Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Teks dan Terjemahan Alkitab

Banyak generasi sebelum Perjanjian Baru ditulis, hamba-hamba Allah telah menulis kitab-kitab Perjanjian Lama. Kitab-kitab ini adalah kitab suci bangsa Yahudi; jadi kita telah menerimanya melalui saluran-saluran yang agak berbeda dari rute yang ditempuh oleh teks Perjanjian Lama. Teks Perjanjian Lama telah bertahan terhadap kekerasan waktu selama berabad-abad lebih lama daripada Perjanjian Baru. Para penulis Perjanjian Lama menulisnya dalam bahasa Ibrani dan Aram, sedangkan seluruh Perjanjian Baru telah ditulis dalam bahasa Yunani. Oleh karena perbedaan-perbedaan ini, kami akan menguraikan teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu secara terpisah.

I. Teks Perjanjian Lama

Yesus berkata mengenai Perjanjian Lama bahwa "satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (Mat. 5:18). Demikianlah Ia mengajar bahwa Allah telah mengilhami seluruh teks Perjanjian Lama, bahkan sampai kepada hal-hal yang terkecil.

Jemaat yang mula-mula menganggap pengilhaman Perjanjian Lama sebagai bagian yang pokok dan sangat penting dari ajarannya. Kitab-kitab Perjanjian Baru masih sedang ditulis selama abad yang pertama; jadi, ketika penulis-penulis Perjanjian Baru menyebutkan "Kitab Suci", pada umumnya maksud mereka adalah kitab-kitab yang kita kenal sekarang sebagai Perjanjian Lama. Petrus menulis bahwa "tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (2 Ptr. 1:20-21). Paulus memberi tahu Timotius, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah . . . " (2 Tim. 3:16a). Dan karena Allah mengilhami tulisan-tulisan ini, itu "bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2 Tim. 3:16b).

Pernyataan-pernyataan ini membangkitkan rasa ingin tahu kita tentang cara kerja Allah dalam penulisan Perjanjian Lama. Kita perlu mengerti proses ini sebelum kita menyelidiki bagaimana teks itu disampaikan kepada kita. Maka kita harus memikirkan perkara pengilhaman ini sebelum kita maju lebih jauh.

II. Teks Perjanjian Baru

Para penulis Perjanjian Baru menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu sekitar 60 tahun sesudah penyaliban Yesus. Karena ditulis pada suatu zaman ketika kesusastraan tumbuh dengan subur, dan dari mulanya terus-menerus disalin, maka teks Perjanjian Baru telah bertahan dengan baik selama berabad-abad. J.H. Greenlee menaksir bahwa pada keseluruhannya kita memiliki 15.000 manuskrip lengkap dan kutipan Perjanjian Baru dewasa ini.

Catatan redaksi: Uraian di atas belum merupakan uraian yang lengkap. Anda dapat melihat yang lebih lengkap dalam situs SABDA Alkitab di bagian Ensklopedi Fakta Alkitab:

==> http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=58&res=almanac

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : SABDA Alkitab
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://alkitab.sabda.org/