Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Apa Sih Omnibus Itu?

Ditulis oleh: Yudo

Mungkin banyak dari kita yang akan garuk-garuk kepala, walau tidak gatal, saat ditanya mengenai istilah ini. Ada banyak arti "omnibus" yang dipakai untuk menyebut sebuah karya dalam berbagai bidang. Namun, apa artinya dalam bidang sastra atau kepenulisan? Memang betul, istilah ini jarang kita dengar dalam kesusastraan kita, tetapi sebagai penulis muda, tidak ada salahnya kita mempelajari sesuatu yang berkaitan erat dengan dunia kita. Jadi, mari kita lihat lebih dekat apa yang dimaksud dengan omnibus ini.

"Omnibus" berasal dari sebuah kata "omnis", yang dalam bahasa Latin berarti "semua" atau "banyak". Jadi, dalam bidang kesusastraan, omnibus dapat dikatakan sebagai versi besar dari sebuah antologi. Bedanya, jika antologi adalah buku yang merupakan kumpulan karya-karya pendek dari satu atau beberapa penulis, omnibus adalah sebuah kumpulan karya dari satu orang penulis yang sebelumnya pernah diterbitkan secara terpisah. Sifat lain yang membedakan antara antologi dan omnibus adalah ketebalan dari kumpulan tersebut. Sebuah omnibus rata-rata jauh lebih tebal dibandingkan dengan antologi, sekali lagi hal ini dikarenakan karya-karya yang terkumpul di dalam sebuah omnibus adalah karya tulis yang panjang. Karya-karya tersebut bukanlah sebuah artikel atau beberapa lembar esai, karya-karya dalam sebuah omnibus adalah kumpulan buku!

Karya-karya yang diterbitkan dalam bentuk omnibus bisa berupa fiksi maupun nonfiksi. Omnibus dari karya-karya ilmiah biasanya terdiri dari karya yang memiliki kesamaan tema seperti membahas tentang filsafat, ilmu pengetahuan maupun penelitian dari berbagai bidang akademik. Pada karya-karya fiksi, omnibus biasanya tersusun dari novel-novel terkenal dari seorang penulis. Penulis-penulis ternama yang karyanya diterbitkan ulang dalam bentuk omnibus antara lain Sir Arthur Conan Doyle, Jules Verne, Edgar Rice Burroughs, Agatha Christie, dan J.R.R Tolkien. Biasanya, novel-novel yang disatukan dalam sebuah omnibus adalah novel-novel bersambung seperti kisah "Tarzan" karya Edgar Rice Burrough, petualangan "Narnia" karya C.S. Lewis, dan trilogi "Lord of The Rings" karya Tolkien. Akan tetapi, ada pula omnibus yang diterbitkan berdasarkan kesamaan tema seperti yang terdapat dalam "Voyages Extraordinaires", kumpulan dari 54 novel karya Jules Verne dengan tema fiksi ilmiah maupun "Skeleton Crew/Different Seasons" omnibus dengan tema horor karya Stephen King.

Lalu, mengapa omnibus diterbitkan? Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi penerbitan omnibus. Pertama, penerbitan omnibus dapat menolong pembaca untuk mengenal gaya bahasa atau ide yang sering kali muncul dalam karya-karya seorang penulis. Dalam omnibus nonfiksi, pembaca dapat lebih mudah mengikuti pemikiran seorang ilmuwan dan penelitiannya. Faktor kedua yang melatarbelakangi penerbitan omnibus berkaitan dengan ekonomi dalam dunia penerbitan. Dalam hal ini adalah untuk memperkenalkan kembali karya-karya terbaik dari seorang penulis yang dulu pernah diterbitkan secara terpisah. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kembali karya-karya tersebut kepada generasi yang baru sehingga mengangkat kembali penjualan karya tersebut jika hendak diterbitkan secara terpisah. Karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa penerbitan omnibus adalah salah satu cara seorang penulis atau sebuah penerbit mendongkrak penjualan buku mereka.

Nah, kini Anda sudah mengetahui lebih jauh lagi tentang istilah ini. Mungkin Anda akan bertanya, "Apa manfaatnya bagi saya?" Saya akan menjawab, "Ada banyak sekali!" Bagi Anda yang sudah menerbitkan buku, Anda pasti akan mulai lebih memperhatikan benang merah dari karya-karya Anda. Apa tema yang sering muncul dalam karya Anda? Apa yang membedakan keunikan dari karya Anda dalam membahas tema yang sama? Bagaimana Anda akan mulai menyusun novel atau buku-buku Anda agar "pas" untuk diterbitkan sebagai omnibus? Dan, tahukah Anda bahwa resensi dari omnibus dapat meningkatkan rating buku Anda?

Bila Anda belum pernah menulis satu karya pun, dengan pengetahuan ini Anda dapat lebih berfokus pada kelebihan-kelebihan tulisan Anda. Jules Verne bukan tidak pernah diremehkan karena imajinasinya yang fantastis, akan tetapi siapa yang bisa menyangkal bahwa beliau pernah menulis 54 novel hasil imajinasinya itu? Ia dikenal bukan hanya karena banyaknya novel yang ditulisnya, tetapi juga karena dalam setiap novelnya itu ia menunjukkan kekhasan dan kekuatannya. Jadi, beranikah Anda bermimpi untuk membuat omnibus?

Sumber bacaan:

  1. Trim, Bambang. 2013. "Buku yang Bukan Buku". Dalam https://manistebu.wordpress.com/2013/01/21/

  2. Carroll, John H. 2012. "Should You Publish an Omnibus?". Dalam http://ryallon.blogspot.com/2012/08/should-you-publish-omnibus.html

  3. _____________. Dalam http://www.thefreedictionary.com/omnibus

Komentar