Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Salah Kaprah Pemakaian Kata "Dirgahayu"

Salah kaprah berarti sesuatu yang tidak benar, tetapi dilakukan oleh banyak orang sehingga tampak seolah-olah benar dan biasa. Salah kaprah sering terjadi dalam bahasa komunikasi yang lebih mengutamakan pemahaman komunikatif daripada tata bahasa baku. Pesan memang telah sampai kepada komunikan, meskipun tata bahasa dan makna sebenarnya kacau. Salah satu di antara salah kaprah dalam berbahasa adalah pemakaian kata "dirgahayu" dalam setiap momentum peringatan hari ulang tahun kelahiran sesuatu, selain manusia (anniversary bukan birthday).

Gambar: Dirgahayu

Kata ini tampaknya diasumsikan oleh sebagian besar masyarakat bermakna "selamat ulang tahun" sehingga kita sering mendapati slogan yang salah makna, yaitu "Dirgahayu Indonesia ke-68". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disebutkan bahwa makna "dirgahayu" adalah a (adjektiva): berumur panjang, bersifat panjang umur (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang merayakan/memperingati hari jadinya). Kata "dirgahayu" memang biasanya diucapkan dalam peringatan resmi Hari Ulang Tahun suatu lembaga atau instansi, tetapi sekali lagi bukan bermakna "selamat ulang tahun". Slogan "Dirgahayu Indonesia" mengandung pengertian tersirat semoga Indonesia selalu berjaya dan berumur panjang kapan pun dan di mana pun serta tidak terikat bilangan waktu tertentu. Dengan demikian, jika kata "dirgahayu" diikuti dengan "ke-68", tentu maknanya menjadi tidak tepat. Sayangnya, hal ini tidak banyak disadari oleh khalayak sehingga kesalahan ini menjadi kaprah, bahkan biasa karena dipakai oleh banyak orang secara ikut-ikutan. Mengapa demikian? Semakin mudah dan cepatnya masyarakat mengakses informasi, ternyata tidak diiringi dengan peningkatan sikap kritis.

Mereka tidak lagi memahami substansi pemilihan kata, selama telah dipakai oleh banyak orang. Akhirnya, meniru saja pilihan kata standar itu sehingga tampak tidak kreatif. Bagi mereka, yang penting adalah eksis di media sosial, status jejaring sosial, spanduk-spanduk, dan berbagai media lainnya. Bila kata "dirgahayu" ini digunakan sebagai slogan untuk memperingati momentum kemerdekaan RI, seharusnya kata tersebut tidak diikuti dengan urutan angka penunjuk tingkatan. Slogan "Dirgahayu Indonesia" lebih tepat dan pas digunakan daripada "Dirgahayu Indonesia ke-68". Akan tetapi, jika kita ingin menyatakan maksud Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang kesekian, yang paling tepat adalah slogan Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 atau disingkat Selamat HUT RI ke-68 saja.

Meskipun demikian, penggunaan slogan "Dirgahayu Indonesia" sebenarnya masih kurang tepat karena ternyata "dirgahayu" adalah adjektiva, yakni kata yang menerangkan sifat suatu benda. Sesuai dengan kaidah DM (diterangkan-menerangkan), maka kata keterangan atau kata sifat (sebagai kata yang menerangkan) seharusnya terletak di belakang kata benda (sebagai kata yang diterangkan). Dalam hal ini, kata "dirgahayu" sebagai kata sifat bertugas menerangkan kata benda yang berkedudukan sebagai subjek atau objek. Dalam hal ini, tentunya kata "Indonesia" sebagai subjek atau objeknya. Oleh karena itu kata "dirgahayu" seharusnya terletak di belakang kata "Indonesia" sehingga yang paling tepat adalah "Indonesia Dirgahayu". Mari kita berbenah. Jika tidak, salah kaprah akhirnya akan menjadi "kebenaran".

Diambil dari:
Nama situs : Kompasiana
Alamat situs : https://www.kompasiana.com/abacaraka/salah-kaprah-pemakaian-kata-dirgahayu_552a3f576ea8345d60552d22
Judul artikel : Nine Adien Maulana
Tanggal akses : 28 April 2018