Celakanya, salah kaprah itu disebarkan setiap hari oleh para pejabat, koran, majalah/tabloid, radio, dan televisi.
Seorang editor penerbit menyatakan kebenarannya di sebuah milis bahasa perihal kata "bergeming". Pada mulanya, editor itu mengira "bergeming" bermakna "bergerak" dan "tak bergeming" bermakna "tak bergerak". Ketika si editor membuka kamus, kagetlah dia. Menurut kamus, bergeming berarti "tak bergerak; diam saja". Sementara itu, kata si editor, ada penulis yang bersikeras agar bentuk "tak bergeming" dibiarkan saja karena sudah lazim. Si editor kemudian bertanya, apakah salah kaprah semacam itu dibiarkan atau dikoreksi? selengkapnya...»
sabda.org