Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Bekerja Sama dengan Editor

Oleh Robert Lawrence Holt
Sekali Anda menjual naskah kepada penerbit besar, Anda dapat mengupayakan perubahan pada judul, sampul, format, gaya, ilustrasi, penempatan foto, dan sebagainya. Tapi, setelah menerbitkan buku, Anda juga bakal menemukan beberapa kendala yang sulit diterima.[block:views=similarterms-block_1]
Sebagai penulis baru (atau pemula), Anda hanya mendapatkan sedikit kecil saja penawaran yang dapat meyakinkan editor untuk membiarkan naskah Anda seperti apa adanya saja. Tapi setelah Anda mendapat pengalaman menulis beberapa buku, Anda mendapat posisi lebih baik untuk ambil bagian dalam penerbitan buku Anda. Editor akan menghargai jika Anda turut berperan aktif.
Mengapa Anda Harus Bersama Editor
Tujuan selanjutnya adalah memelihara antusiasme editor Anda. Ini penting untuk kelangsungan buku-buku Anda. Seorang editor yang berpikiran modern sebenarnya bukan editor yang gampangan karena mereka harus memproduksi buku yang ditawarkan ke bagian penjualan.
Baiklah, Anda ingin buku Anda dianggap penting. Tapi jika Anda sulit bekerja sama, editor bisa saja menyingkirkan buku Anda ketika sebenarnya ada kesempatan membujuk bagian penjualan untuk mempromosikan buku Anda.
Ketika menjual hak cipta buku Anda, Anda menyerahkan segalanya kepada penerbit. Tapi jika seterusnya Anda tidak suka apa yang terjadi dan Anda tak berbuat apa-apa, mau tak mau Anda harus menerima. Jaga dan atur ego Anda. Semoga tak ada kesalahan yang terjadi pada buku Anda.
Memeriksa Kembali Hasil Editing
Editor Anda mungkin akan mengembalikan naskah Anda dengan beberapa catatan. Catatan-catatan ini dapat dibagi dalam tiga kategori:

  1. Teks yang ditambahkan editor
  2. Editing yang murni (tidak ada perubahan)
  3. Perubahan-perubahan baru yang tidak semestinya

Sekarang, bagaimana mengatur tiap kategori yang menentukan editor dapat mempertimbangkan saran Anda.
Editor yang Menambahkan Teks
Kerja editing seperti ini sesungguhnya dapat menambah nilai buku Anda. Yakinlah terhadap perubahan yang dilakukan editor atau kopi editor Anda. Terimalah perubahan tersebut dengan hati yang tulus.
Editing yang Murni (Tidak Ada Perubahan)
Editing yang terjadi dalam kasus ini biasanya hanya terjadi pada hal-hal kecil misalnya membetulkan ejaan dan salah ketik. Tapi jika Anda harus menunggu selama seminggu sebelum memutuskan apa yang Anda pikirkan untuk diusulkan kepada editor, sebenarnya tak ada sesuatu yang menyakitkan atau mendesak dari naskah Anda. Jika ada perubahan walau hanya sedikit dan hasilnya ternyata kurang berkenan di hati, sebaiknya tak usah protes. Simpan energi Anda untuk hal-hal lain.
Perubahan yang Tidak Semestinya
Menghadapi masalah ini sesungguhnya dapat menantang kreativitas Anda sebagai penulis. Mungkin kejadian seperti ini dapat membangkitkan kemarahan Anda. Apapun yang terjadi emosi yang meledak tak akan membantu Anda. Anda harus menghadapinya dengan alasan kuat dan kepala dingin agar dapat meyakinkan si editor.
Jika Anda dapat dengan baik mengemukakannya, seorang editor yang sudah berpengalaman pasti akan menerima usulan Anda. Yang penting jangan merasa Anda melakukannya lebih baik dari dia. Jika Anda berpikiran seperti itu, Anda bisa kecewa. Anda beruntung jika dapat membujuk editor untuk melakukan alternatif.
Ajak juga teman-teman Anda untuk memeriksa sehingga Anda mendapatkan pertimbangan yang obyektif: apakah perubahan yang dilakukan editor tersebut memang tepat? Atau, Anda sendiri yang terlalu keras?
Rendah Hati
Jika editor membujuk mengubah teks, sebaiknya Anda patuh. Mungkin Anda marah, tapi akan lebih baik jika Anda menahan diri. Anda tak akan mendapatkan apa-apa jika marah dengan editor Anda. Saran tersebut mungkin agak sulit diterima jika terjadi kepada penulis yang baru pertama kali menerbitkan buku. Apapun yang terjadi sebaiknya penulis bersikap rendah hati.
Judy Blume adalah pengarang Amerika terkenal. Buku-buku remaja yang ditulisnya sangat laku, bahkan sampai beberapa dekade. Di bawah ini adalah sepenggal kisah dari Judy Blume Story yang diterbitkan Betsy Lee dari Dillion Press, 1981. Betsy Lee memaparkan pertemuan Judy Blume dengan editor dari penerbit Bradbury Press (Prentice-Hall):
Judy membaca majalah Writer Digest. Di situ ia menemukan penerbit Bradbury Press sedang mencari cerita-cerita tentang kehidupan remaja. Judy kemudian mengirimkan naskahnya yang berjudul Iffie House. Tapi setelah dikirim, mereka menolak dan mengirimkannya kembali kepada Judy. Judy kemudian pergi ke Bradbury Press dan membicarakannya
Dick Jackson, editor Bradbury Press suka dengan manuskrip Judy. Dia berujar, naskah ini sebenarnya bisa saja diterbitkan. "Tapi apa yang kita ketahui tentang Winnie? Orang seperti apakah dia?" Selama kurang lebih selama satu jam, Dick bicara dengan Judy tentang karakter ciptaannya, plot, jalinan cerita sampai mau dibawa kemana buku itu.
Judy mengambil notes dan mencatatnya. Ide-ide baru muncul dalam benaknya. Mereka membicarakan kemungkinan munculnya adegan-adegan yang menarik, memotong bagian yang tak perlu, dan menambahkan dialog-dialog baru. Seusai pertemuan, mereka berdua kelelahan.
Dick berkata dia tak bisa memberikan surat perjanjian penerbitan apabila Judy tidak merevisi naskah. Apabila Judy sepakat membuat perubahan-perubahan, penerbit Bradbury Press akan mempertimbangkan naskah Judy untuk diterbitkan.
Dari sepenggal kisah di atas terlihat jika Judy Blume tidak bersikap rendah hati, barangkali dia tak akan setenar sekarang. Sekarang, coba tempatkan diri Anda dalam posisi sebagai editor. Anda sudah membeli sebuah naskah seharga 10.000 dolar. Dengan uang sejumlah itu Anda ingin menerbitkan naskah. Nah, bukankah Anda sekarang yang memegang kendali?
Sebagai sosok pengarang-penerbit yang sukses, Anda kelak akan menemui orang-orang yang tertarik untuk menerbitkan naskah Anda. Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda ingin menerbitkan buku Anda tanpa pengawasan? Tentu saja Anda tidak mau. Jika Anda tetap saja kalah dalam perdebatan ini, terimalah. Tapi, di atas semua itu peliharalah hubungan baik dengan editor Anda.
Selamat bekerja! *
Diterjemahkan Donny Anggoro dari Working An Editor dalam How to Publish, Promote, and Sell Your Own Book terbitan St. Martin Press, 1985.