Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

e-Penulis 092/September/2011

Mencerminkan Nilai Kristen

Pernahkah Sahabat memikirkan alasan mengapa Sahabat menulis? Jawabannya tentu bervariasi. Mungkin ada beberapa di antara Sahabat yang menulis hanya untuk memuaskan kegelisahan batin, atau menulis karena ingin membagikan apa yang Sahabat ketahui untuk orang lain. Tidak jarang juga, muncul alasan-alasan lain seperti: untuk mengisi waktu luang, untuk popularitas, untuk idealisme, untuk hidup. Alasan tersebut, ternyata mencerminkan apa yang akan Sahabat tulis. Sebagai seorang Kristen, terlebih para penulis Kristen, seharusnya nilai-nilai kekristenan terpancar dalam setiap goresan kita. Oleh karena itu, artikel yang telah redaksi siapkan, kiranya dapat membantu Sahabat dalam berkarya melalui tulisan, terlebih lagi mencerminkan kasih Kristus dalam setiap karya Sahabat. Selamat menulis! selengkapnya... about Mencerminkan Nilai Kristen

Apa yang Akan Ditulis?

Tulisan yang bersifat kristiani tidaklah melulu mengenai agama, tapi ditulis dari perspektif filsafat hidup seorang Kristen.

Pengenalan akan Tuhan, memengaruhi pandangan kita terhadap segala pengalaman yang bersifat fisik, sosial, psikologi, intelektual, dan rohani; karena itu, kita bisa menulis tentang uang, olahraga, seks, penyakit, atau politik. Tuhan relevan di dalam semua bidang praktis ini.

Bidang intelektual juga merupakan bagian dari kekuasaan-Nya. Ketika kita mempelajari ilmu pengetahuan alam, kita memikirkan pikiran-pikiran Tuhan. Ketika kita mempelajari seni, kita menghargai manusia -- hasil ciptaan-Nya yang memiliki citra Allah, Pencipta yang Mahabesar. Ketika kita bekerja untuk keadilan sosial, kita bekerja keras membuat peraturan yang tepat berdasarkan hukum Tuhan. selengkapnya... about Apa yang Akan Ditulis?

Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

Tayangan Sinetron (sinema elektronik) di sejumlah televisi swasta, diperkirakan memiliki andil dalam merusak Bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena di dalam dialognya, banyak menggunakan istilah-istilah asing serta bahasa pasaran (bahasa gaul).

"Kondisi ini perlu dicermati, mengingat hal ini terjadi justru di tengah upaya pemerintah untuk membangun identitas diri sebagai suatu bangsa."

Padahal, salah satu identitas diri bangsa adalah bahasa nasional yang kita akui sebagai media pemersatu bangsa," kata Kepala Kantor Bahasa Kalimantan Timur, Pardi Suratno, di Samarinda, Rabu. selengkapnya... about Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa


Subscribe to e-Penulis 092/September/2011