Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Ide-Ide Mengandung Konsekuensi

Petrus memerintahkan orang-orang Kristen untuk mengetahui dan menggunakan apologetika: "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu" (1 Petrus 3:15). Ketaatan pada tuntunan yang diinspirasikan oleh Roh Kudus ini membutuhkan pemikiran. Salah satu pemberian Allah yang terbesar kepada umat manusia ialah pemikiran atau akal budi manusia kapasitas kita untuk berpikir dan mengomunikasikan ide-ide. Berpikirlah yang mendorong hidup. Ide-ide kita mengandung konsekuensi-konsekuensi dalam kehidupan kita ataupun orang lain. Rasul Paulus menyadari bahwa ide-ide dapat merevolusi kehidupan kita: "Berubahlah oleh pembaharuan budimu" (Roma 12:2).

Gambar: Bible

Alkitab menghubungkan pikiran dengan perbuatan. Konsekuensi dihasilkan dari tingkah laku atau perbuatan-perbuatan, tetapi semuanya itu bertumbuh dalam pikiran kita. Pilihan-pilihan dan perbuatan-perbuatan tidak langsung keluar ke dunia dari suatu kevakuman. Semuanya itu bermula dari ide-ide dalam pikiran. Yesus mengatakan bahwa tingkah laku-tingkah laku yang buruk berasal dari dalam: "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Matius 15:19).

Ide-ide menghadirkan konsekuensi yang dapat kita lihat dalam dunia nyata. Seseorang yang percaya bahwa gravitasi tidak berdampak kepada dirinya, mungkin akan melompat dari sebuah gedung. Seseorang yang percaya bahwa kendaraan yang bergerak tidak dapat menabraknya, mungkin maju menghadang mobil itu. Beberapa orang yang mengikuti pemimpin sekte aliran sesat seperti Jim Jones, melakukan bunuh diri. Sisi positifnya, ide-ide dari dunia biokimia membawa kesembuhan atas berbagai penyakit. Ide-ide tentang pembuatan dan penjualan barang-barang menghasilkan pekerjaan. Ide-ide tentang Allah menuntun kepada penyembahan.

Ide-ide membentuk sejarah. Teori evolusi dari Charles Darwin bukan hanya memengaruhi ilmu biologi, melainkan juga ilmu-ilmu sosial. Filsafat nihilistis Friedrich Nietzsche meletakkan sebagian dasar rezim Nazi. Perbandingan kedua sisi Tembok Berlin sebelum tembok itu diruntuhkan menyatakan konsekuensi dari ide-ide ekonomi Karl Marx dan kapitalisme. Ide tentang Allah yang sempurna dalam Injil memiliki pengaruh yang terbesar kepada keseluruhannya, serta membentuk sejarah dan kekekalan.

Gambar: A.W. Tozer's quote

Ide kita mengenai Allah memiliki konsekuensi terbesar bagi kehidupan kita. A.W. Tozer mengatakan, "Apa yang masuk ke dalam pikiran kita ketika kita berpikir mengenai Allah ialah yang terpenting mengenai kita." Ide-ide mengenai Allah dimulai dari sebuah gaya kosmis yang tidak berpribadi, seorang pengawas yang jahat, atau seorang Santa Klaus kosmis, hingga Allah yang pengasih. Setiap ide teologis itu mengarahkan ke jalan hidup yang berbeda, memengaruhi segala sesuatu, termasuk pemikiran yang kita pikirkan, pilihan-pilihan yang kita putuskan, dan tindakan-tindakan yang kita tempuh.

Apa yang kita percayai mengenai Alkitab, memengaruhi kehidupan kita sehari-hari dengan sangat dalam. Orang-orang yang percaya bahwa Allah yang menulis Alkitab akan menata dirinya dengan kitab itu. Mereka yang menganggap bahwa kitab ini hanyalah sekumpulan saran-saran moral yang tidak mengikat, atau menganggapnya tidak masuk akal, akan mencari bimbingan ke tempat-tempat lain.

Firman Allah menuliskan daftar hal yang harus kita pikirkan dan dipengaruhi olehnya: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Filipi 4:8). Ide-ide itu akan menghasilkan konsekuensi-konsekuensi yang baik, sama seperti ide-ide buruk menghasilkan konsekuensi-konsekuensi yang buruk. Akan tetapi, marilah kita tidak lagi menganggap bahwa ide-ide tidak memiliki konsekuensi apa pun.

Audio Ide-Ide Mengandung Konsekuensi

Diambil dari:
Judul asli buku : 5 Minute Apologist
Judul buku terjemahan : 5 Menit Apologetika
Judul bab : Pemikiran
Judul asli artikel : Ide-ide Mengandung Konsekuensi (Ide-ide)
Penulis : Dr. Rick Cornish
Penerjemah : Handy Hermanto
Penerbit : Pionir Jaya
Tanggal akses : 22-24