Apa yang Akan Ditulis?

Tulisan yang bersifat kristiani tidaklah melulu mengenai agama, tapi ditulis dari perspektif filsafat hidup seorang Kristen.

Pengenalan akan Tuhan, memengaruhi pandangan kita terhadap segala pengalaman yang bersifat fisik, sosial, psikologi, intelektual, dan rohani; karena itu, kita bisa menulis tentang uang, olahraga, seks, penyakit, atau politik. Tuhan relevan di dalam semua bidang praktis ini.

Bidang intelektual juga merupakan bagian dari kekuasaan-Nya. Ketika kita mempelajari ilmu pengetahuan alam, kita memikirkan pikiran-pikiran Tuhan. Ketika kita mempelajari seni, kita menghargai manusia -- hasil ciptaan-Nya yang memiliki citra Allah, Pencipta yang Mahabesar. Ketika kita bekerja untuk keadilan sosial, kita bekerja keras membuat peraturan yang tepat berdasarkan hukum Tuhan.

Penulis Kristen harus bersinggungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia, karena Kristus adalah Tuhan atas segala sesuatu.

Bagaimana kita menyoroti satu topik dari sudut pandang Kristen? Terlalu banyak penulis Kristen belajar menyajikan suatu masalah, tapi tidak belajar bagaimana mendalami masalah itu. Jadi, mereka menulis dengan baik, tapi tidak ada isinya. Atau mereka menulis dengan baik, tapi mengekspresikan filsafat kosong. Atau mereka hanya menyajikan separuh kebenaran.

Sebagai penulis, Anda tidak cukup hanya pandai menuangkan ide-ide yang orang berikan kepada Anda. Anda harus menjadi seorang yang mengalami gejolak hidup -- merasakan naiknya harga barang-barang, peniadaan kebebasan sipil rakyat, perpecahan dalam gereja Anda, kematian orang tua Anda. Anda perlu memahami pengalaman ini dari sudut pandang kristiani, dan secara kreatif menganalisanya, sehingga Anda dapat memberi kejelasan dan arah bagi orang lain. Bagaimanapun pandainya Anda menggunakan kata-kata, hanya jika Anda dapat menguasai masalah secara sepenuhnya, barulah Anda benar-benar seorang penulis. Belajar menulis berarti juga belajar berpikir.

Andaikan masyarakat Anda menyalurkan suara melalui demonstrasi dan pergolakan politik, dan Anda ingin memformulasikan bagaimana sudut pandang Kristen mengenai masyarakat itu, apa yang akan Anda katakan?

Pertama, pertimbangkan pandangan-pandangan yang mungkin. (1) Masyarakat kita sekarang ini cukup baik, dengan sedikit reformasi di sana-sini. (2) Masyarakat kita sangat buruk, dan perlu reformasi radikal. (3) Struktur sosial masyarakat kita kacau tidak keruan, dan menuntut revolusi yang hebat. (4) Masyarakat kita sudah rusak dan memerlukan pertobatan massal kepada Kristus. (5) Orang Kristen tidak harus terlibat dalam persoalan masyarakat.

Bagaimana Anda akan memilih beberapa cara pandang ini? Apakah Anda mencari jawaban dalam akal budi Anda sendiri? Atau berdasarkan ajaran di persekutuan Kristen Anda? Atau kepada sudut pandang mayoritas orang? Semua ini bisa saja menyesatkan, karena ketidaktahuan dan keegoisan manusia. Anda membutuhkan panduan pribadi di luar budaya dan akal budi Anda sendiri. Allah telah memberi kita panduan seperti itu melalui Firman-Nya, maka Alkitab harus menjadi acuan Anda, ketika membahas sebuah topik dari sudut pandang kristiani.

Namun, bagaimana kita menemukan kebenaran alkitabiah dalam masalah tertentu? Sebuah ayat Alkitab mungkin menyingkapkan sebagian kecil saja dari apa yang Allah nyatakan terhadap masalah itu. Contohnya, Kristus mengatakan kita jangan mengumpulkan harta di bumi (Matius 6:19). Tapi Rasul Paulus mengatakan, seorang Kristen yang tidak memelihara seisi rumahnya secara finansial, lebih buruk dari pada orang yang tidak beriman (1 Timotius 5:8). Jika Anda mendasari tulisan Anda hanya pada salah satu bagian Alkitab ini, tulisan Anda akan memihak dan tidak akan menghadirkan "seluruh maksud Allah" (Kisah Para Rasul 20:27).

Jadi, Anda perlu menyelidiki "semua hikmat dan nasihat Tuhan", baik dari Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB), surat-surat para Rasul dan Injil, kisah-kisah, dan pengajaran. Kemudian, buatlah prinsip-prinsip umum dari kesimpulan pengajaran dengan spesifik, mengenai masalah yang sedang Anda pelajari.

Mungkin dengan putus asa Anda akan mengatakan, "Mustahil! Saya tidak punya waktu untuk melakukan itu!" Tapi harus ada orang di negerimu yang melakukannya. Bersama para pendeta dan guru, sebagai penulis kita bertanggung jawab memimpin umat Allah di negeri kita sendiri. Jika Anda menyesatkan pembaca Anda karena penelitian Anda yang ceroboh, apakah Anda berani mengeluh, "Saya tidak punya waktu untuk sungguh-sungguh mempelajari Alkitab"? Anda tidak bisa terus-menerus bergantung pada buku-buku dari luar negeri. Siapa yang siap untuk menginterpretasikan dan menerapkan kebenaran Allah dalam kehidupan sehari-hari di negeri Anda?

Untuk menemukan bagian-bagian Alkitab yang sesuai dengan topik Anda, gunakan konkordansi, tafsiran, kamus Alkitab; dan buku-buku yang cocok. Pinjamlah buku-buku ini dari pendeta, teman-teman Kristen, atau dari perpustakaan sekolah teologi.

Bagilah topik Anda menjadi beberapa bagian dan selidikilah. Saat mencari sudut pandang Alkitab mengenai masyarakat, misalnya, Anda dapat menyelidiki apa yang Alkitab katakan tentang tingkat-tingkat dalam masyarakat, pembagian kekayaan, perubahan sosial, kekerasan, penghakiman masyarakat, kesejahteraan masyarakat, hakikat manusia, tujuan masyarakat, dasar-dasar hukum, kewarganegaraan, pemerintahan, nasionalisme, imperialisme, campur tangan Tuhan dalam masyarakat sepanjang masa sejarah, partisipasi Kristen dalam masyarakat, dan sebagainya.

Setelah Anda menemukan bagian Alkitab yang relevan, selidikilah, tafsirkan, dan terapkan. Bertanyalah: "Apa yang dikatakan firman itu?" "Apa artinya itu bagi sasaran pembaca Anda?" "Apa artinya bagi kita saat ini?"

Pada bagian yang berbentuk naratif, fokuslah pada aksi-aksi sentral. Cari tahu siapa yang terlibat, bagaimana keterlibatannya, di mana, kapan, mengapa, dan apa akibatnya? Pada bagian penjelasan, temukan siapa penulisnya, apa alasan dia menulis, siapa pembacanya, dan apa konteks lingkungannya. Apa pikiran utama dalam setiap paragraf, bagaimana tiap paragraf itu saling berhubungan, dan apa ajaran utama pada bagian itu secara keseluruhan?

Apa yang diajarkan bagian ini tentang Allah, Kristus, Roh Kudus, manusia, dan kehidupan secara umum? Bagaimana saya merespons? Apakah ada contoh yang baik atau yang buruk? Apakah suatu perintah? Janji? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menolong Anda menerapkan kebenaran.

Beberapa bagian Alkitab sangat sulit dipahami. Secara umum, bagian-bagian yang simbolis dengan harta, ditafsirkan menurut bagian-bagian pengajaran yang ada di tempat lain. Ayat-ayat yang terdapat di sana-sini yang saling berhubungan namun membingungkan, harus dilihat menurut pengajaran yang sistematis dalam kitab-kitab pengajaran seperti Roma atau Galatia. Perjanjian Baru menafsirkan Perjanjian Lama, dan Surat-surat Para Rasul menafsirkan Injil.

Secara bertahap, Anda harus membentuk untuk diri Anda sendiri, prinsip-prinsip sudut pandang kristiani terhadap dunia. Maka, saat Anda bereaksi kepada isu-isu kontemporer, Anda dapat diarahkan oleh kebenaran-kebenaran dasar yang telah Anda kumpulkan itu.

Misalnya, sudut pandang kristiani menekankan eksistensi dunia supernatural. Terkadang kita berpikir seperti ateis, seakan-akan dunia materi yang benar-benar penting. Tapi sudut pandang kristiani terhadap dunia ini, mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah milik manusia ataupun dikontrol oleh manusia, melainkan dunia yang diciptakan oleh Allah, dipelihara oleh Allah, sangat diperhatikan, dan dirindukan oleh Allah. Memang ada tekanan-tekanan atau kekuatan-kekuatan di dalam dunia, yang tidak sanggup kita pahami atau ukur. Hidup masih berjalan setelah sejarah berakhir. Dunia ini bukanlah sistem alam semesta yang tertutup.

Dalam sudut pandang kristiani, manusia adalah terhormat sekaligus jahat. Manusia lebih tinggi daripada malaikat, dekat dengan Allah, lebih berharga dari seluruh makhluk lain di dunia. Allah menghormati manusia dengan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia adalah suatu pribadi, bukan mesin atau binatang. Manusia adalah model Allah, bukan hanya orang berdosa. Allah juga menghormati manusia dengan mengasihinya, dan menginginkan manusia juga dapat mengasihi Dia. Allah menghormati manusia dengan cara merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Allah mengasihi manusia dengan cara mati untuk manusia. Jadi, kita menghargai setiap orang dan tidak bisa melihat manusia hanya sebatas jumlah fungsi-fungsinya saja.

Namun, semua manusia, baik para kriminal maupun orang baik, adalah juga orang berdosa, mengasihi diri sendiri lebih dari Tuhan. Bahkan orang-orang yang baik pun terhukum oleh kebenaran diri mereka sendiri. Mengenal sifat alami manusia, maka kita tahu pasti akan ada konflik moral. Kita tidak heran melihat adanya kejahatan, malah kita siap menghadapinya. Kita tidak boleh menyerahkan diri pada keadaan tetap (status quo), tapi harus terus-menerus menilai, termasuk menilai diri sendiri.

Sudut pandang kristiani terhadap dunia, menuntut dedikasi yang total kepada Kristus. Michael Griffiths berkata: "Alkitab sangat sedikit mengatakan tentang sikap yang moderat/lembut/tidak berlebih-lebihan. Apakah Alkitab menyarankan kita harus menjadi orang yang cukup baik, cukup kudus, cukup bersemangat? Atau adakah dikatakan di dalam Alkitab, kita menjadi orang yang cukup egois dan mementingkan diri yang secukupnya? Sejarah Perjanjian Lama dapat digambarkan sebagai sejarah manusia yang ingin hidup moderat dan toleran dengan agama mereka, dan betapa Allah tidak mengizinkan hal ini."

Apa landasan kebenaran bagi Anda? Bagaimana sikap Anda terhadap keindahan di dalam dunia? Kepada arti Salib Kristus? Kepada pengikat yang menyatukan semua orang Kristen? Kepada kedatangan Kristus yang kedua kali? Ini semua harus menjadi untaian sentral dalam sudut pandang Anda terhadap dunia. Jika Anda ingin menjadi penulis daripada seorang propagandis, Anda harus membaca, berpikir, dan bertanya. Tidak ada jalan pintas. Anda harus menghadapi sendiri visi yang akan Tuhan berikan kepada Anda.

Orang Rusia Yevgeny Yevtushenko memperoleh visi tentang komunisme sebagai sistem sosial yang membebaskan semua orang. Alexander Solzhenitsyn memperoleh visi tentang keindahan yang diperoleh setiap individu, yang tidak dapat dirusakkan. Orang Yahudi Chaim Potok memperoleh visi tentang bagaimana manusia mendapatkan arti kehidupan melalui persahabatan, kasih sayang, penderitaan, iman kepada Tuhan, dan keyakinan pada sejarah tradisi.

Diambil dari:

Judul artikel : Apa yang Akan Ditulis?
Judul lokakarya : Mengomunikasikan Pesan Kristiani yang Kreatif, Berbobot, Enak Dibaca
Penulis : Tidak dicantumkan
Penyelenggara : Yayasan Komunikasi Bina Kasih
Halaman : 1 -- 3