Sepuluh Perintah Untuk Penulis Kristen

Dari mana Anda memulainya?

Bila Anda adalah seorang penulis Kristen, maka Anda memunyai ukuran tambahan dalam hal tanggung jawab menuliskan kata-kata yang sesuai dengan hati Tuhan. Standar integritas dan kebenaran yang lebih besar juga menjadi tanggung jawab Anda kepada Tuhan dan juga pembaca Anda. Oleh sebab itu muncullah standar kesempurnaan yang terus berkembang dalam penerbitan Kristen bagi seluruh penulis Kristen. Dengan seluruh harapan-harapan ini maka bagaimana Anda mulai menulis kata-kata Anda yang mencerminkan hati Tuhan?

Perintah Untuk Penulis

Tempat yang tepat untuk memulai adalah Sepuluh Perintah Tuhan. Berikut ini adalah penyesuaian dari Sepuluh Perintah untuk para penulis Kristen. Anda bisa membaca versi aslinya di Ulangan 5:7-21.

1. Anda tidak boleh menulis kata-kata yang mengutamakan seseorang atau sesuatu apa pun di atas Tuhan.

Sulit sekali di dalam budaya kita yang dipenuhi oleh artis dan selebritis untuk menulis tentang tokoh atau orang terkenal tanpa menaruh mereka di sebuah altar seperti objek pujaan. Namun, hal ini bisa dilakukan jika Anda menulis tentang segi kemanusiaan orang tersebut. Tuliskan bagaimana orang terkenal ini memakai celananya pada pagi hari, sama seperti orang-orang lainnya ... setiap kali dimasukkan satu kaki. Ingatlah bahwa ketika Anda menulis segi kemanusiaan seseorang, tidak berarti Anda harus menulis sesuatu yang meremehkan, merendahkan, atau menghina harga diri seseorang sebagai orang yang diciptakan segambar dengan Allah.

2. Anda tidak seharusnya memuja sebuah hasil karya tulis atau seorang penulis melalui kata atau perbuatan. Anda tidak seharusnya memuja sebuah hasil karya tangan.

Ketika Anda menjadi seorang penulis maka hasil tulisan dan penulis lain secara tak sengaja bisa menjadi objek pujaan. Pujaan berarti segala sesuatu yang memikat Anda untuk terus mengabdi dan berbakti kepadanya. Tulisan dan penulis bisa menjadi idola dan objek pujian bagi semua penulis. Begitu pula dengan tulisan Anda sendiri. Berhati-hatilah, jagalah hati Anda dan gunakan tulisan Anda sebagai suatu bentuk pujian dan bukan sebagai pengganti untuk pujaan.

3. Anda tidak boleh menggunakan nama Tuhan untuk mengenalkan tulisan Anda dan untuk tujuan membuat cerita Anda "Kristen".

Anda bisa menjadi orang Kristen yang murni dan penulis yang hebat tanpa pernah menyebutkan nama Tuhan dalam tulisan Anda. Anda lihat, menggunakan nama Tuhan dengan sia-sia benar-benar berarti menggunakan nama Tuhan untuk melayani tujuan-tujuan Anda sendiri. Anda sama sekali tidak pernah boleh melakukan itu dalam tulisan atau dalam usaha promosi Anda. Hormatilah Tuhan melalui keterampilan menulis Anda. Dalam segala hal, hindarilah dalam tulisan Anda menyamarkan nama Tuhan untuk kepentingan pribadi.

4. Anda harus beristirahat menulis satu hari setiap minggu untuk memuji dan menyembah Tuhan.

Anda tidak harus menulis setiap hari! Beristirahatlah, nikmatilah kehadiran Tuhan, nyanyikan sebuah lagu, gunakan waktu untuk bersekutu dengan saudara seiman, nikmatilah saat-saat untuk melakukan kreasi yang lain selain menulis. Pujilah dan sembah Tuhan karena Dia adalah Tuhan.

5. Anda harus selalu menghormati orang tua Anda dalam tulisan Anda. Ketika Anda menulis tentang orang tua Anda, Anda harus mengenali bagaimana mereka memengaruhi hidup Anda namun hindarilah mengungkapkan rahasia-rahasia keluarga untuk kepentingan ceritanya.

Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan saya tentang perintah ini. Namun, ada sesuatu yang alkitabiah yang bisa dijadikan teladan untuk tidak mengungkapkan dosa orang tua Anda. Teladan itu dilakukan pada zaman Nuh. Setelah banjir, Nuh menanami kebun anggur dan kemudian mabuk. Ketika mabuk, dia berbaring telanjang di tendanya. Anak bungsu Nuh, Ham, melihatnya dan memanggil dua saudaranya, Sem dan Yafet. Tetapi kedua saudaranya ini kembali ke tenda dengan membawa selimut dan menutup ayahnya yang telanjang. Ketika Nuh sadar, dia mengutuk Ham tetapi memberkati Sem dan Yafet (Kejadian 9:21-25). Ingatlah, kasih menutupi segala dosa.

Bila Anda menulis tentang ayah atau ibu Anda perhatikan baik-baik apa yang Anda tulis dan bagaimana Anda menulisnya. Jangan meremehkan kemampuan dan reputasi Anda sebagai penulis untuk mengutarakan secara rinci segala keburukan keluarga Anda.

Saya sering memikirkan hal ini. Menceritakan seluruh cerita keluarga telah dilakukan oleh banyak penulis dan mungkin ditulis lebih baik daripada yang pernah saya tulis. Jadi, mengapa saya membuang waktu dan akibatnya membuat Tuhan tidak senang? Dan mengapa tidak menghormati ayah dan ibu? Perlu Anda ketahui, saya berasal dari keluarga yang sangat berantakan dan dibesarkan di panti asuhan.

6. Anda tidak boleh membunuh, mengumpat, atau memfitnah siapa pun dengan menggunakan kata-kata Anda.

Tulislah cerita-cerita yang bernafaskan kehidupan dan harapan. Bila Anda harus menulis cerita nonfiksi tentang kejahatan seseorang, tulislah kebenarannya (pastikan bahwa itu adalah benar dan bukan fakta interpretasi seseorang) dan tulislah untuk menyatakan hati Tuhan.

7. Anda tidak boleh menulis kata-kata intim, yang menjurus pada keinginan seksual kepada seseorang yang bukan pasangan Anda.

Bila Anda sudah menikah Anda tidak boleh menulis surat cinta kepada orang lain kecuali pasangan Anda. Bila Anda belum menikah maka Anda hanya boleh menulis surat yang menunjukkan kasih dan kekaguman Anda pada sifat-sifat yang tidak terlihat dalam diri orang lain dan hindarilah komentar-komentar yang menjurus pada masalah seksual. Kidung Agung dipenuhi dengan metafora yang membuat orang malu. Bahasa yang menunjukkan gairah memang terdapat dalam Alkitab tetapi hanya dapat diterima dalam lingkup hubungan suami istri.

8. Anda tidak boleh merampas, mencuri, atau "meminjam" kata-kata dari penulis lain untuk Anda akui sebagai kata-kata Anda.

Allah itu kreatif dan bisa memberi Anda cerita-cerita, ilustrasi-ilustrasi, dan ide-ide dalam imajinasi Anda yang paling liar. Jadi, mengapa mengambil kata-kata orang lain ketika Tuhan adalah sumber terbaik Anda?

9. Anda tidak boleh menggunakan kebohongan untuk melawan orang lain.

Tulislah selalu kebenaran dalam kasih. Dengan demikian, Anda tidak harus mengingat apa yang Anda tulis dan pada saat yang sama Anda akan merasa lebih baik tentang tulisan tersebut.

10. Anda tidak boleh menginginkan ketenaran, keberuntungan, atau keberhasilan yang dimiliki oleh orang lain.

Frank Peretti, Max Lucado, Jerry Jenkins, Brock dan Bodie Thoene dan lain sebagainya dan penulis-penulis Kristen hebat lainnya yang telah mendapatkan keberhasilan yang pantas sebagai penulis. Anda bisa belajar dari mereka dan tumbuh menjadi seorang penulis tetapi jangan pernah ingin mencuri hasil dari kerja mereka. Tuhan menciptakan pria dan wanita hebat sebagai contoh pertumbuhan dan perkembangan pribadi kita. Anda boleh menginginkan tingkat keterampilan seperti mereka tetapi Anda tidak boleh menginginkan hasil yang telah mereka capai. Saya memandang hal ini seperti berikut, Tuhan memberi lebih karena kerja keras mereka dan itu bukanlah sesuatu yang saya miliki. Jadi, saya rasa setiap penulis Kristen seharusnya bekerja keras, menulis dengan baik dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Itulah sepuluh hukum versi saya untuk penulis Kristen. Sediakan waktu untuk menelaah secara pribadi dan lihatlah sejauh mana Anda telah melakukan daftar tersebut. Lalu, mungkin Anda dapat menyediakan waktu untuk menulis sepuluh hukum versi Anda sendiri. Saya percaya ketika Anda mengikuti prinsip-prinsip yang terdapat dalam Sepuluh Hukum Allah maka Anda akan menulis untuk menginspirasi pembaca! (t/Ratri)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Judul situs : writetoinspire.com
Judul asli artikel : Ten Commandments for Christian Writers
Penulis : Glenn White
Alamat URL : http://www.writetoinspire.com/article1277.html