Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Mark Twain "Novelis Juru Mudi Kapal"

Mark Twain adalah peletak dasar seni penulisan Amerika. Begitulah pujian pasar sastrawan atas kepiawaiannya. Twain dianggap orang pertama yang secara genial mampu memperkenalkan bahasa, latar, karakter, dan plot khas Amerika, dan menjadi panduan penulis lainnya. "Jujur saja, seluruh cerita Amerika modern sesungguhnya cuma berasal dari satu buku, The Adventures of Huckleberry Finn, karya Mark Twain," puji Hemingway, novelis tersohor Amerika.

Gambar: Mark Twain

Twain memang istimewa. Novelis, jurnalis, dan humoris ini mulai merebut perhatian publik berkat kisah petualangannya yang luar biasa dan menjadi cerita legenda, Tom Sawyer (1881) dan Huckleberry Finn (1884). Padahal, sebelumnya Twain bahkan tidak pernah ingin jadi penulis.

Twain yang bernama asli Samuel Langhorne Clemens lahir di Florida, Missouri, pada bulan November 1839. la dewasa di Desa Hannibal, di tepi Sungai Mississippi, masih di Florida. Tiap pagi, Twain kecil selalu terbangun karena bunyi kapal uap. Tiap kali kapal uap itu melintas, angan-angannya pun ikut terbang bersama kapal itu. Ia ingin jadi juru mudi.

"Ketika aku muda, ada satu ambisiku yang juga menjadi ambisi teman-temanku, menjadi juru mudi kapal uap," akunya dalam Old Times on the Mississippi (1875). Angan-angan itu pun terwujud.

Setelah ayahnya wafat, pada 1847, ia mulai menulis di harian tempat kakaknya bekerja. Ia kemudian bekerja sebagai nahkoda kapal uap, pada 1857 sampai 1861. Selama bekerja inilah, nama Mark Twain ia pakai, kata yang selalu ia teriakkan kala kapal akan melayari bagian sungai yang berkedalaman dua depa.

Ketika perang saudara pecah, pada 1861 -- 1885, ia mulai serius menulis dengan menjadi freelancer di berbagai media. Namanya mulai melambung saat bukunya The Celebrated Jumping Frog of Calaveras County terbit. Ia pindah ke Nevada, California, sampai San Fransisco, dan menerbitkan semua kisah perjalanannya itu dalam The Innocents Abroad. Namanya kian melambung.

Twain kaya. Ia menikahi Olivia Langdon pada 1870 dan tinggal di Hartford. Sampai tahun 1884, ia melahirkan 3 novel yang kian melambungkan namanya. Soal kepopulerannya, Twain mengaku amat menikmati meski ia pun tahu nalar analitisnya kadang tidak begitu menggigit di sebagian novelnya.

Di antara semua karyanya, novel The Adventures of Huckleberry Finn yang paling melegendakan namanya. Novel lanjutan petualangan Tom Sawyer di Mississippi ini menghentak karena ada aroma pembebasan perbudakan di dalamnya.

Awal 1890, Twain bangkrut, perusahaan yang ia dirikan tumbang. Untuk bangkit, ia melakukan ceramah keliling dunia, tetapi malah kemalangan yang ia dapat, anak perempuannya meninggal di perjalanan. Ia mengembara ke Selandia Baru, Australia, India, dan Afrika. Akan tetapi, kembali kemalangan datang, anaknya meninggal lagi, disusul istrinya. Hidup Twain gelap!

Kepedihan dan penderitaan itu secara nyata ia tumpahkan dalam bukunya Following the Equator dan autobiografinya yang kaya versi, yang ia diktekan kepada sekretarisnya A.B. Paine. Pada 1916, novel misteri terakhirnya tentang pengaruh setan, The Mysterious Stranger, lahir. Sayangnya, ia telah kehilangan semangat menulis.

Pada 21 April 1920, dalam kesendirian dan rasa duka, Twain ambruk. Jasadnya kehilangan nyawa. Dunia kehilangan jurnalis yang andal, novelis yang mahir bercerita, serta humoris yang justru menderita. Cerita pun kemudian muncul: Twain menakjubkan, populer, lalu redup seperti aura komet Halley yang menerangi langit rumahnya pada malam saat ia dilahirkan.

Diambil dari:
Judul buku : Bayang Baur Sejarah
Judul asli artikel : Takjub Redup Komet Halley
Penulis : Aulia A.M.
Penerbit : Tiga Serangkai, Solo 2003
Halaman : 138 -- 139