Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Menulis di Internet

Oleh: Harry Suryadi

Menulis untuk media internet berbeda dengan menulis untuk media cetak. Perilaku pengguna internet saat menjelajah web sangat memengaruhi cara penulis menyajikan isi (content) untuk media internet. Penelitian perilaku pembaca situs berita di internet yang dilakukan oleh para ahli dari Stanford University dan The Poynter Institute, yang hasilnya tidak jauh berbeda dari penelitian serupa yang dilakukan oleh Jakob Nielsen, menyimpulkan bahwa perilaku pembaca media internet -- atau pengguna internet-- adalah seperti berikut ini.[block:views=similarterms-block_1]

  • Pertama kali melihat teks (78%), bukan foto atau grafik. Atau secara umum, pengguna internet pertama kali tertarik pada judul, ringkasan tulisan, atau caption.
  • Tidak membaca kata per kata, tetapi lebih banyak memindai (scan) (79%, hanya 16% yang membaca kata per kata) tampilan situs terutama kata-kata yang di-highlight, jenis huruf berbeda, penyajian dengan butir-butir (seperti tulisan ini).
  • Lebih menyukai judul yang tepat pada sasaran (straightforward) dibandingkan judul yang lucu atau cantik.
  • Membaca ringkasan atau tulisan yang pendek bukan yang panjang karena membaca di komputer 25% lebih lambat dibandingkan membaca media cetak.
  • Tidak berlama-lama di satu situs. Pengguna Internet tidak sabaran. Pengguna Internet memiliki wewenang penuh untuk pindah atau tetap di satu situs. Kunjungan selama sepuluh menit sudah termasuk lama. Itulah sejumlah pedoman ketika ingin menulis untuk media internet (disarikan dari artikel karangan Jacob Nielsen -- "1, 2, 3, 4" -- dan bukunya yang berjudul Design Web Usability, artikel Wendy Boulding, dan artikel lainnya).
  • Buatlah judul yang sederhana (simple) dan tepat sasaran (straightforward). Ingatlah bahwa judul itu seperti tanda lalu lintas yang akan mengarahkan pengunjung.
  • Jangan menggunakan kalimat-kalimat pemasaran (marketing) yang kosong dan tidak diinginkan pembaca.
  • Buat tulisan yang membantu pembaca agar dapat memindai (scannable), misalnya dengan subjudul, highlight kata-kata penting dengan warna yang berbeda, cetak tebal, jenis huruf, ukuran huruf, hypertext/hyperlink.
  • Sebaiknya, tulisan pendek tapi ringkas. Paling tidak jumlah kata tulisan media tersambung (online) paling banyak 50% dari tulisan umumnya di media cetak. Satu alinea idealnya hanya terdiri dari 65 karakter.
  • Jika perlu uraian yang panjang, harus dipecah-pecah menjadi beberapa judul tulisan, yang tersambung melalui multiple hyperlink. Selain itu, pembaca tidak suka tulisan yang panjang dan harus men-scroll jauh ke bawah.
  • Tulisan dengan gaya news you can use membantu pembaca mencari informasi yang mereka inginkan dengan lebih cepat.
  • Gunakan tabel atau poin/angka urut ke bawah (seperti contoh tulisan ini). Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea yang panjang.
  • Sebisa mungkin menerapkan prinsip piramida terbalik -- yang penting di atas, uraian selanjutnya. Cara penulisan piramida terbalik membantu pembaca mendapatkan informasi yang penting segera tanpa harus membaca sampai selesai.

Dan akhirnya menulis -- di media mana pun -- tetap saja menulis, jadi tetap pulalah berpegang pada pedoman penulisan standar.Bahan diedit seperlunya dari:

Nama situs: ceritanet: situs nir-laba untuk karya tulis, Edisi 2, Senin 15 Januari 2001
Alamat URL: http://www.ceritanet.com/2inter.htm

Artikel di atas hadir dalam e-Penulis Edisi 027/Januari/2007.

Comments

2

Saya juga ingin berpartisipasi dengan menulis disini. Saya senang menulis

adakahh yang bersedia memberi komentar.....

 ini pertma kali nya....

saya mau kc lihat tulisan saya...

adakah yg mau berbagi kekurangan... 

dr tulisan saya...