bahasa Indonesia, ketelitian dan kesabaran, kemampuan menulis, keluwesan, penguasaan salah satu bidang keilmuan, pengetahuan yang luas, dan kepekaan bahasa. Marilah kita simak satu per satu persyaratan itu.

1. Menguasai Ejaan

Seseorang yang ingin menjadi penyunting naskah pada satu penerbitan, harus menguasai kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baku saat ini. Dia harus paham benar penggunaan huruf kecil dan huruf kapital, pemenggalan kata, dan penggunaan tanda-tanda baca (titik, koma, dan lain-lain). selengkapnya... about Syarat Menjadi Penyunting Naskah

Menyunting dan Menulis Ulang

Pengarang : Dewitt H. Scott

Penulis yang baik harus selalu dan selalu menyunting tulisannya serta memperhatikan alur dan ritme tulisan mereka. Dan mereka juga harus mengetahui apa makna dari tiap kata yang mereka pakai. selengkapnya... about Menyunting dan Menulis Ulang

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Tertib Mengarang dengan Sistem Kartu dan Lembar Catatan

Agar dapat mengarang dengan lancar, kondisi jasmani harus sehat, kemampuan berkonsentrasi harus kuat, pikiran harus cerah, semangat kerja harus tinggi, waktu yang tersedia harus cukup, di samping bahan-bahan karangan juga harus siap di tangan. Bilamana salah satu saja dari persyaratan tersebut tidak terpenuhi, orang memunyai kecenderungan untuk menunda kegiatan mengarang, dan kecenderungan itu lama-lama dapat menjadi kebiasaan untuk menunda-nunda dengan macam-macam dalih atau alasan. Orang yang ingin menjadi penulis perlu menyadari hal-hal khas yang menyangkut dirinya pada waktu mengarang: pena yang disukai, mesin ketik atau komputer yang membuatnya produktif, pakaian yang terasa enak dikenakan sewaktu melakukan pekerjaan mengarang, dsb.. Sesudah itu, manjakanlah sepenuhnya diri sendiri dengan pilihan-pilihannya itu, sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda pekerjaan. Jadi, perlu kita membangun tertib mengarang, yaitu menerapkan "kekerasan" atau pemaksaan diri secukupnya dan selayaknya. selengkapnya... about Tertib Mengarang dengan Sistem Kartu dan Lembar Catatan

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Kiat-Kiat Menjadi Editor

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Editor merupakan tulang punggung dalam penerbitan. Tidak hanya itu, editor memegang peranan penting untuk menambah nilai sebuah karya. Peranan ini disertai tanggung jawab yang berat. Editor yang cerdas, rajin, teliti, dan taktis, bisa mempererat kerja sama antara penerbit dan pengarang. Sedangkan kecerobohan dan ketidaktaktisan seorang editor, bisa mendatangkan bencana bagi hubungan penerbit dengan pengarang.

Selain dituntut untuk berlatih dengan metode "belajar dengan bekerja", editor juga ditantang untuk terus memperkaya wawasannya dalam dunia pengeditan. Salah satunya adalah dengan mengikuti tip-tip berikut ini. selengkapnya... about Kiat-Kiat Menjadi Editor

Mengamati Budaya

Ditulis oleh: Yudo

Dalam artikel pada edisi yang lalu, kita sudah membahas tentang bagaimana budaya memengaruhi kesusastraan suatu daerah. Namun, jika kita menyelisik lebih dalam, yang mendapat pengaruh langsung dari budaya bukanlah karya sastra itu sendiri, melainkan para penulisnya. Jika kita mengamati para sastrawan besar Indonesia, kita bisa melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak hanya terbuka terhadap budaya pada zamannya, tetapi juga dengan aktif merekam budaya itu dalam tulisan-tulisan mereka. Sekali lagi, budaya yang kita maksud dalam hal ini bukan hanya hal-hal yang bersifat tradisional saja, melainkan kebiasaan-kebiasaan yang bisa dikategorikan dalam kebiasaan modern atau kontemporer. selengkapnya... about Mengamati Budaya

Pages


Subscribe to Tips dan Trik Menulis