Tiga Aksi Sederhana Untuk Menyelamatkan Warisan Budaya Daerah

Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas banyak suku, bahasa, dan budaya. Kita, sebagai penulis muda, harus menyadari bahwa kita wajib melestarikan warisan itu melalui karya-karya kita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk dapat melestarikan budaya kita? Di bawah ini ada beberapa ide tentang beberapa aksi sederhana yang bisa kita lakukan sebagai sumbangsih kita terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya negeri ini.

  1. Mengumpulkan informasi tentang budaya maupun bahasa daerah.

  2. Jika kita mau membuka mata dan mau mencari, kita pasti akan menemukan bahwa tidak sedikit sumber informasi mengenai budaya dan bahasa daerah yang tersedia di sekitar kita. Informasi-informasi tersebut dapat berasal dari buku, majalah, video, atau internet. Kita juga bisa mendapat informasi tentang budaya dan bahasa daerah dari pagelaran atau festival budaya yang diadakan di daerah kita.

    Selain untuk mengenal budaya dan bahasa daerah, hal ini juga dapat memupuk rasa cinta terhadap warisan budaya kita. Bentuk informasi yang bisa dikumpulkan bisa bermacam-macam, kliping dan catatan adalah hal yang utama, berikutnya adalah rekaman video atau foto-foto (baik yang merupakan dokumentasi pribadi ataupun mengunduhnya dari internet).

  3. Mengangkat budaya dan bahasa daerah dalam tulisan kita.

  4. Kumpulan informasi yang kita kumpulkan dapat kita olah menjadi bermacam-macam tulisan. Tak hanya untuk menulis artikel yang membahas seputar budaya dan bahasa daerah, kita juga bisa memakainya untuk menulis cerpen, puisi, bahkan novel.

    Agar unik, kita bisa menyisipkan istilah atau ungkapan-ungkapan bahasa daerah ke dalam karya kita. Hal ini dimaksudkan agar pembaca yang asing dengan bahasa daerah kita, tetap dapat mengikuti alur tulisan sembari mengenal bahasa daerah kita.

  5. Menulis dalam bahasa daerah atau menerjemahkan tulisan dari bahasa lain ke dalam bahasa daerah.

  6. Ini akan sangat menantang, namun bukan tidak mungkin dilakukan. Saat ini, sekalipun tulisan dalam bahasa daerah masih sangat jarang, tetapi sudah ada banyak kamus bahasa daerah yang bisa menolong kita. Jika belum tersedia, inilah kesempatan bagi kita untuk menyusunnya.

Selain menulis sendiri, kita juga bisa menerjemahkan tulisan dari bahasa lain ke dalam bahasa daerah. Pernah mendengar tentang bapak Sunta Atmaja? Beliau adalah seorang guru Bahasa Sunda yang menerjemahkan "Adventures of Huckleberry Fin" karya Mark Twain ke dalam bahasa Sunda! Saya sendiri memang belum pernah membaca hasil terjemahan beliau, tetapi kabar mengenai dedikasi beliau itu benar- benar menjadi inspirasi untuk kita semua, yang ingin berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah.

Demikianlah tiga aksi sederhana yang dapat kita lakukan untuk melestarikan warisan budaya kita. Kiranya ide-ide ini memberi inspirasi bagi kita semua untuk ikut ambil bagian dalam menjaga harta warisan dari nenek moyang kita. Selamat mempraktikkan ide-ide sederhana ini dan tetaplah berkarya!

Bahan bacaan:

1. ___________. 2012. "Blog dengan Bahasa Daerah? Why Not?" Dalam http://www.ladidacafe.in/2011/12/blog-dengan-bahasa-daerah-why-not.html

2. Berta, Ani. 2011. "Melestarikan Budaya Daerah Memperkuat Persatuan Bangsa". Dalam http://media.kompasiana.com/

3. Putra, Yulianus. 2012. "Mari Melestarikan Bahasa Daerah". Dalam http://yulianus-putra.blogspot.com/