Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Memilih Kata dengan Cermat

Seorang tukang kayu menggunakan serutan, pahat, dan gergaji untuk membuat sebuah perabot rumah. Seorang penulis menggunakan kata-kata, kalimat, dan alinea-alinea untuk membuat sebuah artikel atau cerita. Kemampuan menggunakan alat-alatlah yang membedakan hasil karya hebat dan hasil karya biasa.

Setiap penulis harus belajar menggunakan kata-kata secara tepat. Dia perlu peka dengan pilihan katanya. Dengan demikian dia seyogianya mencermati beberapa kelompok kata berikut ini.

  1. Kata-Kata yang Usang: Setiap kali Anda tergoda untuk memakai kata-kata usang, cobalah cari kata lain yang memunyai makna yang mirip. Seorang penulis menganggap sebuah buku menarik jika buku itu memang menimbulkan gairah, menggerakkan semangat, berisi informasi, memesona, mengasyikkan, baru, atau aneh. Dia dapat menyatakan seorang gadis menarik dengan menuliskan bahwa gadis itu pintar, luwes, memesona, sigap, atau berbakat. Banyak kata penuh warna yang dapat digunakan penulis untuk menyatakan seorang anak manis, seorang ibu jelita, atau sebuah rumah indah. Kemampuan menulisnya akan meningkat kalau ia menggunakan kata-kata yang banyak menyajikan citra bagi pembacanya.

  2. Kata-Kata yang Tidak Perlu: Penulis perlu menahan diri untuk menulis banyak kata, jika satu atau dua kata saja sudah cukup. Contohnya, "Menurut pembicara,...." adalah lebih baik daripada "Pembicara beropini bahwa...." Seorang penulis yang baik tidak kenal ampun dalam memangkas kata-kata kosong yang tidak perlu, usang, dan melelahkan. Setiap kata memiliki tugas masing-masing. Seorang penulis hendaknya memastikan apakah tiap kata telah melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan jelas.

  3. Kata-Kata Bombastis: Kata-kata bombastis sering kali tidak tepat digunakan. Mereka seperti pakaian yang kedodoran. Beberapa penulis menggunakan kata-kata bombastis untuk mengesankan pembacanya atau menutupi ketidakmampuannya. Semakin berpengalaman seorang penulis, semakin ia sadar betapa pentingnya menyatakan satu ide dalam kata-kata yang dimengerti dan ringkas.

    K.E. Eapen, kepala Departemen Jurnalisme di Hislop College, Nagpur, India, di hadapan delegasi peserta Seminar Penulis Kristen Internasional berkata: "Tidak ada hukum yang mengatakan bahwa Anda harus menggunakan kata-kata bombastis ketika menulis atau berbicara. Banyak kata-kata sederhana dan yang bagus yang dapat digunakan untuk menyatakan semua yang ingin Anda katakan sama baiknya dengan kata-kata bombastis. Barangkali diperlukan waktu sedikit lebih banyak untuk menemukan kata-kata sederhana itu, tetapi ini dapat berarti banyak, karena kita semua mengenal kata-kata sederhana itu."

    "Kata-kata sederhana bergerak lincah sementara kata-kata bombastis berdiri kaku, atau lebih jelek lagi, menghalangi apa yang ingin Anda katakan. Tidak benar bahwa kata-kata sederhana itu tidak bisa mengatakan sesuatu dengan baik."

  4. Kata Kerja adalah Kata Kunci: Kalau kata-kata kerja dipilih secara baik, mereka akan menimbulkan gerak dalam penulisan. Mereka memberi semangat dan kehidupan bagi kalimat-kalimat, menjadi titik tengah yang dilingkari oleh kata-kata lainnya.

Alkitab adalah buku yang paling baik untuk diajak konsultasi dalam latihan menggunakan kata kerja. Pada drama ilahi ini, kata-kata kerja menyatakan kasih dan kekuasaan Allah. Kata kerja aktif menyatakan seperti apa Allah itu. Ia mencipta dan menghancurkan. Ia mengutus, berucap, mengasihi, menyelamatkan, dan memaafkan. Ia mengadili, memuliakan, dan melihat ke bawah. Ia melihat, memanggil, mengajari, menenteramkan, menjanjikan, membuat perjanjian, memenuhi janji, Ia menerangkan, berkehendak, bekerja, dan tidak berubah.

Dengarlah irama dan alunan kata-kata dalam Mazmur dan lihat bagaimana kata kerja memberi arti kepada sesuatu yang abstrak.

"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam." (Mazmur 19:2-3)

Seorang peserta lokakarya di Green Lake mengungkapkan perasaannya tentang pentingnya kata-kata:

"Bagiku kata-kata dapat mengubah dunia. Kata-kata lebih berharga daripada emas atau berlian apabila digunakan secara disiplin dan baik. Buku-buku yang selama ini ditulis dengan bimbingan Roh Kudus, akan bertahan selamanya. Alkitab telah membuktikan itu selama berabad-abad."

Diringkas oleh: Truly A. Pasaribu

Diringkas dari:

Judul artikel terjemahan : Kata-Kata Adalah Alat
Judul buku : Menjadi Penulis: Membina Jemaat yang Menulis
Judul asli buku : Write the Vision
Penulis : Marion van Horne
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta
Halaman : 7 -- 10