Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Disiplin Sebagai Kewajiban Penulis

"Menulis itu seperti berenang", demikian kata salah seorang budayawan senior Indonesia, Wilson Nadeak. Maksudnya, kegiatan menulis mengisyaratkan adanya latihan dan praktik yang tiada henti. Anda akan senantiasa belajar dan kembali berlatih berenang -- entah Anda seorang juara renang atau seorang telah sekian lama tidak berenang. Pernyataan ini perlu dicermati oleh para penulis pemula. Wilson Nadeak sendiri seorang yang dikenal amat disiplin dalam hal menulis. Beliau menulis beberapa lembar draf setiap hari sebelum berangkat ke tempat kerja. Kebiasaan ini tetap dilakukan setiap hari secara konsisten, dengan maksud mengasah naluri kepenulisan beliau.

Andrias Harefa, seorang penulis buku laris menyamakan aktivitas menulis dengan berutang pada diri sendiri. Ia mendisiplin diri untuk menulis beberapa halaman setiap hari. Jika suatu ketika ia berhalangan menulis, ia mengganggap dirinya berutang dan harus segera dilunasi dengan cara melipatgandakan jumlah halaman kertas yang harus ditulisnya pada keesokan harinya. Intinya, niat untuk berkecimpung dalam dunia kepenulisan menuntut disiplin menulis. Inilah kewajiban yang harus dijadikan kebiasaan sehari-hari.

Dalam e-Penulis minggu ini, Sahabat Penulis akan melihat alasan mengapa dan bagaimana kita mendisiplinkan diri untuk menulis. Kami juga menyajikan sebuah artikel bertema Paskah untuk Anda. Pembaca diajak untuk merenungkan makna ketaatan Kristus, yang mengantarkan kita pada keselamatan. Kiranya perayaan Paskah kita bukan sekadar sebuah tradisi keagamaan.

Selamat menyambut Paskah.

Redaksi tamu e-Penulis,
Wilfrid Johansen
http://pelitaku.sabda.org
http://fb.sabda.org/penulis

 

Penulis besar bisa bertahan setelah melewati ujian waktu.