Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Tujuh Ketakutan yang Mematikan Saat Menulis

Tidak ada waktu senikmat Minggu sore. Kulkas sudah penuh dan tidak berbunyi lagi; tumpukan cucian telah disikat habis dan lenyap dari pandangan. Saya telah menyelesaikan semuanya!

Saya pun mengambil buku karangan Jurgen Wolff yang berjudul "Your Writing coach" saat Blog Expo. Akhirnya, saya bisa membacanya sekarang. Judul bab pertama langsung menjerat saya: "No More Fear, No More Excuses" (Tidak Ada Lagi Ketakutan, Tidak Ada Lagi Alasan). Banyak orang kreatif menakuti diri mereka sendiri saat menghadapi proyek yang bagus, bahkan sebelum mereka menuangkan pena di kertas. Wolff menggolongkan ketakutan-ketakutan ini ke dalam tujuh kategori dasar:

Ketakutan 1: Penolakan

Ketakutan ini merupakan ketakutan besar yang biasa terjadi. Jika Anda bergulat dengan ketakutan bahwa tidak ada orang yang akan menyukai hasil karya Anda, rasa takut itu cukup kuat untuk menghentikan langkah-langkah Anda. Penolakan memang bisa terjadi. Anda tidak bisa selalu menyenangkan semua orang.

Akan tetapi, jika Anda terus mencoba, Anda akan menemukan satu atau barangkali banyak orang menyukai karya anda. Rak-rak toko buku diisi dengan berbagai buku karya para penulis yang pernah menderita akibat penolakan -- lihatlah posisi para penulis itu sekarang!

Satu-satunya perbedaan antara pemenang dan pecundang bukanlah jumlah penolakan yang pernah mereka terima. Pemenangnya adalah orang yang tidak pernah menyerah!

Ketakutan 2: Ketidakpuasan

Ini adalah rintangan yang sangat besar bagi saya -- ketakutan bahwa tulisan Anda tidak cukup baik. Saya tidak bisa menghitung berapa banyak saya menyeret kaki saya karena berpikir, "Saya ini tahu apa? Siapa yang mau membaca apa yang saya tulis?"

Ternyata banyak orang yang mau membacanya! Saya kira pekerjaan saya benar-benar sampah (dan saya masih sering berpikir seperti itu). Namun demikian, klien saya menilai bahwa karya tersebut hampir mendekati jenius!

Para kritikus berkata bahwa karya Shakespeare jelek! Akan tetapi, sampai 400 tahun berikutnya, karya-karya Shakespeare masih beredar dan diapresiasi dengan baik. Ini menunjukkan seberapa banyak pemahaman kritikus.

Ketakutan 3: Kesuksesan

Yang satu ini memang terdengar seperti oksimoron. Akan tetapi, banyak orang yang memang takut akan kesuksesan. Saya tidak mau berkomentar banyak tentang hal ini! Bagi beberapa orang, pikiran bahwa segalanya akan menjadi terlalu besar untuk ditangani cukup melumpuhkan mereka untuk tidak melakukan apa-apa.

Cara untuk mengatasi situasi ini adalah dengan melangkah sedikit demi sedikit. Ketakutan akan kesuksesan barulah Anda hadapi ketika Anda sudah meraihnya.

Ketakutan 4: Membuka Diri Terlalu Banyak

Ini adalah ketakutan yang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Saat saya melihat kembali perjalanan saya masa lampau, beberapa kali saya bertanya-tanya apakah yang saya tulis terlalu menelanjangi diri saya. Saya belajar banyak hal dari pengalaman saya. Karakter-karakter dalam novel "James and I" sangat dekat dengan hati saya. Saya bertanya-tanya apakah keluarga dan teman-teman yang membaca buku ini dapat melihat melalui karakter-karakter ini dan kemudian melihat saya.

Sebagai penulis, kita sering menelanjangi jiwa kita. Dalam hal ini, ada dampak baik sekaligus buruknya bagi Anda. Anda akan bertemu dengan orang-orang yang tidak menyetujui Anda. Di lain pihak, Anda juga bisa menggugah hati pembaca Anda.

Ketakutan 5: Anda Hanya Memiliki Satu Buku

Akhirnya! Ketakutan yang tidak saya rasakan. Saya memunyai setumpuk bahan untuk menulis. Paling tidak puluhan novel dalam puluhan seri yang berbeda-beda.

Akan tetapi, banyak penulis yang tidak cukup beruntung.

Saat Anda menyadari bahwa Anda adalah penulis, Anda memunyai kisah yang perlu disampaikan. Anda akan selalu memunyai kisah untuk Anda ceritakan! Beberapa kisah mungkin akan memakan waktu penyelesaian yang lebih lama daripada cerita-cerita lainnya, tetapi mereka sedang menunggu untuk keluar.

Ketakutan 6: Anda terlalu Tua

Ah, Anda tidak pernah terlalu tua untuk menulis. Semakin bertambahnya umur Anda, semakin banyak pengalaman Anda. Pengalaman menambah kedalaman tulisan Anda. Umur menambah elemen kedewasaan pada setiap tulisan. Sebuah novel membutuhkan kesabaran. Pikirkanlah tentang hal ini - kesabaran adalah sesuatu yang barangkali tidak dimiliki penulis muda.

Ketakutan 7: Banyak Penelitian

Detail-detail sangat penting dalam novel. Anda perlu tahu waktu dari kisah Anda, detail-detail pekerjaan dari karakter ANda, nuansa dari berbagai macam budaya dan lain-lain. Bahkan, detail membuat kisah Anda dapat dipercaya. Gene Roddenberry, pengarang Star Trek, menciptakan cerita fiksi sainsnya berdasarkan fakta-fakta sains.

Nikmatilah penelitian tersebut. Pelajarilah karakter-karakter Anda dan dunia yang mereka huni. Jika Anda menulis artikel, blog, atau buku elektronik tentang non-fiksi, nikmatilah saat-saat Anda mempelajari sesuatu yang baru. Jangan anggap belajar sebagai pekerjaan; belajar adalah hiburan dan hobi bagi banyak penulis.

Jadi bagaimana penulis mengatasi tujuh ketakutan yang mematikan ini? Dengan menghadapinya, tentunya! (t/Uly)

Diterjemahkan dari:

Judul asli artikel : 7 Deadly Fears of Writing
Nama situs : Men with Pens
Penulis : Harry
Alamat URL : http://menwithpens.ca/7-deadly-fears-of-writing/
Tanggal Akses : 2 September 2010