Penginjilan Lewat Fiksi

Cerpen internet sangatlah populer. Kalau Tuhan Yesus sendiri banyak menggunakan cerita-cerita pendek sebagai sarana utama penginjilan- Nya, maka berarti strategi penginjilan lewat cerpen menunggu untuk dipakai! Namun, masih jarang orang Kristen yang menyadari peluang ini. Kita bisa membuat situs (atau bagian dari situs) yang berisi cerita-cerita pendek. Nah, mengapa situs seperti ini tidak dipakai untuk menjadi alat penginjilan? Ikuti anjuran kami berikut ini:

Cerita-cerita yang ditampilkan tidak harus selalu bernuansa penginjilan. Beberapa diantaranya bisa berupa cerita-cerita tentang kebaikan umum yang dikemas secara menarik. Nilai-nilai kekristenan yang tersirat dari cerita-cerita sekuler itu akan muncul dengan sendirinya dan keberadaan cerpen-cerpen sekuler tersebut di suatu situs akan menunjukkan kredibilitas dan memberi kesan bahwa situs ini bukan situs yang "mengkhotbahi". Cerpen-cerpen sejenis itu juga akan menarik para pengunjung untuk menjelajahi bagian-bagian lain dari situs melalui fasilitas pencarian yang tersedia.
Selain itu, cerita-cerita pendek juga dapat menyajikan sebuah pesan yang spesifik. Yang penting untuk diperhatikan bahwa pesan itu lebih menarik jika disisipkan melalui narasi suatu cerita daripada diletakkan di akhir cerita karena mirip seperti khotbah yang berisi "pesan moral dari cerita tersebut". Gaya berpetuah seperti ini banyak dijumpai dalam cerita anak-anak di abad 19. Menyisipkan pesan moral dalam cerita merupakan cara yang dipakai di Alkitab.
Perhatikan bahwa perumpamaan-perumpamaan Yesus disampaikan untuk membuat orang yang mendengarkannya untuk memikirkan cerita-cerita itu sendiri. Perumpamaan-perumpamaan bukannya menyatakan kesimpulan yang jelas, namun malah menimbulkan pertanyaan-pertanyaan di benak pendengarnya. Membiarkan orang untuk merenungkan sendiri tentang sesuatu sebenarnya merupakan sarana penting dari penginjilan. Strategi "yang membangkitkan minat untuk memikirkan sendiri" belum banyak digunakan -- kami biasanya merasa bahwa kami harus menjelaskan langsung ke intinya dengan jelas.

Seorang cerpenis pernah berkata, "Saya rasa penting untuk menciptakan karakter-karakter Kristen dalam cerita yang sekuler. Kekristenan bisa mewarnai pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh karakter-karakter tersebut, namun cerita itu sendiri tidak menceritakan tentang kekristenan mereka. Cerita-cerita inilah yang saya sebut sebagai "cerita-cerita bernuansa Kristen" -- tidak membahas tentang kekristenan, namun menceritakan tentang seorang karakter Kristen dan bagaimana dia menghadapi segala situasi."

Selain itu, cerita fiksi yang bagus mampu membuat pembacanya memikirkan tentang tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
Tulisan Kristen seharusnya bertujuan untuk membantu pembacanya melihat kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup mereka.

"Jika Anda ingin membuat sebuah kapal, jangan mengerahkan semua orang untuk mencari kayu, membagi-bagi tugas, dan memberi perintah. Namun ajarilah mereka untuk merindukan lautan luas tak terbatas." (Antoine de Saint Exupery)

Cerita-cerita yang mengesankan dapat memunculkan gagasan dan tantangan dalam hati orang, menyampaikan pembelaan-pembelaan secara tepat, sama seperti sajian humor. Nathan Williams menyebut cerita- cerita ini sebagai "Inkarnasi Apologetika".

Situs yang menyajikan tentang cerita pendek dapat menampilkan elemen-elemen lain -- misalnya kisah nyata atau kesaksian -- meskipun kata-kata tersebut perlu dihindari pemakaiannya. Situs ini juga dapat menjembatani, mungkin melalui satu tingkatan atau lebih, ke bagian yang memaparkan tentang Injil, atau melalui link ke situs- situs lain yang menyajikan tentang Injil.

Ingatlah bahwa membaca dari monitor komputer lebih sulit dan lebih lambat dari membaca buku. Pakailah paragraf-paragraf yang pendek dan area yang berwarna putih. Prinsip yang sama juga dapat diterapkan pada puisi.
Cerita pendek juga dapat diceritakan dalam bentuk komik -- media yang sangat kuat dan belum banyak dipakai dalam penginjilan.

Jika Anda memutuskan untuk mempublikasikan fiksi-fiksi sekuler tentang kebaikan dalam sebuah situs, Anda dapat mengajak pengunjung situs itu mengirimkan karya mereka. Anggaplah kiriman karya tersebut membutuhkan pengeditan dalam hal gaya, ejaan, dan tata bahasa. Pakailah sukarelawan untuk melakukan tugas tersebut. Beritahukan pada para pengirim bahwa Anda berhak melakukan proses pengeditan terhadap bahan kiriman mereka, namun hak cipta tetap milik mereka.

Selain itu, juga memungkinkan untuk menggunakan buku, drama, dan film sebagai titik awal bagi penginjilan.
Bahan diterjemahkan oleh Ary dari sumber:
http://guide.gospelcom.net/resources/short-stories.php