Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Memaksimalkan Pelayanan Drama Anda

Diringkas oleh: Santi T.

"Dunia harus memahami apa yang dapat dilakukan Allah melalui seseorang yang benar-benar mendedikasikan diri untuk Tuhan." Lebih dari 45 tahun yang lalu, saya mendengar perkataan semacam itu diucapkan dalam sebuah drama komedi yang ditampilkan berdasarkan pada tantangan yang digunakan Allah untuk memberikan pengaruh yang sangat kuat kepada kehidupan dan pelayanan Dwight L. Moody.

Sekarang, bertahun-tahun kemudian, saya masih dapat melihat dengan mata pikiran saya bagian dari adegan yang digambarkan dan mendengar kata-kata tersebut yang begitu membuat D.L. Moody terkesima. Drama merupakan sarana komunikasi yang sangat ampuh dan efektif.

Kita memiliki kemungkinan memanfaatkan drama, alat komunikasi unik yang efektif, yang memiliki kapasitas untuk melewati pertahanan yang dibentuk orang untuk mendeteksi sesuatu yang "rohani", untuk masuk ke dalam jiwa orang, untuk menanamkan dan membongkar kebenarannya yang memengaruhi hidup, semuanya tanpa terdeteksi. Drama adalah pelayanan yang layak dimanfaatkan dengan maksimal sehingga kita sebagai orang Kristen harus menjadi ujung tombak dalam memanfaatkan semaksimal mungkin bentuk seni kreatif yang dikenal sebagai drama ini.

Kerja + Kerja = Pelayanan Drama Kita Berdampak Sampai Maksimal

Formula ini mengambil prinsip dari Filipi 2:12-13, dan menerapkannya ke dalam pelayanan drama: Kerjakanlah pelayanan drama kita dengan takut dan gentar karena Allahlah yang bekerja di dalam kita, baik dalam kemauan maupun dalam berakting menurut kerelaan-Nya (diparafrasekan).

Hasil maksimal dari pelayanan drama bisa kita dapatkan jika kita mengerjakan dan menyadari bahwa pekerjaan dan kerja keras saja tidaklah cukup. Secara mendasar, kita harus memastikan bahwa pekerjaan kita didasarkan pada karya Tuhan Yesus Kristus di dalam dan melalui kita. "Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya (Allah di dalam Kristus), yang bekerja dengan kuat di dalam aku." (Kolose 1:29)

Periksalah Motif-Motif Kita

"Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati." (Amsal 16:2) Kita harus memastikan bahwa kita telah menjalankan dan mengelola pelayanan drama kita karena Allah telah mengarahkan dan memimpin kita untuk melakukannya. Kita bisa memaksimalkan pelayanan ini jika kita mengetahui bahwa kita memiliki pelayanan ini karena kepemimpinan Allah, bukan hanya karena seseorang di tempat lain memiliki kesuksesan besar dengan pelayanan ini.

Penting bagi kita untuk mengembangkan pernyataan tujuan yang jelas sehingga mereka yang terlibat dalam pelayanan ini akan mengetahui jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan "siapa", "apa", "kapan", "di mana", dan "mengapa" seputar pelayanan ini. Tanpa visi, orang-orang akan gagal untuk memaksimalkan pelayanan dramanya, tetapi mereka yang menemukan dan memelihara tujuan yang jelas di hadapan mereka akan benar-benar memaksimalkannya (Amsal 29:18, parafrase).

Berpikir di Luar Kotak

Kita jangan terjebak "dalam kotak" pemanfaatan bentuk dramatis yang sama dan latar cerita yang sama secara terus-menerus. Mari kita gunakan berbagai bentuk latar cerita. Drama muncul dalam berbagai bentuk, termasuk teater membaca, monolog, sketsa/drama, komedi/drama, mime/pantomim, lawak, panggung boneka, dll.. Untuk pelayanan drama Anda, terbukalah dan bersiaplah menggunakan setiap dan semua hal dalam proses pembuatan drama terbaik.

Drama dapat menghidupkan suasana pada waktu ibadah, seperti pada waktu penyampaian pengumuman, mengajak jemaat untuk beribadah, mengundang orang menyampaikan pokok doa atau memimpin doa, membagikan firman Tuhan, menambah dimensi lain pada musik penyembahan, menjadi bagian dari acara anak-anak dan menyampaikan renungan, dan menetapkan tema untuk khotbah.

Selain dalam ibadah, drama juga berfungsi untuk bidang pendidikan (menyalurkan partisipasi positif siswa dan sebagai cara untuk membawa inti kebenaran ke dalam hati mereka), bidang penginjilan (mengangkat Injil sebagai bagian dari pertemuan penginjilan di gereja atau untuk membawa Injil ke luar tembok gereja), persekutuan (mengembangkan persekutuan di antara mereka yang terlibat dalam pelayanan), dan misi (membantu mendidik dan menantang keterlibatan pelayanan doa, memberikan dana atau pergi bermisi, atau dalam penyampaian kebenaran Kristus di ladang misi).

Keluarlah dari kotak yang telah menciptakan arah dan cara kita menggunakan drama. Mari kita menjelajahi bagaimana drama dapat memberi pengaruh positif bagi komunikasi dalam spektrum bentuk dan latar cerita yang luas. Kita akan bergerak secara aktif untuk membuat yang terbaik dalam pelayanan drama kita.

Mari kita bersiap untuk mengakui keterbatasan, kelemahan, dan ketidaktahuan kita serta bersiap dan bersedia menjangkau dan menerima bantuan. Dengan bersedia mengakui bahwa kita harus berjalan lebih jauh di dalam perjalanan kita dalam dan menuju mendapatkan hasil maksimal dari pelayanan drama kita, dan bersedia mencari dan menerima bantuan, kita berada dalam posisi yang lebih baik untuk melanjutkan pencapaian tujuan tersebut. Allah menentang pelayanan drama yang berpusat pada "AKU", yang berpikir mereka tidak membutuhkan bantuan, tetapi Ia memberikan perkenanan kepada mereka yang cukup rendah hati untuk mengakui kebutuhan mereka, dan mau mencari dan menghadiri konferensi dan lokakarya drama, yang mempersilakan seseorang untuk memimpin lokakarya, atau memilih pemikiran mereka yang terlibat dalam drama di daerah mereka (Yakobus 4:6, diparafrasekan).

Dalam pelayanan drama, bekerjalah untuk menerapkan teknik drama yang bermutu. Harus ada dasar-dasar untuk pertunjukan drama supaya bisa dilakukan dengan sangat baik, seperti komposisi dan gerakan panggung, proyeksi, dan pengembangan karakter. Sangat penting bahwa hal-hal tersebut dan dasar-dasar lainnya ditaati dalam pelayanan drama jika kita ingin membuat yang terbaik.

Menemukan dan Menggunakan Bahan Berkualitas

Bagian penting dari puzzle adalah menemukan bahan berkualitas untuk dikerjakan dan disajikan, yang sesuai dengan bentuk dan latar cerita yang kita targetkan dengan proyek yang diberikan. Kualitas bahan drama akan, di antara hal-hal lainnya, ditulis dengan baik, diterjemahkan secara efektif dari kata-kata tertulis yang dipertunjukkan, mengomunikasikan pesan yang dimaksudkan, dan mengembangkan karakter yang terlibat.

Hanya ada begitu sedikit bahan yang tersedia yang memenuhi syarat sebagai bahan drama Kristen yang berkualitas. Namun, sekarang tersedia banyak bahan pada setiap bentuk dramatis, yang siap ditemukan dan digunakan untuk memenuhi tujuan pelayanan drama. "Kolam pemancingan" untuk bahan-bahan semacam ini adalah tempat penerbitan dan toko buku Kristen, internet, pelayanan drama lainnya di daerah kita, dan orang-orang berbakat yang suka menulis, yang mungkin juga menjadi bagian dari gereja-gereja kita.

Pembentukan Tim

Rekrut dan kembangkanlah tim pelayanan drama yang positif, dengan dipimpin oleh pemimpin berhati hamba. Jumlah tim pelayanan drama bergantung pada keadaan dan tujuan lokal Anda. Tidak peduli berapa jumlahnya, Anda harus mencari orang-orang yang mudah diajar, bergantung kepada Tuhan, dan siap bekerja sama dengan orang lain dalam tim demi mencapai tujuan pelayanan bagi kemuliaan Tuhan. Berdoa sebelum, selama, dan setelah setiap proyek pelayanan drama dilakukan. Tidak peduli seberapa besar atau kecilnya pelayanan drama tersebut.

Peralatan yang bagus, yang dapat digunakan untuk membagikan berita baik terbesar sepanjang masa, telah dianugerahkan Bapa surgawi kepada kita. Mari kita singkapkan karunia ini dengan menghasilkan pelayanan drama terbaik bagi Tuhan. Sama seperti Dale Phillips yang pergi ke mana pun Tuhan memimpinnya dan berusaha mengomunikasikan kebenaran dinamis melalui seni drama. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Nama situs : Religious Product News
Alamat URL : http://www.religiousproductnews.com/articles/2006-February/In-Every-Issue/Making-the-Most-of-Your-Drama-Ministry.htm
Judul asli artikel : Making the Most of Your Drama Ministry
Penulis artikel : Dale Phillips
Tanggal akses : 2 Maret 2016