Pertanyaan-Pertanyaan tentang Kontradiksi Alkitab

"Bagaimana kamu bisa memercayai hal itu? Tidak tahukah kamu bahwa Alkitab penuh sesak dengan hal-hal kontradiktif dan kesalahan?" Ini adalah reaksi yang mungkin dihadapi beberapa orang Kristen ketika mereka berhadapan dengan orang-orang non-Kristen dengan bukti Alkitab. George Gershwin mempersembahkan seluruh lagu dalam Porgy and Bess untuk menyatakan bahwa "hal-hal bodoh yang cenderung akan Anda jumpai saat membaca Alkitab tidak penting". Kadang-kadang, kritik ini bisa dibungkam jika Anda sekadar berkata, "Sebutkan satu kesalahan itu!" Banyak orang hanya mendengar bahwa ada problem dalam Alkitab, tetapi tidak pernah memeriksa buktinya. Namun, jika Anda mencoba melakukan ini dan mendapatkan jawaban, Anda lebih baik bersiap-siap untuk menjelaskan kesulitan itu. Memang ada problem yang nyata dalam Alkitab, tetapi ada juga jawaban yang nyata bagi perikop yang sulit itu.

Gambar: Apologetika dan Penginjilan

Apakah Panduan untuk Mengatasi Perikop yang Sulit Itu?

Sebelum kita mulai mendata peraturannya, mari kita membahas tentang sikap. Beban pembuktian terletak pada pengkritik. Kita memiliki alasan yang bagus untuk memercayai bahwa Alkitab mengatakan kebenaran karena seluruh Alkitab diilhami oleh Allah. Selama kita menunjukkan bahwa ada solusi yang mungkin, bahwa keberatan mereka "tidak harus demikian", maka konflik telah dipecahkan. Alkitab harus dipandang tidak bersalah sampai terbukti bersalah. Seperti teman yang bisa dipercaya, Alkitab harus diberi hak untuk tidak diragukan terlebih dahulu. Ilmuwan selalu berpendapat bahwa ada penjelasan terhadap sesuatu yang tidak diharapkan dan tidak dapat dinalar. Sama halnya, siswa Alkitab berpendapat bahwa ada keharmonisan dalam Alkitab dalam apa yang tampak seperti kontradiksi. Munculnya jenis problem ini memotivasi siswa untuk menggali lebih dalam dan menemukan informasi yang sangat diperlukan sebab jika tidak, hal itu tidak akan muncul.

Uang Adalah Akar Segala Kejahatan

Ayat ini (1 Tim. 6:10) sering kali dikutip secara keliru seperti kutipan di atas dan merupakan ilustrasi yang bagus tentang pentingnya mengetahui apa yang dikatakan oleh teks dan apa yang dimaksudkannya. Teks itu menyatakan, "Cinta akan uang adalah akar segala kejahatan". Cinta akan uang -- bukan uang itu sendiri -- yang ditentang. Cinta akan uang bukan hanya sumber kejahatan, melainkan disebut akarnya. Teks Yunaninya mengatakan "segala kejahatan", tetapi ide tentang "segala jenis" tersirat melalui frasa itu. Itulah yang dikatakan.

Akan tetapi, apa yang dimaksud? Ayat sebelumnya memperkenalkan topik kepuasan dengan hal-hal utama dalam kehidupan, dan ayat 9 mengatakan, secara bertentangan, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat." Ayat 10 menjelaskan ini dengan menekankan fakta bahwa ada akar yang tak dapat dihindari yang dapat menumbuhkan kejahatan dan sangat sulit untuk digali. Akar itu adalah cinta akan uang. Frase "segala kejahatan" mungkin terlalu dibesar-besarkan demi penekanan hal itu. Poin dalam teks itu adalah bahwa seseorang harus memastikan bahwa akar ini tidak tumbuh dalam hidupnya.

Gambar: Kontradiksi Alkitab

Pastikan Anda Tahu Apa yang Dikatakan oleh Teks

Sering kali, ayat yang dikutip secara keliru menyesatkan seseorang. Yang lebih sering, ada problem tekstual yang tersembunyi dalam terjemahan bahasa Inggris Anda. Terutama dalam Perjanjian Lama tempat angka terlibat, kesalahan kecil yang dilakukan oleh penyalin mungkin dimasukkan ke dalam teks. Komentar yang baik bisa Anda katakan tentang hal ini dan mungkin menjawab 90 persen dari keberatan yang akan Anda temui. Ingat bahwa Alkitab kita hanya bersifat inerrant sejauh hal itu sesuai dengan naskah asli yang diilhami oleh Allah. Kita sangat perlu memiliki teks yang benar sebelum kita berusaha memecahkan problem apa pun.

Pastikan Anda Tahu Apa yang Dimaksud oleh Teks

Ini mungkin kedengarannya merupakan pengulangan, tetapi bukan. Alkitab menggunakan beberapa kata dan frase yang mungkin artinya tidak sama persis dengan apa yang Anda harapkan sebagai maknanya. Misalnya, beberapa orang memprotes bahwa Yesus salah ketika menyebut biji sesawi sebagai biji yang terkecil, padahal biji anggrek sesungguhnya merupakan biji yang terkecil. Pemeriksaan yang lebih teliti tentang apa yang dikatakan Yesus menyatakan bahwa kata yang Ia gunakan untuk "biji" berarti biji di kebun yang menghasilkan panen. Ia mengatakan bahwa itu adalah biji yang ditabur oleh seseorang di ladang (Mat. 13:31; Mrk. 4:31) dan membandingkan itu dengan tanaman di kebun.

Ingat juga bahwa beberapa kata berubah maknanya dalam beberapa konteks. Trunk bisa berarti belalai gajah, bagian mobil, salesman, atau cabang pohon. Artinya tergantung pada konteks tempat kata itu digunakan. Dalam Kis. 19:32, kata yang biasa digunakan untuk "gereja" atau "jemaat" digunakan untuk "gerombolan" dalam forum kota. Perhatikan konteks dan makna kata-kata tersebut dengan teliti untuk memastikan bahwa Anda sungguh-sungguh memahami apa yang dimaksudkan dengan apa yang dikatakan. Berkaitan dengan ini, Alkitab merupakan penafsir terbaik untuk dirinya sendiri. Perikop yang jelas sering kali membantu menjelaskan perikop yang sulit, dan satu frase sering kali digunakan dalam konteks lainnya untuk membantu memperjelas maknanya. Tidak ada pengganti untuk membandingkan Alkitab dengan Alkitab.

Jangan Mencampuradukkan Kesalahan dengan Ketidaktepatan

Ketepatan mengukur itu sangat penting bagi ahli mesin pesawat, tetapi persyaratan itu tidak terlalu diperlukan dalam bidang lainnya. Pembulatan angka boleh-boleh saja jika kita berusaha memberikan gambaran umum tentang ukuran benda atau pasukan. Sama halnya, kutipan tidak perlu harus ditulis persis sama dengan sumbernya. Tidak seorang pun akan memeriksa para penulis Alkitab dalam keadaan mereka seolah-olah mereka menulis hasil riset. Selama bisa ditunjukkan bahwa kutipan mereka sesuai dengan makna teks yang dikutip, ketidaktepatan bisa ditolerir. Ini merupakan norma yang sama yang diterima oleh media saat ini. Seseorang bisa setia pada idenya tanpa menggunakan kata-kata yang persis sama.

Jangan Mencampuradukkan Kesalahan dengan Sudut Pandang

Hanya karena saksi melihat satu bagian dari peristiwa atau hanya melihatnya dari satu sudut pandang tidak berarti bahwa kesaksiannya salah. Demikian juga, ketika penulis Alkitab mencatat sebagian dari peristiwa yang ia lihat dan tidak menyebutkan beberapa bagian lainnya yang dilihat oleh orang lain, catatannya masih benar. Perbedaan dalam penggambaran meyakinkan kita bahwa para penulis tidak melakukan konspirasi untuk "membuat cerita mereka benar".

Pengukuran Laut

I Raja-raja 7:23 mengatakan bahwa "laut", baskom besar untuk membasuh kaki, dalam bait suci Salomo berdiameter sepuluh hasta dengan ukuran keliling tiga puluh hasta. Anak sekolah mana pun yang mempelajari geometri akan tahu bahwa lingkaran dengan diameter 10 hasta memiliki keliling 31,4159 hasta (keliling adalah diameter kali Pi). Jadi, beberapa pengkritik menyebutkan bahwa ini adalah problem yang mungkin ada, tetapi angka pembulatan tidak sama dengan kesalahan. Pi (3,141) dapat dibulatkan menjadi tiga dan akan memberikan jawaban 30 hasta.

Bahasa tentang Dunia Adalah Bahasa Sehari-Hari

Bahasa tentang dunia sering kali diungkapkan dari sudut pandang manusia. Jika seorang ahli arkeologi 2000 tahun dari sekarang menemukan satu salinan buku The Sun Also Rises, apakah ia akan dibenarkan jika menyimpulkan bahwa budaya kita tidak memiliki konsep bahwa bumi berputar mengelilingi matahari? Tidak, kita sering kali berbicara tentang sesuatu sebagaimana terlihat oleh kita, bukan sebagaimana kita mengetahuinya dalam gambaran yang lebih besar tentang sesuatu. Hal yang sama berlaku bagi para penulis Alkitab, yang berbicara tentang matahari tidak bergerak (Yos. 10:12) dan langit berada di atas bumi (Yes. 40:22). Tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa Alkitab mendukung satu teori bahwa bumi adalah pusat alam semesta; itu adalah cara normal untuk mengungkapkan ide-ide.

Ingat Bahwa Alkitab Mencatat Hal-Hal yang Tidak Disetujuinya

Alkitab sebagian besar isinya adalah buku sejarah. Dengan demikian, ia kadang-kadang mencatat sesuatu tanpa menyetujui hal itu. Misalnya, dosa Daud (2 Sam. 11) dan poligami Salomo (2 Raj. 11:1-8) dicatat tanpa khotbah yang mencela hal itu. Alkitab juga mencatat kebohongan iblis tanpa menyetujuinya (Kej. 3:4-5). Khotbah-khotbah tidak perlu karena hukuman dengan jelas dinyatakan di tempat lain.

Audio Kontradiksi Alkitab

Diambil dari:
Judul asli buku : When Skeptics Asks
Judul buku terjemahan : Ketika Alkitab Dipertanyakan
Judul bab : Pertanyaan-Pertanyaan tentang Kesulitan Alkitab?
Judul asli artikel : Apakah Panduan untuk Mengatasi Perikop yang Sulit Itu?
Penulis : Norman Geisler dan Ron Books
Penerjemah : Jhony The
Penerbit : ANDI Offset, Yogyakarta 2008
Halaman : 191-195