Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Penggunaan Huruf Kapital

Penulis : Dendy Sugono
Huruf kapital (huruf besar) dipakai sebagai huruf pertama dalam:

 

  1. Petikan langsung.
    Contoh: Andi berkata, "Lihat Bu, apa yang telah saya buat di sekolah"

  2. Dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
    Contoh:
    - Sejauh mana Anda sudah mengenal Alkitab?
    - Ia mengasihi umat-Nya sedemikian rupa, sehingga Ia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk mereka.
  3. Nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
    Contoh: Rasul Paulus, Nabi Musa, Raden Ajeng Kartini dan sebagainya.
  4. Unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
    Contoh: Presiden Megawati, Wakil Presiden Hamzah Haz, Sekretaris Jendral Pertanian, Gubernur Irian Jaya, dan sebagainya.
  5. Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
    Contoh: bangsa Indonesia, suku Jawa, bahasa Inggris, dan sebagainya.
  6. Nama hari, bulan, tahun, hari raya, dan peristiwa sejarah.
    Contoh: hari Senin, bulan Agustus, tahun Hijriah, hari Natal, Perang Padri, dan sebagainya.
  7. Nama geografi.
    Contoh: Asia Tenggara, Bukit Barisan, Jalan Diponegoro, dan sebagainya.
  8. Semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.
    Contoh: Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  9. Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
    Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, dan sebagainya.
  10. Semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
    Contoh: Ia telah menyelesaikan Asas-Asas Hukum Perdata.
  11. Unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
    Contoh: Dr. (doktor), S.S. (sarjana sastra), Prof. (profesor), dan sebagainya.
  12. Kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
    Contoh:
    - Surat Saudara sudah saya terima.
    - Besok Paman akan datang.
  13. Kata ganti Anda.
    Contoh: Jangan menaruh barang-barang Anda di meja ini.

 

Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Berbahasa Indonesia dengan Benar
Penulis : Dendy Sugono
Penerbit : Puspaswara, Jakarta, 1994
Halaman : 236 - 241