Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Tugas-Tugas Penyunting Kristen

  1. Seorang penyunting percaya sebuah buku yang baik dapat dibuat lebih baik lagi.

  2. Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi petunjuk objektif bagi penulis.

  3. Tidak takut mengatakan apa yang ia pikirkan tentang sebuah naskah dengan jujur, sekaligus menjaga perasaan penulis.

  4. Waspada dalam perhatiannya pada setiap kata, setiap kalimat, dan setiap tanda baca di dalam karya penulis.

  5. Menyuarakan karya penulis dengan nada yang lebih simpatik.

  6. Menyesuaikan diri dengan penulis, bukan sebaliknya.

  7. Perlu waktu. Tulisan yang baik membutuhkan waktu, demikian juga menyunting.

  8. Memiliki telinga bagi gaya penulis.

  9. Adalah pembaca yang paling objektif bagi buku yang akan diterbitkan.

  10. Paham bahwa tulisan yang jelas adalah penting bagi pikiran yang jernih.

  11. Mencoba menjadi penulis kedua tanpa mengubah istilah-istilah awal yang digunakan penulis.

  12. Menegaskan keunikan penulis.

  13. Dengan lembut memangkas keangkuhan, penilaian subjektivitas, kekeraskepalaan, maupun "kegaringan" penulis.

  14. Berkata, "Saya menambahkan ini untuk menunjukkan apa yang menurut saya salah, bukannya memaksakan yang menurut saya benar."

  15. Tidak pernah berkata, "Sudah saya bilang!"

Apa Itu Menyunting?

Tugas yang paling penting tentu saja menyunting. Nah, dalam menyunting, tugas apa yang diemban oleh seorang penyunting Kristen?

  1. Mengejar kesempurnaan seteliti mungkin. Usaha membuat penulis mengangkat sumber-sumber yang tidak pernah diketahui oleh penulis, yang sebenarnya dapat mereka atur.

  2. Mengembangkan hal-hal yang bisa dikembangkan.

  3. Menemukan titik-titik kelemahan dan mempertanyakannya.

  4. Melakukan keselarasan -- cermat meneliti kata-kata, kalimat-kalimat, dan paragraf untuk melihat apakah bahasanya pas.

  5. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sangat ingin diketahui penulis.

  6. Apakah buku saya enak dibaca?

  7. Apakah tulisan ini mencapai tujuannya?

  8. Di mana bagian-bagian yang tidak perlu?

  9. Apakah saya mampu menulis?

  10. Menanggapi hal yang muncul sebagaimana hal yang absen dalam sebuah tulisan.

  11. Mengubah secara halus tanpa mengobrak-abrik gaya penulis namun kemajuan hasilnya dapat dilihat.

  12. Menemukan apa yang ingin penulis lakukan, dan menolong dia untuk melakukannya sedikit lebih baik.

  13. Menyunting berarti mengatakan sesuatu seperti:

    1. "Saya tidak yakin dengan bagian ini."

    2. "Saya tidak melihat bagaimana bagian itu bila sampai di sini."

    3. "Urutan di sini membingungkan."

    4. "Di bagian ini Anda membuat saya bingung."

    5. "Bagian ini membosankan."

    6. "Anda mengulangnya lagi."

    7. "Karakter ini hanya satu dimensi."

    8. "Ilustrasi anekdot ini tidak pas di sini/tidak ada artinya."

    9. "Bagian awal/akhir lemah."

    10. "Apa yang ingin dikatakan dalam paragraf ini?"

    11. "Bukankah sebaiknya Anda menerangkan hal ini sebelumnya?"

    12. "Apakah ini kata yang tepat untuk konteks ini?"

    13. "Apa maksudnya di sini?"

    14. "Bisakah pernyataan ini Anda pertahankan?"

  14. Menyunting selalu melibatkan dua hal: seorang penyunting yang percaya bahwa buku yang baik dapat dibuat lebih baik lagi, dan seorang penulis yang serius terhadap karyanya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul makalah
: Pelatihan Editor Kristen Indonesia
Judul artikel : Editor Kristen Rindu Melayani
Judul asli artikel : Servanthood and the Christian Editor
Penulis : Judith Markham
Penerjemah : Tim Bina Kasih
Halaman : 6 -- 7