e-Penulis 126/Januari/2013

Mari Selamatkan Warisan Budaya Kita!

Shalom!

Seruan untuk menjaga warisan budaya Nusantara seakan tak habis- habisnya dikumandangkan. Tidak hanya melalui tindakan langsung, seperti mengadakan pagelaran budaya atau ikut terlibat dalam konservasi budaya, aksi untuk menyelamatkan warisan budaya ini juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana. Seperti apa caranya? Silakan simak Tip Menulis yang kami hadirkan dalam edisi ini. Kiranya sajian kami dalam edisi ini dapat mendorong Sahabat e-Penulis untuk ikut serta dalam upaya pelestarian budaya daerah. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati! selengkapnya... about Mari Selamatkan Warisan Budaya Kita!

Tiga Aksi Sederhana Untuk Menyelamatkan Warisan Budaya Daerah

Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas banyak suku, bahasa, dan budaya. Kita, sebagai penulis muda, harus menyadari bahwa kita wajib melestarikan warisan itu melalui karya-karya kita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk dapat melestarikan budaya kita? Di bawah ini ada beberapa ide tentang beberapa aksi sederhana yang bisa kita lakukan sebagai sumbangsih kita terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya negeri ini. selengkapnya... about Tiga Aksi Sederhana Untuk Menyelamatkan Warisan Budaya Daerah

Biografi Singkat Charles Dickens

Charles Dickens (Charles John Huffam Dickens) lahir di Landport, Portsmouth, pada 7 Februari 1812. Charles adalah anak kedua dari delapan bersaudara yang lahir dari pasangan John Dickens (1786-1851), seorang juru tulis di Kantor Keuangan Angkatan Laut, dan istrinya, Elizabeth Dickens (1789-1863). Pada tahun 1814, keluarga Dickens pindah ke London dan dua tahun kemudian ke Chatam, Kent, tempat Dickens menghabiskan masa kecilnya. Karena kesulitan keuangan, mereka kembali pindah ke London pada tahun 1822. Di sana, mereka tinggal di Camden Town, sebuah pemukiman masyarakat miskin. selengkapnya... about Biografi Singkat Charles Dickens

Horison Online

Para penikmat sastra Indonesia pasti tak asing dengan Majalah Horison. Majalah yang terbit pertama kali pada bulan Juli tahun 1966 ini, sampai sekarang masih melayani masyarakat Indonesia dengan karya-karya sastra yang bermutu. Menurut penjelasan di situs Horison Online, isi yang terdapat dalam situs ini memang berbeda dengan Majalah Horison (versi cetak), tetapi hal itu tentu tidak membuat Horison Online menjadi tak layak dikunjungi para penikmat sastra. selengkapnya... about Horison Online


Subscribe to e-Penulis 126/Januari/2013